21 May 2019

Ikut Berpuasa, Perlukah Ibu Hamil Minum Suplemen Saat Puasa?

Ikut Berpuasa, Perlukah Ibu Hamil Minum Suplemen Saat Puasa?

Halodoc, Jakarta - Ibu hamil berpuasa boleh-boleh saja. Asal telah berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan, kebugaran tubuh, dan usia kehamilan. Bagi ibu hamil yang ingin berpuasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satu yang utama adalah asupan nutrisi, agar puasa tidak berdampak buruk pada tumbuh kembang janin. Nah, terkait asupan, sebenarnya perlu tidak sih ibu hamil minum suplemen saat puasa? Adakah manfaat suplemen saat puasa bagi ibu hamil?

Sebenarnya, ibu hamil yang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi lewat menu makanan yang seimbang mungkin tidak perlu mengonsumsi suplemen. Masalahnya, menu makanan seimbang yang perlu dikonsumsi sangatlah beragam. Mulai dari sayuran, buah, ikan, dan daging. Ini mungkin lebih sulit dilakukan saat puasa, mengingat waktu makan dan minum yang diperbolehkan relatif terbatas, yaitu hanya pada sahur dan berbuka.

Baca juga: Mengenal Kandungan Suplemen untuk Ibu Hamil yang Paling Tepat

Nah, jika memenuhi asupan makanan seimbang itu dirasa sulit, mengonsumsi suplemen mungkin diperlukan guna membantu mencukupi nutrisi. Namun, perlu diingat bahwa ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terkait suplemen apa yang aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, penting untuk diketahui juga bahwa suplemen bersifat hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan. Artinya, jika ingin berpuasa, ibu hamil tetap perlu mengusahakan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi melalui makanan.

Jenis Suplemen yang Dibutuhkan Ibu Hamil saat Puasa

Banyak nutrisi penting yang perlu dipenuhi ibu hamil saat puasa guna mendukung perkembangan dan pertumbuhan janinnya. Beberapa suplemen yang dibutuhkan ibu hamil saat puasa adalah:

1. Asam Folat

Asam folat merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan ibu hamil, terutama pada masa awal-awal kehamilan. Zat gizi ini berperan penting dalam pembelahan sel dan pembentukan organ. Kekurangan asam folat selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf (perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi tidak normal). Kekurangan asam folat juga dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami anemia.

Untuk mencegah hal tersebut, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 600 mikrogram per harinya. Ini bisa didapatkan ibu hamil dengan mengonsumsi sayuran hijau (bayam, brokoli, kale, dan asparagus), jeruk, stroberi, sereal yang diperkaya asam folat, dan juga dari suplemen asam folat.

Baca juga: 7 Tips Pilih Suplemen Tambahan untuk Ibu Hamil

2. Zat Besi

Kebutuhan zat besi juga meningkat saat hamil, sehingga ibu hamil perlu tambahan asupan zat besi lebih banyak. Hal ini karena selama masa kehamilan volume darah ibu terus bertambah, untuk mendukung perubahan tubuh ibu dan juga untuk perkembangan janin dalam kandungan.

Banyak ibu hamil mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besinya dari makanan, sehingga perlu asupan tambahan dari suplemen zat besi. Kebutuhan zat besi untuk ibu hamil per harinya adalah sebesar 26-39 miligram. Semakin tua usia kehamilan, kebutuhan zat besi semakin meningkat. Kekurangan zat besi saat hamil dapat menyebabkan ibu hamil mengalami anemia.

3. Kalsium

Ibu hamil juga perlu asupan kalsium tambahan selama kehamilan. Kebutuhan kalsium yang harus dipenuhi ibu hamil adalah sebesar 1.300 miligram. Ini bukan merupakan jumlah yang sedikit, sehingga beberapa ibu hamil mungkin butuh asupan kalsium tambahan dari suplemen kalsium, terlebih saat sedang puasa.

Kebutuhan kalsium meningkat saat kehamilan karena janin mengambil kalsium yang ada di tubuh ibu untuk membangun tulang, struktur saraf, dan otot. Jadi, untuk mengganti kalsium yang telah diambil janin, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium. Jika ibu hamil kekurangan kalsium, maka kekuatan tulang ibu sendiri yang berisiko.

Baca juga: Hati-Hati Kelebihan Vitamin A pada Ibu Hamil

Itulah sedikit penjelasan tentang pentingnya suplemen untuk ibu hamil saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!