Idap Obesitas, Hindari 4 Asupan Ini Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Idap Obesitas, Hindari 4 Asupan Ini Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Sebagian besar orang mungkin menganggap bulan puasa identik dengan penurunan berat badan. Ini karena, asupan makanan dan minuman lebih sedikit akibat menahan rasa lapar seharian. Namun, tidak banyak pula orang-orang yang malah mengalami kenaikan berat badan.

Penyebabnya mungkin bermacam-macam, seperti langsung mengonsumsi makanan berat saat berbuka ditambah makanan tersebut tinggi kalori. Mungkin tidak menjadi masalah yang sangat besar bagi orang yang memiliki berat badan ideal. Namun, bagi pengidap obesitas tentunya berbahaya.

Baca Juga: Puasa Malah Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Peningkatan berat badan saat bulan puasa berisiko menempatkan pengidap obesitas dalam berbagai penyakit. Karena itu, orang dengan kondisi tersebut perlu memerhatikan cara makan serta memilih jenis makanan yang tepat. Pola makan sehat adalah kunci untuk kesehatan yang baik serta menjaga berat badan yang sehat pula. Nah, berikut beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi pengidap obesitas di bulan puasa, yaitu:

  • Gandum murni, contohnya beras merah, beras hitam, ataupun quinoa.

  • Sayuran selain kentang.

  • Buah utuh.

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian.

  • Ikan dan unggas.

  • Minyak nabati.

  • Air putih atau minuman lain yang bebas kalori.

Selain jenis makanan sehat, terdapat banyak jenis makanan lain yang sebaiknya dihindari pengidap obesitas. Pasalnya, makanan-makanan ini dapat meningkatkan jumlah kalori dan lemak, sehingga berat badan bisa semakin naik secara signifikan. Berikut jenis makanannya :

1. Daging Merah

Daging merah seperti daging sapi, kambing, domba dan rusa kaya akan lemak dan kolesterol. Peningkatan keduanya dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes. Studi lain juga menemukan bahwa konsumsi daging merah menimbulkan peningkatan risiko kanker kolorektal bersama dengan banyak faktor gaya hidup dan genetik lainnya.

Karena alasan tersebut, pengidap obesitas lebih baik menghindari konsumsi daging merah apalagi pada bulan puasa maupun lebaran. Di Indonesia, hari raya idulfitri identik dengan mengonsumsi makanan yang mengandung santan dan daging. Untuk menghindari risiko penyakit di atas, pengidap obesitas perlu bijak dalam mengonsumsi makanan.

2. Gorengan

Gorengan sering menjadi takjil untuk santapan berbuka puasa. Rasa gurih dan renyah dari gorengan memang sangat nikmat disantap bersama lontong yang biasa menjadi pendampingnya. Namun, dibalik semua kenikmatannya gorengan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi pengidap obesitas.

Baca Juga: Ini 4 Bahaya di Balik Perut Buncit yang Sering Diabaikan

Gorengan mengandung banyak lemak, kalori, dan garam. Proses penggorengan makanan dapat mengubah kualitas nutrisi dan meningkatkan kandungan kalori. Ditambah jika minyak yang digunakan sudah dipakai berulang-ulang, sehingga mengandung lemak trans.

3. Minuman Manis

Selain gorengan, minuman manis juga cocok sebagai menu berbuka. Aneka sop dan jus buah mudah ditemui di berbagai tempat pada bulan puasa. Seperti yang kamu ketahui, bahan yang terkandung di dalam sop dan jus buah ini mengandung banyak sekali gula. Mulai dari, air gula, susu dan sirup semuanya bercampur ke dalam satu porsi sop buah.

Tingginya kadar gula di dalam minuman manis sangat erat hubungannya dengan penambahan berat badan dan dapat memiliki efek kesehatan yang buruk ketika dikonsumsi secara berlebihan. Kalori gula cair tidak membuat kenyang dan tidak akan membuat seseorang untuk makan lebih sedikit. Sebaliknya, minuman ini malah menambahkan kalori ini di atas asupan normal harian.

4. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji memang sangat praktis dikonsumsi terlebih jika kamu terburu-buru untuk berbuka puasa atau sahur. Meski cepat dan praktis, tapi makanan sangat tinggi kalori dan  mengandung bahan-bahan tidak sehat, seperti tepung olahan dan daging olahan. Terlalu mengonsumsi makanan cepat saji diduga bisa memicu kanker akibat bahan pengawet yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Saat Puasa

Pengidap obesitas sebaiknya hindari jenis makanan diatas agar berat badan tidak semakin melonjak ya. Akan lebih baik jika bulan puasa ini dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan ke angka yang lebih ideal. Kamu bisa bertanya ke ahli gizi Halodoc untuk membantu kamu menjalankan diet selama bulan puasa. Gunakan fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!