Mengenal Imunohistokimia, Pemeriksaan Spesifik dalam Patologi Anatomi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal Imunohistokimia, Pemeriksaan Spesifik dalam Patologi Anatomi

Halodoc, Jakarta - Salah satu pemeriksaan spesifik dalam patologi anatomi adalah imunohistokimia. Sebenarnya, apa sih imunohistokimia itu? Imunohistokimia adalah aplikasi penting dari antibodi monoklonal serta poliklonal untuk menentukan distribusi jaringan antigen yang menarik dalam kesehatan dan penyakit.

Imunohistokimia digunakan untuk diagnosis penyakit, penelitian biologi, pengembangan obat-obatan, dan terapi sensitif sesuai dengan jenis kankernya. Sebagai contohnya, dengan menggunakan penanda tumor spesifik, dokter menggunakan metode ini untuk mendiagnosis tumor jinak atau ganas, menentukan stadium dan kelasnya, dan untuk mengidentifikasi jenis sel dan asal metastasis untuk menemukan lokasi tumor primer.

Berbagai penyakit dan kondisi non-neoplastik lainnya didiagnosis menggunakan metode ini sebagai alat utama untuk atau prosedur terkonfirmasi. Dalam konteks penelitian, imunohistokimia digunakan sendiri atau bersama dengan teknik lainnya, misalnya pengembangan jaringan dan organ normal, proses patologis, penyembuhan luka, kematian dan perbaikan sel, dan banyak bidang lainnya,

Baca juga: Inilah 5 Fakta Penting Mengenai Patologi Anatomi

Tidak ketinggalan, imunohistokimia digunakan dalam pengembangan obat untuk menguji kemanjuran obat dengan mendeteksi aktivitas atau naik turunnya penanda penyakit di jaringan target maupun di lokasi tubuh lainnya. Imunohistokimia tradisional didasarkan pada immunostaining bagian tipis jaringan yang melekat pada slide kaca.

Persiapan Sampel

Pengumpulan dan persiapan sampel memainkan peran penting dalam imunohistokimia karena lokasi antigen sangat bergantung pada kualitas sampel jaringan. Ada dua jenis sampel dalam metode ini, yaitu:

  • Sampel berupa sel yang terbagi lagi menjadi dua, yaitu adherent cell dan non-adherent cell. Sel adheren kemudian terbagi lagi menjadi dua, yaitu sel panjat (penumbuhan sel yang melekat pada pelat kultur multi-bukaan dengan penutup kaca atau wadah kultur) dan kultur sel langsung (kultur sel yang melekat pada pembuluh kultur atau pelat kultur multi-bukaan). sementara itu, sel non-adheren berupa sel smear (tempelan sel non-adheren pada coverlip dengan ikatan kimia), dan eksentrik sel smear (menyatukan sel non-adheren pada pembuluh biakan dengan mikrosentrifugal.

  • Sampel jaringan biasanya diambil dari spesimen berbagai sumber: biopsi, pembedahan, model hewan, atau otopsi. Tiga jenis spesimen utama memberikan jaringan segar sementara otopsi diambil setelah seekor hewan atau seseorang mati atau meninggal dunia selama dua jam atau kurang, yang merupakan autolisis postmortem. Oleh karena antigen dapat mengalami denaturasi, menghilang, dan difus, spesimen autopsi harus difiksasi sesegera mungkin agar tidak berpengaruh pada labelnya.

Baca juga: Jenis Penyakit yang Bisa Dicek Melalui Patologi Anatomi

Imunohistokimia, Trauma Otak, dan Masalah Otot

Pada beberapa tahun terakhir, pewarnaan imunohistokimia untuk protein prekursor beta amiloid telah divalidasi sebagai metode untuk mendeteksi cedera aksonal dalam waktu dua hingga tiga jam dari cedera kepala. Deteksi imunohistokimia dari cedera aksonal berguna dalam menetapkan waktu traumatis dalam pengaturan medico-legal.

Sementara dalam kaitannya dengan masalah otot, diagnostik spesifik seperti distrofi otot penting karena implikasi konseling genetik dari penyakit turunan dan prognostikasi yang akurat. Dalam beberapa tahun terakhir, kelainan pada beberapa protein otot telat diidentifikasi pada distrofi otot.

Kelainan tersebut melibatkan protein yang terletak pada sarcolemma, matriks ekstraseluler, sitosol, nukleus, dan lainnya. Penggunaan imunohistokimia membantu dalam menegakkan diagnosis spesifik dari distrofi otot yang diketahui sebagai kelainan protein spesifik.

Baca juga: Jenis-Jenis Patologi Anatomi oleh Dokter Spesialis

Itu tadi ulasan mengenai imunohistokimia yang menjadi salah satu pemeriksaan spesifik dari patologi anatomi. Kalau kamu masih kurang jelas dan ingin mengetahui lebih banyak, tanyakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu proses yang ribet, kamu cukup download aplikasi Halodoc.