• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Menyusui Eksklusif ingin Puasa, Lakukan 6 Tips Ini

Ibu Menyusui Eksklusif ingin Puasa, Lakukan 6 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sebentar lagi bulan Ramadan akan tiba. Selama bulan ini, seluruh umat muslim di dunia wajib berpuasa atau menahan haus dan lapar mulai dari adzan subuh berkumandang sampai adzan maghrib. Meski wajib bagi umat muslim, tetap ada beberapa kondisi yang tidak diwajibkan untuk berpuasa, contohnya ibu menyusui.

Ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa apabila kesehatan sang ibu atau bayi sedang kurang baik. Jangan khawatir, ibu bisa mengganti puasa yang terlewat di kemudian hari atau membayar zakat. Tapi, kalau ibu tetap kukuh ingin menjalankan puasa, berikut ini tips yang harus dilakukan agar pasokan ASI dan kesehatan ibu tidak terganggu, yaitu:

Baca juga: Ibu Wajib Tahu Pentingnya ASI Eksklusif

  1. Pertimbangkan Usia Si Kecil

Sebelum memutuskan puasa, ibu perlu bicara dengan dokter tentang keamanannya, apalagi kalau usia Si Kecil masih terlalu dini. Sebagian besar dokter umumnya menyarankan ibu menyusui yang ingin berpuasa kalau sang anak telah menginjak enam bulan.

Alasannya, bayi yang menginjak enam bulan umumnya sudah bisa mengonsumsi makanan lain selain ASI atau MPASI. Si Kecil yang masih di bawah enam bulan masih bergantung pada ASI, sehingga ibu tidak disarankan untuk berpuasa. 

  1. Tetap Terhidrasi

Salah satu efek yang paling terasa dari puasa adalah haus akibat kekurangan cairan. Kekurangan cairan ini sangat rentan membuat orang yang sedang berpuasa dehidrasi. Nah, agar ibu terhindar dari dehidrasi, ibu harus menyiasatinya dengan pola minum yang benar. Contohnya, ibu bisa minum air putih minimal dua liter saat buka sampai sahur. 

Atau, terapkan pola minum 2-4-2 dengan dua gelas saat buka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur. Cara untuk menambah nutrisi dan energi, ibu bisa menghidrasi tubuh dengan minum jus buah, susu, dan teh hangat. 

Baca juga: Amankah Diet Keto Diterapkan oleh Ibu Menyusui?

  1. Pilih Makanan yang Melancarkan ASI

Dilansir dari WebMD, sebenarnya kunci untuk menentukan makanan yang melancarkan ASI adalah beragam sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein, dan sedikit lemak. Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih, bawang, dan mint membuat rasa ASI berbeda, sehingga bayi bisa menyusu lebih banyak sehingga produksi ASI juga meningkat. Jadi, sebaiknya tetap penuhi nutrisi dan gizi dalam asupan makanan apabila ingin ASI tetap lancar saat berpuasa.

  1. Pompa ASI Secara Maksimal di Malam Hari

Kalau ibu khawatir pasokan ASI berkurang selama menjalankan puasa, ibu bisa memompa ASI di malam hari semaksimal mungkin. Nah, stok pompa ASI ini bisa ibu gunakan di siang hari saat pasokan ASI berkurang. 

  1. Cukup Istirahat

Mendapatkan istirahat yang cukup juga sangat penting untuk ibu menyusui. Pasalnya, tubuh yang lelah juga bisa memengaruhi produksi ASI. Oleh sebab itu, pastikan ibu mendapat istirahat yang cukup agar kesehatan fisik dan psikis tetap terjaga, sehingga produksi ASI tetap lancar. Kurang istirahat juga bisa membuat ibu menjadi stres sehingga nantinya berpengaruh pada kualitas ASI.

Baca juga: Ragam Menu Sahur Sehat yang Tak Digoreng

Jangan terlalu memaksa untuk berpuasa kalau ibu merasa tidak sanggup. Alangkah lebih baik lagi jika ibu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa. Lewat aplikasi Halodoc, ibu bisa bicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi:

Kelly Mom. Diakses pada 2020. Religious Fasting and Breastfeeding.

Mom Junction. Diakses pada 2020. 25 Best Foods To Increase Breast Milk.
WebMD. Diakses pada 2020. Breastfeeding: How to Increase Your Milk Supply.