• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Rhinitis Alergi Perlukah Pemeriksaan Endoskopi THT?

Idap Rhinitis Alergi Perlukah Pemeriksaan Endoskopi THT?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Rhinitis alergi atau hay fever adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai jenis alergen, contohnya serbuk sari, debu, atau bulu hewan. Gejalanya dapat berupa bersin-bersin, hidung gatal, dan tersumbat. Selain itu, rhinitis alergi juga dapat menyebabkan ruam di kulit, mata merah dan berair, serta sakit tenggorokan.

Untuk bisa mengobati rhinitis alergi, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik penunjang. Salah satu jenis pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memastikan diagnosis rhinitis alergi adalah endoskopi THT atau endoskopi hidung. Meski begitu, ada beberapa pemeriksaan lain yang juga diperlukan.

Baca juga: Waspada Sering Bersin di Pagi Hari, Tanda Terserang Rhinitis Alergi

Endoskopi THT dan Pemeriksaan Lain untuk Rhinitis Alergi

Sebelum melakukan endoskopi THT dan pemeriksaan lainnya, dokter biasanya akan mengawali diagnosis rhinitis alergi dengan menanyakan gejala yang dialami dan riwayat kesehatan keluarga. Kemudian, dokter akan memeriksa hidung untuk mencari kelainan yang dapat menjadi penyebab kemunculan gejala.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan gejala, dokter akan melakukan tes alergi kulit untuk memastikan jenis alergen yang menimbulkan rhinitis alergi. Tes alergi kulit dilakukan dengan menusukkan alergen ke dalam kulit, lalu menunggu apakah timbul reaksi alergi atau tidak. Lewat tes ini, dokter dapat mengetahui jenis alergen yang memicu alergi. Untuk memastikan diagnosis rhinitis alergi, dokter dapat menyarankan pengidap untuk menjalani tes penunjang, seperti endoskopi THT dan CT scan.

Baca juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Umumnya, gejala rhinitis alergi memang terbilang ringan dan mudah ditangani. Namun pada beberapa kasus, dapat juga muncul gejala yang cukup berat sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika:

  • Mengalami gejala yang terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung membaik.
  • Obat alergi yang biasa diminum tidak efektif atau justru memicu efek samping yang mengganggu.
  • Mengidap penyakit lain yang bisa memperparah rhinitis alergi, misalnya sinusitis, asma, atau polip dalam rongga hidung.

Jika kamu memiliki anak dan anggota keluarga lain mempunyai riwayat alergi atau asma, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terkait kemungkinan munculnya asma pada anak. Pada kondisi ini, dokter biasanya akan memberikan penjelasan tentang penanganan pertama bila muncul rhinitis alergi pada anak.

Berbagai Pemicu Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi biasanya disebabkan adanya kelainan respons sistem imun terhadap zat pemicu alergi atau alergen. Pada kondisi normal, zat tersebut memang tidak berbahaya bagi sistem imun. Namun pada orang yang memiliki alergi, sistem imun akan menganggapnya berbahaya hingga timbullah reaksi alergi.

Baca juga: Waspada Komplikasi Rhinitis Bila Tak Segera Ditangani

Pada rhinitis alergi, reaksi biasanya dipicu oleh masuknya alergen ke dalam rongga hidung. Reaksi inilah yang akan menimbulkan gejala-gejala rhinitis alergi seperti bersin, pilek, dan hidung gatal. Ada berbagai alergen yang bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh jika terhirup melalui hidung, yaitu:

  • Serbuk sari.
  • Tungau.
  • Spora jamur atau kapang.
  • Debu.
  • Kulit dan bulu hewan.
  • Serbuk gergaji.
  • Lateks.

Rhinitis alergi dapat terjadi pada siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya rhinitis alergi. Beberapa di antaranya adalah faktor keturunan (terutama jika orangtua atau saudara kandung juga memiliki kondisi yang sama), memiliki alergi jenis lain, dan sering terpapar asap rokok.

Referensi:
American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Diakses pada 2020. Conditions and Treatments: Rhinitis (Hay Fever).
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Allergic Rhinitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Disease and Conditions : Hay Fever.
Healthline. Diakses pada 2020. Allergic Rhinitis.