• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Kulit pada Bayi Bisa Terjadi karena Alergi Susu Sapi

Infeksi Kulit pada Bayi Bisa Terjadi karena Alergi Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Infeksi kulit, atau yang dikenal dengan istilah impetigo merupakan kondisi umum pada bayi dan anak-anak. Infeksi kulit adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya bercak merah atau lepuhan pada kulit, terutama pada bagian wajah, tangan, juga kaki. Meskipun penyakit ini tidak menimbulkan dampak yang serius, tetapi perlu dikontrol dan diperhatikan gejalanya. Apakah alergi susu sapi bisa menjadi penyebab infeksi kulit pada bayi? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Waspada Kandungan Merkuri pada Kosmetik Picu Infeksi Kulit

Alergi Susu dan Infeksi Kulit pada Bayi, Apa Kaitanya?

Alergi susu sapi merupakan kondisi yang ditandai dengan muntah atau diare setelah mengonsumsi susu sapi. Alergi ini menjadi salah satu jenis alergi makanan yang paling banyak dialami bayi, apalagi jika salah satu orangtua mengalami kondisi yang sama. Selain susu formula langsung, alergi dapat terjadi saat bayi mengonsumsi produk olahan susu sapi atau ASI dari ibu yang mengonsumsi susu sapi.

Penyakit ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu. Apakah infeksi kulit bisa menjadi salah satu tandanya? Jawabannya adalah, iya. Saat Si Kecil mengidap alergi susu sapi, ia akan mengalami sejumlah infeksi kulit, seperti gatal dan ruam kulit, pembengkakan di bagian tubuh tertentu, mata berair, serta hidung tersumbat.

Namun, bukan hanya infeksi kulit pada bayi saja yang muncul, Si Kecil bisa saja mengalami gangguan pencernaan, seperti kram atau nyeri perut, muntah, perut kembung, atau diare. Jika sudah mengalami sejumlah gejalanya, ia akan sangat rewel dan terus menangis karena rasa sensasi gejala-gejala tersebut. Gejalanya sendiri dapat muncul dalam hitungan menit atau beberapa jam setelah mengonsumsi susu sapi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat mengalami reaksi alergi parah atau yang dikenal dengan syok anafilaksis. Kondisi tersebut ditandai dengan sejumlah gejala, seperti sesak napas, pingsan, atau pembengkakan pada lidah, bibir, atau tenggorokan

Baca juga: Kenali Bedanya Purging pada Wajah dengan Infeksi Kulit

Ini yang Harus Ibu Lakukan

Untuk mencegah alergi susu, langkah terbaik yang dilakukan adalah memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan Si Kecil. Selama itu juga, bayi tidak disarankan untuk mengonsumsi apapun yang berasal dari susu sapi atau olahannya, seperti keju atau yoghurt. Begitu pula bagi ibu, ibu dilarang mengonsumsi apapun yang terbuat dari susu sapi atau olahannya. 

Jika Si Kecil diharuskan untuk mengonsumsi susu formula karena kondisi medis tertentu, pilih susu sapi dengan bahan hypoallergenic guna menurunkan risiko alergi. Ibu juga dapat memberikannya susu formula yang berbahan dasar kacang kedelai. Untuk mengganti susu anak, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya. Pasalnya, beberapa bayi yang mengidap alergi susu sapi bisa saja alergi terhadap kedelai.

Baca juga: Ketahui 4 Jenis Infeksi Kulit yang Disebabkan Bakteri

Jika alergi susu sapi yang dialami oleh Si Kecil memicu penurunan berat badan, sulit mengalami kenaikan berat badan, sering sakit, atau memicu munculnya reaksi anafilaksis, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. Anafilaksis merupakan kondisi berbahaya. Pasalnya, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Milk Allergies (Milk Protein Allergy).
WebMD. Diakses pada 2020. Could My Infant Have Cows’ Milk Allergy?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Impetigo.