• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Bakteri dan Virus Dapat Sebabkan Orchitis

Infeksi Bakteri dan Virus Dapat Sebabkan Orchitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Infeksi Bakteri dan Virus Dapat Sebabkan Orchitis

Halodoc, Jakarta - Hanya terjadi pada pria, orchitis merupakan peradangan pada salah satu atau kedua testis atau buah zakar yang ada dalam skrotum. Akibatnya, testis jadi membengkak dan menimbulkan gejala mengganggu lainnya. Infeksi bakteri dan virus dapat sebabkan orchitis.

Namun, pada kebanyakan kasus, penyakit ini terjadi akibat bakteri yang juga dapat menyebabkan infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Pada beberapa kasus, bakteri penyebab orchitis juga bisa menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan struktur kantong pembuahan di bagian belakang testis. 

Baca juga: Infeksi Menular Seksual Dapat Sebabkan Orchitis

Penyebab Orchitis adalah Infeksi Bakteri dan Virus

Beberapa jenis bakteri yang sering menyebabkan orchitis adalah Escherichia coli, Staphylococcus, dan Streptococcus. Sementara itu, jenis virus yang paling umum jadi penyebab orchitis adalah virus penyebab gondongan, paramyxoviruses. Orchitis akibat virus tersebut biasanya berkembang dalam waktu 4-6 hari setelah gondongan. 

Seseorang bisa lebih berisiko mengalami orchitis, jika:

  • Belum pernah mendapatkan vaksin MMR.
  • Mengalami infeksi saluran kemih.
  • Melakukan prosedur operasi yang berhubungan dengan alat kelamin atau saluran kemih.
  • Mengidap kelainan bawaan pada saluran kemih.
  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman.

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual pada Pria yang Perlu Diketahui

Gejala yang Ditimbulkan Orchitis

Ada berbagai gejala mengganggu yang bisa ditimbulkan orchitis, yaitu:

  • Nyeri dan pembengkakan pada bagian skrotum atau testis.
  • Mual.
  • Demam.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Adanya darah dalam sperma.
  • Testis terasa sakit jika disentuh dan ketika berhubungan intim.

Jika kamu mengalami gejala yang telah disebutkan tadi, atau memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang orchitis, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya dengan dokter, kapan dan di mana saja. Kondisi tubuh masing-masing orang berbeda. Jadi, sebaiknya selalu konsultasikan ke dokter untuk memeriksa dan menangani kondisi kesehatan yang kamu alami.

Pilihan Pengobatan untuk Orchitis

Pengobatan untuk orchitis akan tergantung pada apa yang jadi penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan antibiotik oral, untuk diminum selama 10 hari, atau sesuai kondisi. Jenis antibiotik yang diberikan akan disesuaikan dengan bakteri penyebab orchitis. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Unik Penyakit Menular Seksual

Jika gejala orchitis yang dialami cukup parah, dokter mungkin akan memberikan antibiotik bentuk suntik. Pada beberapa kondisi, jika orchitis disebabkan oleh penyakit menular seksual, pasangan pengidap juga harus diperiksa dan diobati.

Sementara itu, pada orchitis yang disebabkan oleh virus, dokter biasanya akan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan naproxen. Obat tersebut akan diberikan untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri yang dialami. 

Lalu, gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi orchitis adalah:

  • Kompres dingin area testis, untuk mengurangi bengkak dan sakit.
  • Kenakan cawat pelindung penis dan testis, seperti yang digunakan oleh atlet.
  • Minum banyak air putih dan minum obat yang diresepkan oleh dokter secara teratur atau sesuai dosis.
  • Gunakan kondom untuk menghindari penularan infeksi melalui hubungan intim.
  • Segera beritahu dokter jika rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Jika gejala yang dialami tak kunjung sembuh atau justru semakin parah, sebaiknya segera bicarakan lagi dengan dokter. Sebab, kondisi yang dialami setiap pengidap bisa berbeda-beda.

Referensi:
United States National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Orchitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Orchitis.
Healthline. Diakses pada 2020. What is orchitis?