• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Meningitis, Harus Kunjungi Dokter Spesialis Apa?

Idap Meningitis, Harus Kunjungi Dokter Spesialis Apa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Idap Meningitis, Harus Kunjungi Dokter Spesialis Apa?

Halodoc, Jakarta - Meningitis adalah penyakit kompleks yang dalam beberapa kasus bisa membahayakan dan bisa merenggut nyawa pengidapnya. Karena kondisinya yang sangat kompleks ini, pengobatan meningitis memerlukan tim dokter dan profesional perawatan kesehatan untuk mendiagnosis dan mengobati infeksi tersebut.

Jika kamu atau anggota keluarga ada yang mengidap meningitis, maka ada beberapa dokter spesialis yang harus ditemui. Misalnya dokter anak karena meningitis juga rentan dialami bayi, anak, hingga remaja, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit menular, dan dokter spesialis saraf. 

Baca juga: Termasuk Berbahaya, Ini Cara Mendiagnosis Meningitis

Waspadai Gejala Meningitis Sejak Dini

Gejala awal meningitis mungkin mirip dengan flu (influenza). Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau selama beberapa hari. Tanda dan gejala yang mungkin terjadi pada siapa pun yang berusia di atas 2 tahun meliputi:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala parah yang tampaknya berbeda dari biasanya.
  • Sakit kepala disertai mual atau muntah.
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  • Kejang.
  • Kantuk atau sulit bangun.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Tidak ada nafsu makan atau haus.
  • Ruam kulit (terkadang, seperti pada meningitis meningokokus).

Meningitis juga sangat rentan dialami bayi baru lahir. Bayi yang baru lahir atau balita juga bisa menunjukkan beberapa tanda yang mengindikasikan meningitis, seperti: 

  • Demam tinggi.
  • Menangis terus-menerus atau rewel.
  • Rasa kantuk yang berlebihan.
  • Kesulitan bangun dari tidur.
  • Pasif dan lesu.
  • Tidak mau bangun untuk makan.
  • Selera makan yang buruk.
  • Muntah.
  • Tonjolan di titik lunak di atas kepala bayi (ubun-ubun).
  • Kekakuan di tubuh dan leher,
  • Bayi dengan meningitis mungkin sulit untuk dihibur, dan bahkan mungkin lebih keras menangis saat digendong.

Segera cari pertolongan medis jika seseorang dalam keluarga mengalami tanda atau gejala meningitis seperti disebutkan di atas. Kamu juga bisa langsung menemui dokter di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang tepat. Apalagi kini buat janji dengan dokter di rumah sakit juga lebih mudah dilakukan melalui Halodoc. Dengan begini, kamu jadi tak perlu lagi repot antre di rumah sakit. 

Baca juga: Vaksinasi pada Bayi, Cara agar Mencegah Infeksi Meningitis

Penyebab Meningitis

Infeksi virus adalah penyebab meningitis yang paling umum, diikuti oleh infeksi bakteri dan, jarang, infeksi jamur dan parasit. Karena infeksi bakteri dapat mengancam nyawa, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Meningitis Bakteri

Bakteri yang masuk ke aliran darah dan berjalan ke otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan meningitis bakterial akut. Namun ini juga bisa terjadi ketika bakteri langsung menyerang meninges. Ini mungkin disebabkan oleh infeksi telinga atau sinus, patah tulang tengkorak, atau usai menjalani operasi. Beberapa strain bakteri dapat menyebabkan meningitis bakterial akut, dan paling sering adalah Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), Neisseria meningitidis (meningococcus), Haemophilus influenzae (haemophilus), dan Listeria monocytogenes (listeria). 

Meningitis Virus

Meningitis virus biasanya ringan dan sering hilang dengan sendirinya. Sebagian besar kasus disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal sebagai enterovirus, yang paling umum terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Virus seperti virus herpes simpleks, HIV, virus gondongan, virus West Nile dan lain-lain juga dapat menyebabkan virus meningitis.

Meningitis Kronis

Organisme yang tumbuh lambat (seperti jamur dan Mycobacterium tuberculosis) yang menyerang selaput dan cairan yang mengelilingi otak bisa menyebabkan meningitis kronis. Meningitis kronis berkembang selama dua minggu atau lebih.

Meningitis Jamur

Meningitis jamur relatif jarang terjadi. Ia sering tertular dengan menghirup spora jamur yang mungkin ditemukan di tanah, kayu yang membusuk dan kotoran burung. Meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang. Meningitis kriptokokus adalah bentuk jamur umum dari penyakit yang menyerang orang dengan defisiensi imun, seperti AIDS. Ini mengancam jiwa jika tidak diobati dengan obat antijamur. Dengan pengobatan pun meningitis jamur bisa kambuh.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Penyakit Meningitis yang Perlu Dipahami

Waspadai Komplikasi Meningitis

Kamu perlu ingat bahwa komplikasi meningitis bisa parah. Semakin lama seseorang mengidap penyakit ini tanpa pengobatan, semakin besar risiko kejang dan kerusakan saraf permanen, termasuk:

  • Kehilangan pendengaran.
  • Kesulitan memori.
  • Kerusakan otak.
  • Masalah gaya berjalan.
  • Kejang.
  • Gagal ginjal.
  • Syok.
  • Kematian.

Dengan pengobatan yang tepat, bahkan orang dengan meningitis parah pun dapat pulih dengan baik.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2021. Your Meningitis Treatment Team.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Meningitis.
Medscape. Diakses pada 2021. Meningitis.