• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ingat, Lakukan 8 Hal Ini untuk Cegah Angka COVID-19 yang Kian Naik

Ingat, Lakukan 8 Hal Ini untuk Cegah Angka COVID-19 yang Kian Naik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - "Suasana minggu-minggu terakhir ini cukup membuat masyarakat khawatir. Makin banyak yang tidak taat protokol kesehatan. Kasus positif COVID-19 kini mencapai 111.455 orang, 68.975 sembuh, dan 5.236 meninggal.”

Begitulah cuitan presiden Joko Widodo (Jokowi) dari akun Twitternya, Senin (3/8). Jokowi juga kembali mengingatkan, agar penerapan protokol kesehatan terus disosialisasikan pada masyarakat. 

Kekhawatiran, keresahan, atau ketakutan terhadap pagebluk COVID-19 sebenarnya tak cuma terjadi di negara kita, tapi secara global. Sampai saat ini hanya segelintir negara yang sukses melawan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Sisanya? Harus mati-matian untuk mengusir virus corona yang jahatnya bukan main. 

Sebenarnya, kekhawatiran atau ketakutan yang kita alami memiliki sisi positif. Di dunia psikologi, rasa takut ada untuk membantu kita menghadapi bahaya dan bertahan hidup. Pada kasus COVID-19, ketakutan ini mendorong kita untuk menaati segala peraturan atau protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak dengan orang lain. 

Di Indonesia, pandemi COVID-19 sudah berlangsung selama lima bulan. Pertanyaannya, masih ingatkah berbagai cara mencegah penularan virus corona? Atau justru sudah bosan melakukannya? 

Nah, berikut beberapa cara mencegah penularan COVID-19 yang angkanya kian hari semakin melambung. 

Baca juga: Benarkah Tes Agresif Sebabkan Kasus Positif Corona Makin Meningkat?

1. Kuatkan Sistem Imun

Virus corona dan virus lainnya punya satu kesamaan. Virus bersifat self limiting disease, alias bisa mati dengan sendirinya. Lalu, bagaimana cara membunuh virus tersebut?

Singkatnya, kalau daya tahan tubuh baik, maka tubuh akan melawan virus tersebut. Lalu, bagaimana mana cara meningkatkan sistem imun?

  • Istirahat yang cukup. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 7-8 jam dan remaja sekitar 9-10 jam.
  • Perbanyak makan sayur dan buah.  Kandungan vitamin dan mineral sayur dan buah memperkuat sistem imun tubuh.
  • Hindari Stres.  Stress yang tidak terkendali dan berkepanjangan bisa meningkatkan hormon kortisol. Dalam jangka panjang hormon kortisol ini bisa menurunkan sistem imun.
  • Hindari rokok dan alkohol. Paparan asap rokok dan alkohol secara berlebih dapat merusak sistem imun.
  • Rutin berolahraga. Direkomendasikan untuk berolahraga 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki.


2. Rutin Mencuci Tangan

Sudah bosan terus-terusan mencuci tangan selama lima bulan ini? Demi kebaikan diri dan orang lain, jangan pernah bosan dan malas melakukan tindakan ini. Cucilah tangan setidaknya selama 20 detik dengan sabun dan air, atau pembersih tangan dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen. Kapan waktu yang tepat mencuci tangan? 

  • Sebelum memasak atau makan.
  • Setelah menggunakan kamar mandi.
  • Setelah menutup hidung saat batuk, atau bersin.
  • Setelah memegang barang-barang yang umumnya sering disentuh banyak orang (gagang pintu, smartphone, tombol lift, dll).


3. Jangan Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut

Untuk mencegah penularan virus corona, jangan sekali-kali menyentuh mata, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan tidak bersih. Ingat, penularan virus corona bisa terjadi ketika tangan menyentuh barang yang terkontaminasi virus, dan kemudian menyentuh mata atau wajah.  

Baca juga: Kita Semua Vs Virus Corona, Siapa Pemenangnya?


4. Hindari Tempat Keramaian

Pertimbangkanlah untuk mengambil langkah pencegahan ekstra. Contohnya, menghindari tempat keramaian bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset dari pemerintah Tiongkok, lansia dan pengidap penyakit kronis, memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.


5. Isolasi Diri saat Sakit

Untuk mencegah penularan virus corona, sebaiknya jangan bepergian atau berkumpul dengan teman atau keluarga, bila dirimu dalam keadaan sakit. Apalagi bila sakitnya menunjukkan gejala-gejala COVID-19.

Lakukanlah isolasi diri secara mandiri di rumah. Ingat isolasi diri ini hanya direkomendasikan untuk gejala awal corona seperti sakit tenggorokan ringan. Andaikan gejala tidak membaik, bahkan semakin berkembang, segeralah temui dokter atau petugas kesehatan untuk penanganan yang tepat. 

Gunakanlah masker untuk meminimalkan risiko penyebaran virus corona ke orang lain saat pergi ke klinik atau rumah sakit. Bila pergi keluar dalam keadaan sakit, hindarilah transportasi umum untuk mencegah penyebaran virus.


6. Selalu Kenakan Masker 

Selalu pakai masker, terutama apabila sedang sakit. Pastikan menggunakannya dengan benar. Penggunaan masker bagi orang sakit bisa meminimalkan risiko penyebaran virus bagi orang lain di sekitarnya. Untuk mereka yang merasa sehat, kenakan masker kain seperti yang dianjurkan pemerintah dan tenaga medis. 

Baca juga: WHO: Gejala Ringan Corona Bisa Dirawat di Rumah


7. Ingat, Batuk ada Etikanya

Ketika batuk atau bersin, tutuplah mulut dan hidung menggunakan lekukan siku atau tisu. Kemudian, buanglah tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup. 


8. Persiapkan Obat dan Disinfektan

Pastikan kamu memiliki persediaan obat-obatan dan disinfektan di rumah. Bila anggota keluarga ada yang sakit, berilah obat pereda gejala yang dijual bebas, kemudian segera temui dokter di rumah sakit. Sedangkan disinfektan bertujuan untuk membersihkan permukaan benda yang terkontaminasi virus dari orang sakit. 

Menurut riset, virus corona terbaru atau SARS-CoV-2 bisa bertahan di permukaan benda, selama beberapa jam hingga hitungan hari. Bersihkan benda-benda yang rawan dihinggapi virus secara teratur. Misalnya gagang pintung, ponsel pintar, pegangan tangga, hingga telepon. 


Yuk, cegah penularan virus corona mulai dari diri sendiri. Anggaplah kita sudah ‘terinfeksi’ virus ini, seperti yang dikatakan profesor infectious disease modelling, Graham Medley, di London School of Hygiene and Tropical Medicine.

“Saya pikir cara paling baik (mencegah penularan virus corona) adalah membayangkan bahwa Anda mengidap virus tersebut, dan mengubah perilaku sehingga tak menularkannya pada orang lain.”

Artinya, kita telah mengurangi kemungkinan untuk ‘tertular’ dan ‘menularkan’ COVID-19. Nah, mau tahu lebih jauh mengenai cara mencegah virus corona? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu ke luar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Self Isolation. Dr. dr. Erlina Burhan MSc. Sp.P(K). Diakses pada 2020. Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI - RSUP Persahabatan, Satgas Waspada dan Siaga COVID-19 PB IDI 
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Coronavirus Infections 
Web MD. Diakses pada 2020. Preparing for Coronavirus: Dos and Don’ts
WHO. Diakses pada 2020. Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), Wuhan, China.
The Independent - UK and Worldwide News. Diakses pada 2020. Coronavirus: Pretend you are infected already to protect yourself, advises health professor