• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ingin Mengganti Makanan Kucing? Perhatikan Hal Ini

Ingin Mengganti Makanan Kucing? Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Tidak semua kucing suka dengan makanan yang biasanya kamu berikan. Sangat mungkin terjadi, ada ketidakcocokan kandungan atau bahan dalam pakan kucing yang kamu berikan dengan hewan kesayanganmu ini sehingga muncul reaksi, seperti bulu rontok, diare, hingga alergi. Jika sudah demikian, saatnya kamu mengganti pakan untuk kucingmu agar masalah yang dialami tidak berlarut-larut. 

Namun, mengganti makanan kucing terlalu sering juga tidak dianjurkan, lho. Pasalnya, terlalu sering mengganti pakan kucing juga bisa mengakibatkan kucing mengalami gangguan pencernaan. Inilah mengapa, sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kucingmu, termasuk nutrisinya, agar kamu bisa memberikan makanan yang tepat untuknya. 

Waktu yang Tepat Mengganti Makanan Kucing

Memang benar, ada waktu-waktu ketika kamu harus mengganti makanan kucingmu. lalu, apa saja sebenarnya kondisi yang mengharuskan kamu melakukannya? Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Saat Usia Kucing Bertambah

Kebutuhan nutrisi kucing akan mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usianya. Sudah tentu, perbedaan usia ini membuat kamu harus mengganti makanannya. Ini karena kucing anakan atau kitten membutuhkan kalori dalam jumlah yang lebih besar jika dibandingkan dengan kucing dewasa, karena aktivitasnya pun lebih tinggi. Makanan untuk anak kucing diwajibkan memiliki kandungan lemak, protein, dan mineral, seperti fosfor dan kalsium. Sementara makanan untuk kucing dewasa dianjurkan memiliki kandungan kondroitin dan glukosamin.

Baca juga: Hati-Hati Bahaya Bulu Kucing pada Kesehatan

  • Kucing Sudah Steril

Ternyata, makanan yang diberikan pada kucing yang telah disteril juga berbeda dari makanan kucing pada umumnya. Kucing yang belum steril biasanya memiliki aktivitas yang lebih tinggi dan cenderung lebih aktif, dibandingkan dengan kucing yang telah disteril. Apabila asupan makanan tidak terjaga dengan baik, kucing yang sudah disteril akan mudah mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Ini artinya, ada penyesuaian terhadap pakan yang kamu berikan. Berikan pakan dengan kandungan protein yang tinggi guna menjaga massa otot, tetapi kurangi kandungan lemaknya, sekitar 25 persen dari kebutuhan normalnya. Kamu juga bisa memberikan makanan dengan kandungan serat tinggi guna membantu menjaga berat badan dan rasa kenyang lebih lama. 

  • Kucing Tidak Nafsu Makan

Tidak jauh berbeda dengan manusia, kucing pun bisa saja kehilangan nafsu makan. Biasanya, ini terjadi ketika kucing sakit, sedang birahi atau bosan dengan makanan yang kamu berikan. Tentunya, agar nafsu makannya bisa kembali, kamu disarankan untuk mengganti makanannya. Pemberian makanan basah disinyalir bisa membantu meningkatkan kembali nafsu makannya, karena tekstur makanan basah yang cenderung lembut dan aromanya yang terbilang lebih kuat.

Baca juga: Tidak Sama, Tips Tepat Merawat Anak Kucing Persia

  • Bulunya Bermasalah

Nutrisi yang terkandung pada makanan kucing memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesehatan bulunya. Tidak heran, karena protein dan lemak menjadi salah satu bahan penyusun sel kulit pada kucing. Selain itu, kandungan mineral dan vitamin pun membantu menjaga kesehatan kulit dan bulu kucing. Jadi, jika kucing mengalami kekurangan asupan nutrisi, tidak hanya tubuhnya yang menjadi kurus dan terlihat lemah, tetapi kulit dan bulunya pun akan tampak kusam.

Baca juga: Kenali Scabies, Penyakit Kulit Akibat Kutu Hewan

Meski begitu, kamu tetap harus mendapatkan arahan dari dokter hewan ketika berniat mengganti pakan kucingmu dengan yang baru. Bukan tanpa alasan, dengan mendapatkan arahan dari dokter hewan, kamu jadi lebih mengetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh kucingmu dan pakan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Tidak harus berkunjung ke klinik, kamu bisa tanya jawab langsung dengan dokter hewan melalui aplikasi Halodoc. Jadi, jangan biarkan kucing kesayanganmu tidak sehat dan lincah, ya!



Referensi: 
ProPlan. Diakses pada 2021. Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengganti Makanan Kucing.