• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ketahui Fase Winning Window pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ketahui Fase Winning Window pada Anak

Ibu, Ketahui Fase Winning Window pada Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 Agustus 2022

“Memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak tetap optimal merupakan tugas utama kedua orang tua. Termasuk mengetahui fase winning window pada anak.”

Ibu, Ketahui Fase Winning Window pada AnakIbu, Ketahui Fase Winning Window pada Anak

Halodoc, Jakarta – Umumnya orang tua akan difokuskan untuk memperhatikan periode emas atau disebut juga golden age pada anak. Padahal, masih ada hal lain yang tidak kalah pentingnya jika berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu periode winning window

Sederhananya, sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara sempurna hingga usianya menginjak 8 tahun. Nah, perkembangan imunitas anak sampai 8 tahun inilah yang dikenal dengan istilah winning window pada anak. 

Lalu, mengapa winning window penting untuk menjadi perhatian orang tua? Apakah ada efek negatif yang mungkin terjadi apabila aspek ini luput dari perhatian?

Winning Window sama Pentingnya dengan Golden Age

Sebenarnya, baik golden age maupun winning window sama-sama menjadi hal penting untuk diperhatikan oleh ayah dan ibu. Jadi, ibu tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama usia emasnya, tetapi juga mendukung perkembangan imunitas tubuhnya selama periode winning window

Mengapa? Anak yang tumbuh dan berkembang dengan sehat akan mempunyai kapabilitas atau kemampuan kognitif, dan motorik halus yang lebih optimal, dibandingkan dengan anak-anak sebayanya yang keral terserang penyakit. 

Nah, bila pertumbuhan dan perkembangan anak optimal, mereka tentu akan mampu menjadi generasi penerus dengan tingkat kecerdasan yang lebih baik. Kalau diibaratkan, mungkin seperti generasi emas dan generasi pemenang. 

Kekebalan tubuh menjadi salah satu unsur krusial untuk menunjang tumbuh kembang sang buah hati. Anak-anak dengan imunitas tubuh yang baik atau berada dalam kondisi sehat, tentunya akan memiliki motorik halus yang lebih baik pula, dibandingkan dengan anak-anak yang kerap terserang penyakit. Bila dilakukan tes kognitif, anak dengan imunitas tubuh optimal mempunyai hasil pengukuran tiga poin lebih tinggi. 

Hubungan Imunitas Tubuh dengan Perkembangan Kognitif dan Motorik Anak

Lalu, apa hubungan antara imunitas tubuh dengan perkembangan kognitif maupun motorik pada anak? Jika dilihat sekilas, bukankan imunitas tubuh menunjukkan kemampuan tubuh dalam memerangi penyakit?

Ketika daya tahan tubuh anak dalam kondisi baik, anak akan sehat, menjadi lebih aktif, lebih banyak bermain dan melakukan aktivitas fisik. Selain itu, anak juga terstimulasi dengan baik, sehingga perkembangan kognitif dan motoriknya juga ikut menunjukkan perubahan positif. 

Perkembangan motorik sendiri terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halu. Contoh dari motorik kasar seperti melompat, berjalan, dan duduk. Sedangkan contoh dari motorik halus seperti menggunting, menulis, dan menggambar. 

Sementara itu, perkembangan aspek kognitif termasuk semua kegiatan yang berfokus pada kesehatan mental anak. Artinya, anak dapat menghubungkan sekaligus menilai suatu kejadian, dan mampu menemukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. 

Apabila anak gampang sakit, pastinya perkembangan kognitif dan motoriknya juga turut mengalami gangguan. Masalah pada perkembangan motorik, misalnya, akan berdampak pada penurunan minat belajar, tidak berminat menulis, dan sangat berpengaruh terhadap sisi kepribadian. Contohnya seperti sering ragu dan cemas. 

Sedangkan masalah pada perkembangan kognitif bisa memicu efek negatif seperti kesulitan konsentrasi dan berfokus, mudah terdistraksi, dan mengakibatkan anak mengalami kesulitan belajar dengan baik. 

Cara Meningkatkan Imunitas Anak

Oleh karena itu, sudah jadi tanggung jawab ayah dan ibu untuk memastikan fase winning window pada anak dilalui dengan optimal. Nah, artinya ibu dan ayah harus mengetahui bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh anak, berikut beberapa di antaranya:

  1. Memenuhi Asupan Nutrisinya

Bagi bayi dari usia 0 sampai 6 bulan, ASI menjadi satu-satunya makanan yang mampu memberikan perlindungan terbaik untuk tubuhnya. Setelah usianya bertambah, kenalkan dan biasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat, termasuk buah dan sayur untuk membantu menunjang imunitas tubuhnya.

  1. Pastikan Anak Cukup Istirahat

Tidur cukup menjadi aspek yang tak kalah pentingnya untuk menunjang perkembangan kekebalan tubuh anak. Hingga usianya menginjak 4 tahun, anak masih membutuhkan tidur siang setidaknya selama 1-2 jam, sementara tidur malamnya antara 10-12 jam. Kurang tidur bisa membuat anak gampang sakit, sulit berkonsentrasi, bahkan meningkatkan risiko terjadinya obesitas di kemudian hari. 

  1. Jaga Kebersihan Lingkungan

Jangan lupa, pastikan ibu menjaga kebersihan, baik di dalam maupun di luar rumah. Ajarkan dan biasakan anak untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas. Ajak anak untuk membersihkan rumah secara rutin, dan ajak untuk memakai masker apabila hendak beraktivitas di luar rumah. 

  1. Olahraga Rutin

Membiasakan untuk rutin berolahraga sejak dini tentunya sangat baik, untuk menunjang kesehatan dan kekebalan tubuh anak. Bahkan, ini menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan bonding antara orangtua dan anak. Tidak perlu olahraga berat, ajak anak berjalan kaki, joging, atau bersepeda setiap hari selama kurang lebih 30 menit saja sudah cukup, kok.

  1. Cek Kesehatan Anak Secara Berkala

Jika memang memungkinkan, periksakan kondisi kesehatan anak secara berkala. Supaya lebih mudah, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji di rumah sakit terdekat atau memanfaatkan Layanan Janji Medis untuk melakukan cek kesehatan. 

Ibu bisa download aplikasi Halodoc secara gratis melalui Play Store dan App Store. Yuk, pastikan fase winning window pada anak bisa dilalui dengan baik! 

Referensi: 
Parents. Diakses pada 2022. 7 Ways to Boost Your Child’s Immunity.
CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Orang Tua Perlu Perhatikan Periode Winning Window pada Anak, Apa Itu?