Implan Payudara hingga Berukuran N, Ini Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Implan Payudara hingga Berukuran N, Ini Risikonya

Halodoc, Jakarta – Model dan aktris film dewasa berusia 24 tahun, Amber Alena, telah mendambakan ukuran payudara yang besar sejak usia 17 tahun. Alih-alih hanya bermimpi, Alena mewujudkannya dengan melakukan operasi implan payudara berkali-kali, hingga menghabiskan uang ratusan juta. Ukuran payudaranya yang awalnya B, kini menjadi N, dan Alena merasa bahagia dengan hal itu.

Ya, menghabiskan uangnya untuk mengubah ukuran payudaranya merupakan cara Alena untuk bahagia, bukan semata-mata untuk menunjang karir, begitulah yang ia ungkapkan dalam NY Post. Itulah sebabnya Alena tidak peduli pada bagaimana orang-orang menghakimi dan berkata miring tentangnya.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Terlepas dari tujuan estetika, memiliki ukuran payudara yang terlampau besar dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Namun, Alena mengaku punya cara untuk mengatasi rasa sakit tersebut, yaitu dengan melakukan olahraga secara rutin.

Risiko yang Mengintai dari Prosedur Implan Payudara

Berdasarkan tujuannya, implan payudara terbagi menjadi 2 jenis, yaitu rekonstruksi dan kosmetik. Rekonstruksi payudara merupakan prosedur implan yang dilakukan setelah pengangkatan payudara karena suatu penyakit, seperti misalnya kanker payudara. Sementara itu, implan payudara yang tujuannya kosmetik dilakukan untuk memperbaiki penampilan, dengan cara membesarkan atau mengencangkan payudara.

Implan payudara dilakukan dengan memasukkan silikon implan berisi gel ke bagian dalam payudara, tepatnya di atas atau bawah otot dada, melalui tindakan bedah. Implan yang dimasukkan pun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu saline dan silikon. Implan saline merupakan kantong silikon berisi air garam steril. 

Sementara implan silikon adalah kantong yang berisi gel silikon lengket yang mirip seperti lemak manusia. Implan payudara saline hanya boleh dilakukan pada pasien yang berusia 18 tahun ke atas, sedangkan implan silikon diperbolehkan untuk pasien dengan minimal usia 22 tahun.

Baca Juga: Payudara Besar Sebelah Normal atau Masalah?

Kedua jenis implan tersebut memiliki risiko komplikasi, seperti:

  • Payudara terasa nyeri.
  • Infeksi.
  • Perubahan sensitivitas pada payudara dan puting.
  • Jaringan parut yang mendesak posisi implan.
  • Implan pecah atau bocor.

Selain itu, implan payudara juga bisa memicu terjadinya kanker yang menyerang sel-sel dalam sistem imun. Hal ini tentu sangat berbahaya, terlebih pengecekan kanker dengan mammogram juga semakin sulit untuk dilakukan karena keberadaan implan dalam payudara. Jika berencana untuk menyusui anak di kemudian hari, sebaiknya pertimbangkan lagi rencana melakukan implan payudara.

Meski hingga kini belum diketahui pasti seberapa besar implan payudara dapat berdampak pada kondisi ASI, akan ada risiko kesehatan yang mungkin mengintai jika kantong implan mengalami kebocoran tanpa disadari sang ibu. Jadi sebaiknya perhitungkan dengan matang berbagai risiko yang mungkin terjadi. sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur implan payudara.

Kamu bisa diskusi dengan dokter lebih lanjut tentang implan payudara dan berbagai risikonya di aplikasi Halodoc, lewat Chat atau Voice/Video Call. Jika dokter menyarankan untuk memeriksakan kondisi tubuh secara langsung di rumah sakit, kamu bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc juga. Jadi pastikan sudah download dan install aplikasinya, ya.

Begini Prosedur Pemasangan Implan Payudara

Sebelum pemasangan implan payudara, pasien akan diberi bius agar tertidur dan tidak merasakan sakit. Selanjutnya, dokter akan membuat sayatan di bagian bawah payudara, lengan, dan sekitar puting. Seberapa banyak sayatan yang dibuat akan tergantung pada jenis implan, bentuk tubuh, dan berapa banyak perubahan yang akan dilakukan pada payudara.

Baca juga: Gerakan Yoga untuk Mengencangkan Payudara

Setelah sayatan dibuat, implan dimasukkan ke sebuah ruang di bagian atas atau bawah otot dada. Setelah implan selesai dimasukkan, dokter akan menutup sayatan tersebut dengan menjahitnya dan menutupnya dengan kain kasa. Prosedur ini umumnya berlangsung selama 12 jam.

Beberapa waktu setelah operasi dilakukan, payudara akan mengalami pembengkakan dan terbentuk jaringan parut. Namun biasanya pembengkakan akan mereda dan jaringan parut akan hilang. Selama masa pemulihan, pasien disarankan untuk menggunakan bra khusus guna menopang payudara. 

Selain itu, pasien juga tidak diperbolehkan mengangkat beban berat selama 6 minggu pasca operasi, agar kondisinya tetap aman. Perlu diketahui bahwa prosedur implan payudara membutuhkan perawatan secara berkala, sehingga pemeriksaan MRI perlu dilakukan setelah 3 tahun sejak dilakukan implantasi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan pada implan.

Jika pernah menjalani implan payudara, ada kemungkinan kamu harus melakukan bedah lanjutan untuk mengganti implan, terutama jika ada komplikasi atau perubahan bentuk dan ukuran payudara. Semakin lama implan tertanam dalam payudara, semakin besar pula risiko komplikasi yang mungkin ditimbulkan.

Referensi:
NY Post. Diakses pada 2019. Model spends $25K on surgery to increase breast size to N cup.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Breast Implants: Saline VS Silicone.
Web MD. Diakses pada 2019. Breast Implants.