• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Perlu Tahu, Ini Kebiasaan yang Memicu Kulit Gatal pada Balita
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Perlu Tahu, Ini Kebiasaan yang Memicu Kulit Gatal pada Balita

Ibu Perlu Tahu, Ini Kebiasaan yang Memicu Kulit Gatal pada Balita

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 November 2022

“Ada beberapa kebiasaan yang dapat memicu kulit gatal pada balita. Misalnya, bermain di luar rumah tanpa alas kaki, bermain di panas siang hari hingga berkeringat, dan bermain di sekitar tanaman.”

Ibu Perlu Tahu, Ini Kebiasaan yang Memicu Kulit Gatal pada BalitaIbu Perlu Tahu, Ini Kebiasaan yang Memicu Kulit Gatal pada Balita

Halodoc, Jakarta – Usia balita merupakan masa di mana mereka sedang aktif dan suka mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Tentunya, perhatiannya hanya ditujukan untuk bermain dan bermain. 

Nah, kebiasaan dan cara bermain anak perlu diperhatikan. Sebab, bisa saja aktivitas bermain anak justru membuat kulitnya gatal-gatal. 

Waktu bermain, cuaca, dan tempat balita bermain juga dapat memicu kulit gatal pada balita. Orang tua tidak perlu menghentikan aktivitasnya, cukup dengan melakukan beberapa cara untuk mencegah gatal terjadi demi menjaga kesehatan balita

Lantas, apa saja sih kebiasaan yang memicu kulit gatal pada balita? 

Kebiasaan Bermain Balita yang Memicu Kulit Gatal

Ada beragam kebiasaan yang bisa memicu kulit gatal pada balita, antara lain: 

1. Bermain di luar rumah saat panas siang hari

Bermain dengan sangat aktif di luar rumah dapat menyebabkan Si Kecil berkeringat. Sehingga kondisi biang keringat atau ruam panas dapat muncul. Biang keringat tampak seperti bercak kecil berwarna merah muda atau lepuh atau bintik-bintik, yang muncul di area kulit yang terlipat. Misalnya leher, siku, ketiak, atau paha. 

Untuk mengatasi atau mencegahnya, orang tua dapat:

  • Memastikan kulit anak tetap sejuk dan kering. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin dan AC untuk menghindari panas berlebih.
  • Membatasi anak untuk bermain di luar rumah saat siang hari.
  • Cuci area kulit yang berkeringat, kemudian keringkan.
  • Biarkan area kulit yang mengalami biang keringat terbuka, dan hindari mengoleskan salep.

2. Bermain di sekitar tanaman atau semak-semak

Banyak anak mengalami ruam yang sangat gatal akibat menyentuh tanaman, seperti poison ivy, yang mengandung minyak lengket yang disebut urushiol. Reaksi alergi pada kulit menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan lecet. Perlu diketahui, beberapa tanaman mengandung bahan kimia yang membuat kulit hipersensitif terhadap sinar matahari dan menyebabkan ruam phytophotodermatitis.

Untuk mengatasi atau mencegahnya:

  • Cegah paparan dengan tanaman atau menghindarinya. 
  • Jika anak bermain di sekitar tanaman, segera cuci semua pakaian dan tubuhnya dengan sabun dan air. 
  • Oleskan salep yang dapat meredakan gatal dan ruam.

3. Bermain di air

Bermain air di kolam renang umum atau pantai dapat menyebabkan kulit balita gatal-gatal. Hal tersebut dapat disebabkan oleh parasit mikroskopis yang ditemukan di air. Parasit dalam masuk ke dalam kulit, dan menyebabkan munculnya bintik-bintik kemerahan kecil pada kulit yang tidak tertutup pakaian renang. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan lepuh.

Untuk mencegah dan mengatasi kulit balita gatal-gatal, orang tua dapat:

  • Hindari berenang di pantai jika lingkungan pantai tampak tidak bersih.
  • Segera mandi dengan air bersih dan sabun setelah keluar dari kolam renang atau pantai. 
  • Hindari menggaruk kulit yang gatal. Sebaiknya segera berikan kompres dingin atau krim kulit. 

4. Bermain di luar rumah tanpa alas kaki

Jalanan di luar rumah mungkin saja terdapat cacing pasir atau tanah, yang terkontaminasi dengan kotoran hewan peliharaan atau liar. Ketika anak berdiri atau duduk di tanah, aspal, atau pasir, cacing dapat bersembunyi di bawah kulit, biasanya di sekitar kaki atau bokong. 

Untuk mencegahnya, pastikan anak mengenakan alas kaki saat bermain di luar rumah. Selain itu, jangan biarkan anak duduk di pasir atau rumput tanpa alas. 

5. Mengenakan sepatu tertutup saat kaki masih basah

Ruam dan gatal dapat terjadi pada kaki balita ketika ia mengenakan sepatu tertutup, saat kakinya masih basah atau belum kering sempurna. Hal tersebut dapat menyebabkan kaki menjadi lembap di dalam sepatu. Untuk mencegahnya:

  • Kenakan alas kaki terbuka, seperti sendal.
  • Pastikan kaki kering sebelum mengenakan sepatu tertutup.
  • Kenakan kaos kaki berbahan katun yang bersifat menyerap. 

Itulah kebiasaan bermain balita yang bisa memicu kulit gatal. Jika kulit gatal pada balita tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera tanyakan pada dokter di Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2022. 12 Common Summertime Skin Rashes in Children
WebMD. Diakses pada 2022. Protect Your Child’s Skin From Irritants