Idap Neuroblastoma, Ini Diagnosis yang Tepat

Idap Neuroblastoma, Ini Diagnosis yang Tepat

Halodoc, Jakarta – Nyatanya, penyakit kanker tidak hanya mengancam kesehatan orang dewasa. Anak-anak pun dapat terserang penyakit yang cukup mematikan ini. Neuroblastoma adalah salah satu jenis kanker yang sangat rentan menyerang anak-anak. Jenis kanker ini termasuk dalam jenis kanker yang cukup langka. Tidak hanya itu, kanker neuroblastoma berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak.

Baca juga: Kanker Langka, Ketahui Penyebab Terkena Neuroblastoma

Neuroblast yang seharusnya bertumbuh dan berkembang sebagai sel saraf justru akan membentuk tumor atau benjolan padat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada beberapa bagian tubuh seperti salah satu kelenjar di atas ginjal. Tidak hanya itu, neuroblastoma terkadang juga muncul pada bagian jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, perut, dada hingga panggul.

Kondisi ini umumnya menyerang anak yang memiliki usia di bawah 5 tahun. Penyebab umum neuroblastoma adalah perkembangan neuroblast yang belum matang atau belum sempurna. Kondisi ini nyatanya terjadi ketika anak masih berkembang dalam kandungan. Umumnya, setelah dilahirkan neuroblast tidak akan tersisa. Jika neuroblast masih ada, neuroblast akan berangsur-angsur menghilang. Sedangkan pada kasus neuroblastoma, neuroblast yang tersisa bukannya menghilang malah berkembang menjadi tumor.

Ketahui Gejala Neuroblastoma

Awalnya penyakit ini tidak menunjukan gejala apapun. Namun, lama kelamaan gejala akan muncul sesuai dengan lokasi tumbuhnya tumor dan tingkat keparahan penyakit neuroblastoma. Neuroblastoma yang berada pada bagian perut umumnya akan menyebabkan pengidap merasa nyeri perut, mengalami susah buang air besar atau konstipasi, mengerasnya beberapa bagian kulit, selera makan yang berkurang dan penurunan berat badan.

Jika tumor muncul pada bagian dada, pengidap neuroblastoma akan mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada serta adanya perubahan pada bagian mata.

Baca juga: Mengidap Neuroblastoma, Tubuh Akan Mengalami Hal Ini

Diagnosa Neuroblastoma

Setelah dilakukan pemeriksaan berdasarkan gejala yang dialami oleh pengidap neuroblastoma, ada beberapa pemeriksaan atau diagnosa yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi neuroblastoma:

1. Tes Darah atau Tes Urine

Tes darah ataupun tes urine menjadi salah satu pemeriksaan yang akan dilalui oleh pengidap neuroblastoma untuk melihat kadar zat katekolamin dalam tubuh. Biasanya, pengidap neuroblastoma memiliki kadar zat katekolamin yang sangat tinggi dalam tubuhnya.

2. Pencitraan

Dengan pengambilan gambar melalui CT Scan, USG atau MRI dokter memastikan kondisi neuroblastoma pada pengidap. Prosedur ini bertujuan untuk melihat kondisi tumor pada bagian tubuh secara mendetail.

3. Biopsi

Biopsi bisa dilakukan untuk memastikan kondisi neuroblastoma. Pengambilan dan pengujian sampel  sel kanker banyak dilakukan untuk memastikan sel kanker tidak menyebar pada bagian sumsum tulang belakang.

Perkembangan Neuroblastoma dalam Tubuh

Kenali tahapan-tahapan perkembangan dari penyakit neuroblastoma agar penangannya bisa lebih dilakukan lebih dini, yaitu sebagai berikut:

1. Stadium 1

Pada kondisi ini, penyakit neuroblastoma belum menyebar dan masih berada pada satu area saja. Jika penyakit neuroblastoma masih dideteksi pada tahap ini, masih bisa dilakukan penanganan dengan tindakan operasi.

2. Stadium 2

Penyakit neuroblastoma belum menyebar namun sulit untuk diatasi dengan tindakan operasi.

3. Stadium 3

Kondisi tumor tidak dapat dihilangkan dengan tindakan operasi karena ukurannya yang sudah cukup besar.

4. Stadium 4

Pada tahap ini, penyakit neuroblastoma sudah menyebar pada bagian organ yang lain.

Tidak ada salahnya untuk segera mengatasi penyakit neuroblastoma agar anak terhindar dari komplikasi yang disebabkan oleh penyakit ini. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan anak. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga:  Jangan Diabaikan, Ketahui 3 Komplikasi Akibat Neuroblastoma