• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Kardiomiopati, Jalani Pola Hidup Sehat Ini

Idap Kardiomiopati, Jalani Pola Hidup Sehat Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Jangan abaikan nyeri pada dada yang terus kamu rasakan. Nyeri pada dada dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada jantung. Berbagai gangguan jantung bisa dialami oleh siapa saja, salah satunya adalah kardiomiopati. Kardiomiopati adalah penyakit yang berhubungan dengan miokardium atau otot jantung ketika seseorang mengalami kelainan pada otot jantung meskipun tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Baca juga: Atur Pola Makan untuk Mencegah Kardiomiopati

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari penggunaan obat akibat kemoterapi dan terapi radiasi, mengalami infeksi, memiliki penyakit tiroid, hingga kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat. Tentunya, pengidap kardiomiopati harus mengubah pola hidup serta pola makan menjadi lebih baik lagi agar kondisi ini tidak kembali mengganggu kesehatan.

Hidup Sehat dapat Hindari Kardiomiopati

Tidak hanya pada orang yang memasuki usia lanjut, kardiomiopati dapat dialami oleh orang yang masih memiliki usia muda. Kardiomiopati yang diabaikan dapat berdampak buruk, seperti kematian mendadak. Untuk itu, kenali gejala yang menjadi tanda dari penyakit kardiomiopati agar kondisi ini dapat segera ditangani dengan baik.

Melansir Mayo Clinic, kardiomiopati tidak menimbulkan gejala awal, namun, jika kondisi bertambah parah, ada beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap kardiomiopati, seperti mengalami kesulitan bernapas bahkan ketika pengidap sedang beristirahat, mengalami pembengkakan pada area kaki, pergelangan kaki, dan tungkai, batuk ketika berbaring, kelelahan, nyeri dada, dan pusing.

Ada beberapa pemicu seseorang mengalami kardiomiopati, salah satunya adalah gaya hidup yang kurang sehat. Tidak hanya kardiomiopati, gaya hidup kurang sehat dan kebiasaan buruk yang terus dilakukan tentunya meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Jadi, tidak ada salahnya lakukan gaya hidup sehat untuk menghindari gangguan kesehatan, salah satunya kardiomiopati.

Baca juga: Olahraga Teratur Dapat Mencegah Kardiomiopati

Melansir American Heart Association, perubahan gaya hidup yang menjadi lebih sehat dapat menurunkan risiko gejala yang ditimbulkan oleh penyakit kardiomiopati. 

1. Jaga Pola Makan

Perbanyak mengonsumsi sayur, buah, dan makanan yang berasal dari produk gandum. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat tinggi. Membatasi makanan dengan kandungan garam juga dapat menurunkan risiko kondisi ini. 

Selain itu, pembatasan makanan dengan kandungan garam yang cukup tinggi juga dapat menghindari kamu dari risiko tekanan darah tinggi. Tidak hanya garam, perhatikan asupan makanan yang mengandung gula. Batasi makanan yang menggunakan pemanis buatan. 

2. Lakukan Aktivitas Fisik

Melansir American Heart Association, pengidap kardiomiopati perlu melakukan aktivitas fisik. Namun, sebaiknya hindari melakukan kegiatan yang terlalu berat. Segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai kegiatan fisik yang tepat bagi pengidap kardiomiopati.

3. Hindari Merokok dan Minuman Alkohol

Rokok dan alkohol dapat menjadi faktor pemicu seseorang mengalami kardiomiopati. Tidak ada salahnya menghentikan kebiasaan ini agar kesehatan dapat segera pulih.

4. Penuhi Kebutuhan Istirahat

Istirahat menjadi salah satu kegiatan yang cukup baik untuk memulihkan kesehatan, termasuk pada pengidap kardiomiopati. Jangan lupa penuhi kebutuhan tidur setiap harinya agar kesehatan tubuh semakin membaik.

5. Kelola Stres

Melansir American Heart Association, stres dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Jadi, tidak ada salahnya kelola dengan baik agar gejala kardiomiopati yang dialami dapat berkurang.

Baca juga: Bisa Terjadi saat Hamil, Kenali Kardiomiopati Peripartum

Itulah beberapa gaya hidup sehat yang bisa dilakukan oleh pengidap kardiomiopati agar kesehatan segera pulih. Kardiomiopati yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada kesehatan, seperti gagal jantung, penggumpalan darah, gangguan katup jantung, hingga henti jantung.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. Stress and Heart Health
American Heart Association. Diakses pada 2020. Cardiomyopathy
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cardiomyopathy