• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi

Ibu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 November 2022

“Kondisi bayi tumbuh gigi dapat disebut juga teething syndrome atau odontiasis. Bayi akan menunjukkan berbagai gejala saat gigi susu mulai tumbuh, yang biasanya bertahan selama sekitar 8 hari.”

Ibu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh GigiIbu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi

Halodoc, Jakarta – Kondisi bayi tumbuh gigi disebut juga sebagai odontiasis yaitu kondisi saat gigi bayi mulai keluar melalui garis gusinya. Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi antara usia 4-7 bulan, tetapi beberapa bisa lebih lambat. Tidak perlu khawatir jika gigi bayi baru tumbuh terlambat, sebab setiap bayi akan berbeda-beda.

Bayi sering mengalami ketidaknyamanan saat tumbuh gigi, terutama di gusi. Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gigi yang baru tumbuh dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Oleh karena itu, ibu perlu mengetahui tanda-tanda awal bayi tumbuh gigi untuk dapat menangani jika bayi rewel.

Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi

Teething syndrome adalah nama lain dari proses tumbuhnya gigi pertama bayi. Bayi akan menunjukkan berbagai gejala saat gigi susu mulai tumbuh, yang biasanya bertahan selama sekitar delapan hari.

Tumbuh gigi bisa menyakitkan, tetapi biasanya tidak membuat bayi sakit. Namun, hubungi dokter jika bayi sampai mengalami diare, muntah, ruam pada tubuh, demam tinggi, atau batuk dan hidung tersumbat. Pasalnya, ini bukan tanda-tanda tumbuh gigi yang normal.

Ibu juga harus menghubungi dokter anak jika gusi bayi berdarah atau ibu melihat nanah di gusi dan pembengkakan di wajahnya. Berikut tanda awal tumbuh gigi yang normal terjadi. 

1. Lebih Banyak Air Liur

Bayi yang sedang tumbuh gigi akan sering mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya sebagai salah satu tanda awal tumbuh gigi. Dengan demikian, bayi akan lebih sering ngeces.

Beberapa bayi akan mengalami ruam merah di leher, dagu, dan bibirnya. Ini karena air liur selalu membasahi wajahbayi. Oleh karena itu, selalu siapkan kain lembut atau tisu steril untuk menyeka air liur bayi, dan kenakan celemek bayi khusus yang mudah menyerap.

2. Hasrat untuk Menggigit

Ketika gigi bayi baru mulai tumbuh, tekanan dari gusi bisa sangat mengganggu. Karena itu, bayi yang sedang tumbuh gigi sering menggigit benda-benda di sekitarnya untuk meredakan rasa nyeri tersebut.

Jika bayi mulai menggigit saat ibu masih menyusui, perhatikan saat rahangnya mulai mengencang. Segera masukkan jari bersih dari sudut mulut bayi melalui gusinya. Juga, tutupi boks atau bingkai tempat tidur dengan kain penyerap yang lembut jika bayi suka menggigitnya.

3. Rewel

Bayi yang tumbuh gigi kemungkinan akan lebih sering menangis dan lebih mudah marah karena prosesnya bisa sangat menyakitkan. Beberapa bayi hanya bergumam sedikit ketika mulut atau gusi mereka sakit.

Jaringan gusi bayi yang masih sangat halus dan lunak menjadi penyebab atas rasa sakit yang terkait dengan tumbuh gigi. Munculnya gigi pertama pada bayi juga dapat menyebabkan peradangan.

4. Tidak Nafsu Makan

Tumbuh gigi bisa membuat mulut bayi tidak nyaman, sehingga sulit baginya untuk makan. Jika ibu sudah mencoba berbagai cara dan bayi masih rewel atau tidak mau menyusu, bayi mungkin sedang tumbuh gigi. Sebaiknya, hubungi dokter segera sehingga ibu dapat diberikan panduan tentang perawatan yang tepat untuk usia bayi.

5. Gusi Membengkak

Tidak hanya orang dewasa, bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan mengalami pembengkakan pada area gusi. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan. Tentu, hal ini juga akan membuat bayi rewel dan sulit makan.

6. Demam

Bayi yang mengalami radang gusi saat giginya tubuh juga dapat mengalami demam selain kehilangan nafsu makan. Demam ini hanya akan berlangsung sekitar dua hari dan tergolong demam ringan.

Namun, jika suhu bayi demam mencapai di atas 38 derajat celcius dan berlangsung lebih dari dua hari, segera periksakan ke dokter sebab ini bukan merupakan gejala tumbuh gigi yang normal.

Apabila Si Kecil perlu pemeriksaan medis, cobalah berkonsultasi ke dokter. Ibu bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
NHS. Diakses pada 2022. Baby Teething Symptoms.
WebMD. Diakses pada 2020. Teething in Babies.