• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Epilepsi Berisiko Tinggi Alami Penurunan Kesadaran

Idap Epilepsi Berisiko Tinggi Alami Penurunan Kesadaran

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah orang terdekat kamu kerap mengalami kejang secara tiba-tiba? Jika iya, berarti ia mengidap gangguan epilepsi. Hal ini terjadi akibat gangguan pada sistem saraf pusat yang berhubungan dengan kelistrikan pada otak.

Seseorang yang mengidap gangguan ini harus segera mendapatkan pengobatan. Beberapa dampak buruk dapat terjadi, bukan hanya kejang, tetapi juga kehilangan kesadaran atau pingsan. Untuk mengetahui lebih lengkapnya terkait risiko penurunan kesadaran, simak ulasan berikut!

Baca juga: 6 Fakta tentang Epilepsi yang Belum Banyak Diketahui


Epilepsi Meningkatkan Risiko Penurunan Kesadaran

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat yang dapat membuat aktivitas otak menjadi tidak normal. Hal ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kejang, perilaku yang tidak seperti biasanya, hingga penurunan kesadaran. Semua orang dapat mengidap kelainan pada otak ini, meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak.

Saat mengalami kejang disebabkan epilepsi, beberapa orang mungkin hanya akan menunjukkan gejala layaknya tatapan kosong selama beberapa detik. Lalu, beberapa orang lainnya mungkin menggerakkan lengan atau kakinya secara tidak teratur yang membuat khawatir banyak orang. Kejang yang berlangsung lama dapat menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kesadaran.

Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran karena epilepsi sudah masuk dalam keadaan yang gawat dan butuh penanganan medis. Hal tersebut untuk memastikan kerusakan otak yang terjadi dan mencegah gangguan yang fatal. Biasanya, gangguan ini terjadi selama lebih dari 5 menit atau berulang dengan total 30 menit. Penurunan kesadaran dapat terjadi saat kejang terjadi atau setelahnya.

Lalu, jika ibu masih mempunyai pertanyaan terkait epilepsi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, fitur Chat atau Voice/Video Call dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan semua info terkait epilepsi.

Baca juga: Perlukah Pengidap Epilepsi Melakukan EEG dan Brain Mapping?


Penyebab Terjadinya Epilepsi

Epilepsi tidak memiliki penyebab khusus yang dapat diidentifikasi oleh sekitar separuh dari total pengidapnya. Beberapa penyebab lainnya dapat diketahui mampu menyebabkan epilepsi pada separuh pengidap epilepsi lainnya adalah:

  • Pengaruh Genetik

Penyebab pertama yang dapat membuat seseorang mengidap epilepsi adalah pengaruh dari genetik. Penyakit ini dapat terjadi akibat faktor genetik pada beberapa orang, sehingga memengaruhi otak. Maka dari itu, jika dalam silsilah keluarga terdekat terdapat orang yang mengidap gangguan ini, ada baiknya tetap berhati-hati dan memeriksakan diri.

  • Trauma Kepala

Seseorang yang mengalami trauma kepala akibat kecelakaan atau cedera juga dapat mengalami epilepsi. Hal ini akibat benturan keras pada kepala yang membuat saraf-saraf di dalam otak menjadi terganggu.

  • Kondisi Otak

Beberapa penyakit yang terjadi pada otak, seperti tumor atau stroke, dapat membuat pengidapnya mengalami epilepsi. Penyebab paling umum epilepsi pada orang dewasa adalah stroke, terutama pada seseorang dengan usia lebih dari 35 tahun.

  • Cedera Prenatal

Bayi adalah makhluk yang sensitif terhadap banyak hal, termasuk juga gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi pada ibu, gizi buruk, hingga kekurangan oksigen. Gangguan pada otak tersebut dapat menyebabkan epilepsi yang akhirnya berdampak pada penurunan kesadaran.

Baca juga: Penyebab Epilepsi dan Cara Mengatasinya

Itulah pembahasan mengenai epilepsi yang dapat meningkatkan risiko penurunan kesadaran hingga beberapa penyebabnya. Dengan mengetahui jika seseorang yang kejang dapat hilang kesadaran, kamu dapat meredam rasa panik yang timbul. Sehingga, kamu dapat membawanya untuk mendapatkan pengobatan tepat waktu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Epilepsy.
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Status Epilepticus?