Idap Hipertiroid, Amankah Bila Puasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Idap Hipertiroid, Amankah Bila Puasa?

Halodoc, Jakarta – Hipertiroid adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat produksi hormon tiroid berlebih. Kondisi ini terjadi akibat gangguan kelenjar tiroid. Sebenarnya hormon tiroid berperan penting dalam tubuh, khususnya dalam metabolisme energi, mengatur suhu tubuh, serta membantu kerja organ vital tubuh seperti jantung, pencernaan, otot, dan sistem saraf.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kelenjar Tiroid

Hipertiroid tidak boleh dianggap sepele karena membuat denyut jantung abnormal, tekanan darah tinggi, berkeringat terus-menerus, pusing, dan sesak napas. Lantas, amankah jika pengidap hipertiroid berpuasa? Ini faktanya.

Pengidap Hipertiroid Boleh Berpuasa

Asal tetap rutin konsumsi obat yang diberikan dokter dan mematuhi beberapa pantangan. Pasalnya hipertiroidisme bisa menjadi faktor risiko masalah jantung sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus. Lantas, bagaimana aturan aman berpuasa bagi pengidap hipertiroidisme?

1. Jalani Pengobatan yang Ditentukan

Termasuk minum obat yang diberikan dokter. Beberapa pilihan terapi yang dijalani pengidap hipertiroid meliputi obat antitiroid, yodium radioaktif, hingga pembedahan. Yodium radioaktif dan obat antitiroid adalah jenis obat yang paling banyak digunakan.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Khususnya asupan makanan saat sahur, berbuka, dan makan malam. Pengidap hipertiroid dianjurkan untuk menghindari beberapa makanan dalam menu sahur, berbuka, dan makan malam.

Di antaranya meliputi makanan tinggi yodium, makanan berlemak tinggi, daging merah, tepung terigu, gandum kasar yang belum diolah, produk susu dan olahannya, kafein, serta minuman beralkohol.

Makanan yang dianjurkan bagi pengidap penyakit tiroid (termasuk hipertiroidisme) adalah makanan sumber zat besi (seperti kacang-kacangan, sereal, biji-bijian), antioksidan, vitamin D (seperti sereal, ikan, jamur), dan kalsium (seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, ikan).

Hal yang perlu digaris bawahi adalah, jangan memaksakan diri saat berpuasa. Terlebih jika kamu mengalami gejala fisik yang mengganggu, seperti denyut jantung abnormal, tak ada salahnya membatalkan puasa dan segera berbicara dengan dokter.

Baca Juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Hipertiroid Bisa Sembuh, Asalkan...

Menjalani pengobatan dengan benar. Meski begitu, hanya sekitar 25-50 persen pengidap hipertiroid yang bisa sembuh dengan obat. Sisanya harus bolak-balik ke dokter untuk terus mendapatkan penanganan khusus. Berikut ini pengobatan yang dijalani pengidap hipertiroid:

  • Konsumsi obat anti-tiroid. Obat ini membantu mencegah kelenjar tiroid membentuk hormon baru. Perlu diketahui bahwa obat ini tidak permanen dalam merusak tiroid, tetapi pada sebagian orang muncul mengalami efek samping yang serius.

  • Konsumsi obat yodium radioaktif. Obat ini dikonsumsi untuk mencegah pelepasan hormon tiroid berlebih.

  • Konsumsi obat beta-blocker untuk memperlambat detak jantung. Obat ini tidak menurunkan kadar hormon tiroid, tetapi bisa membantu meringankan gejala yang berkaitan dengan jantung berdetak cepat.

  • Operasi, dilakukan untuk mengambil semua atau sebagian dari tiroid. Tindakan ini disebut tiroidektomi.

Baca Juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Itulah aturan aman berpuasa bagi pengidap hipertiroid. Kalau kamu punya keluhan kesehatan selama puasa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!