• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Menular Seksual Bisa Sebabkan Trikomoniasis

Infeksi Menular Seksual Bisa Sebabkan Trikomoniasis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang sangat umum terjadi dan disebabkan oleh infeksi parasit protozoa yang disebut Trichomonas vaginalis. Gejala penyakit ini bervariasi, tetapi ada juga yang tanpa gejala.

Parasit berpindah dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi saat berhubungan seks. Pada wanita, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah saluran genital bawah (vulva, vagina, serviks, atau uretra). Sedangkan pada pria, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah bagian dalam penis (uretra). Saat berhubungan intim, parasit biasanya berpindah dari penis ke vagina, atau dari vagina ke penis. 

Baca juga: Kenali Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Kenali Gejala Trikomoniasis

Tanda dan gejala trikomoniasis untuk wanita meliputi:

1. Keputihan yang seringkali berbau busuk, berwarna putih, abu-abu, kuning, atau hijau.

2. Kemerahan pada alat kelamin, disertai dengan rasa perih dan gatal.

3. Nyeri saat buang air kecil atau hubungan intim.

Trikomoniasis jarang menimbulkan gejala pada pria. Namun, ketika pria memiliki tanda dan gejala, itu mungkin termasuk:

1. Iritasi di dalam penis.

2. Rasa seperti terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi.

3. Keluarnya cairan dari penis.

Beberapa faktor risiko yang mengembangkan trikomoniasis adalah:

1. Memiliki banyak pasangan seksual.

2. Memiliki riwayat infeksi menular seksual lainnya.

3. Punya trikomoniasis sebelumnya.

4. Berhubungan intim tanpa kondom.

Wanita hamil yang mengalami trikomoniasis bisa mengalami kelahiran prematur, punya bayi dengan berat badan lahir rendah, dan menularkan infeksi ke bayi bayi melewati jalan lahir. Mengidap trikomoniasis juga tampaknya memudahkan perempuan untuk terinfeksi HIV, virus penyebab AIDS.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 5 Hal yang Dilakukan Agar Tidak Terkena Trikomoniasis

Bagaimana pencegahannya? Seperti infeksi menular seksual lainnya, satu-satunya cara untuk mencegah trikomoniasis adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko Untuk menurunkan risiko, gunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan intim.

Informasi selengkapnya mengenai  trikomoniasis, bisa ditanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Infeksi Menular Seks yang Bisa Disembuhkan

Perawatan yang paling umum untuk trikomoniasis, bahkan untuk wanita hamil, adalah dengan menelan satu megadosis metronidazol (Flagyl) atau tinidazole (Tindamax). Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan dosis metronidazol yang lebih rendah dua kali sehari selama tujuh hari.

Jika sedang menjalani perawatan, ada baiknya untuk menghindari hubungan intim sampai infeksinya sembuh, yang memakan waktu sekitar satu minggu. Jangan minum alkohol selama 24 jam setelah mengonsumsi metronidazole atau 72 jam setelah mengonsumsi tinidazole, karena dapat menyebabkan mual dan muntah yang parah.

Dokter mungkin akan melakukan pengujian ulang dua minggu hingga tiga bulan setelah perawatan untuk memastikan kamu tidak mengalami infeksi ulang. Trikomoniasis yang tidak diobati dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Baca juga: Sudah Diobati, Bisakah Chlamydia Kambuh Kembali?

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, trikomoniasis adalah infeksi menular seks yang paling umum disembuhkan. Di Amerika Serikat, diperkirakan 3,7 juta orang terinfeksi. Namun, hanya sekitar 30 persen yang mengalami gejala trikomoniasis. 

Infeksi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Wanita yang lebih tua lebih mungkin terinfeksi trikomoniasis dibandingkan wanita yang lebih muda. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya juga, beberapa orang dengan infeksi bisa mengalami gejala sementara yang lain tidak. Kondisi ini bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Meski begitu, orang yang terinfeksi tanpa gejala masih dapat menularkan infeksi kepada orang lainnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Trichomoniasis.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Trichomoniasis - CDC Fact Sheet.