05 March 2018

Ingin Sehat, Haruskah Jadi Vegetarian?

Ingin Sehat, Haruskah Jadi Vegetarian?

Halodoc, Jakarta – Menjadi vegetarian memang pilihan tiap orang. Saat ini enggak sedikit kok orang yang enggan untuk mengonsumsi sumber protein hewani, dan lebih memilih untuk menjadi vegan. Nah, bagi kamu yang ingin mengadopsi pola hidup seperti itu, ada baiknya untuk mengerti plus minus dari vegetarian. Yuk! Lihat penjelasan mengenai manfaat vegetarian untuk kesehatan dari para ahli.

Metabolisme Hampir Sempurna

Vegetarian memang menjadi satu pilihan makanan yang natural, sederhana, dan minim teknologi. Sebab sayur dan buah merupakan bahan alami yang tidak harus melewati proses nonalami. Menurut para ahli pola makan sehat berusaha memberikan tubuh asupan nutrisi yang tepat, takaran yang pas, dan memudahkan proses cerna. Nah, ini adalah syarat ideal untuk membuat metabolisme berjalan normal.

Tahu enggak? Dalam buku Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga, ahli-ahli gizi yang berbasis ilmu makanan yang dekat dengan alam, mengamini kalau sayuran dan buah segar yang dikonsumsi oleh para vegetarian mampu memenuhi tugas-tugas tersebut bagi tubuh. Beberapa ahli meninjau dari ketersediaan mineral siap pakai yang sangat diperlukan bagi tubuh, ada juga yang menelisik dari sisi pasokan enzim untuk membantu proses metabolisme. Enggak cuma itu, ada juga ahli yang memperhatikan dari sisi ketersediaan serat atau vitamin alami yang terkandung dalam sayuran dan buah yang membantu sistem pencernaan.

Kata ahli, manfaat vegetarian untuk kesehatan juga bisa membuat kondisi PH darah netral manusia, level identik dengan kesempurnaan fungsi metabolisme.  Pokoknya, masing-masing ahli punya alasan yang berkaitan satu sama lain mengenai manfaat vegetarian untuk kesehatan.

Perhatikan Efek Sampingnya

Namun, enggak sedikit lho pelaku vegetarian yang enggak mendapatkan efek kesehatan yang mereka harapkan. Misalnya, karena makan makanan vegetarian yang sudah terlalu banyak diproses. Nah, makanan yang telah dimasak berjam-jam, dicampur dengan santan kental, diasinkan atau dimaniskan secara berlebih, tentu enggak akan memberikan manfaat sehat.

Selain enggak mendapatkan efek yang diharapkan, ada juga beberapa orang yang malah berhadap dengan masalah kesehatan karena pola vegetarian. Berikut efek samping yang bisa terjadi:

  1. Defisiensi Vitamin B 12. Gejalanya anemia, lemas, kesemutan pada lengan dan kaki, dan gangguan keseimbangan.
  2. Kekurangan Seng. Bisa mengakibatkan kurangnya nafsu makan, rentan terhadap infeksi, rambut rontok, dan sejumlah gejala lainnya.
  3. Kurangnya Zat Besi. Gejalanya bisa meliputi kelelahan, lemas, rentan terhadap infeksi, dan perkembangan kognitif jadi lambat. Menurut studi, wanita yang kekurangan zat besi berisiko melahirkan bayi lahir prematur atau berat badan rendah.
  4. Defisiensi Kalsium. Yang satu ini bisa menyebabkan tipisnya kepadatan tulang dan osteoporisis, masalah gigi, dan kondisi medis lainnya.

So, kamu mesti hidup dengan pola keseimbangan yang tepat. Jika kamu ingin mengadopsi pola vegetarian, pilihlah bahan makanan yang tepat. Selain itu, kamu juga mesti pintar-pintar mencari alternatif lain untuk memenuhi beragam zat gizi yang biasanya kamu dapatkan dari produk hewani.

Jangan asal-asalan jadi Vegan

Bagi kamu yang ingin mengadopsi pola hidup vegetarian, jangan asal main memilih asupannya. Kamu mesti mempertimbangkan mana yang tepat dan benar untuk kesehatan tubuh kamu. Nah, berikut beberapa hal yang bisa membantu melancarkan proses pola makan vegetarian yang ingin kamu jalani:

  1. Jangan Langsung Berhenti Total

Sebaiknya kamu perlu mengurangi asupan hewani secara bertahap. Di samping itu, kamu juga baiknya meningkatkan konsumsi makanan nabati tiap minggu. Cobalah untuk menikmati nasi dengan sup sayuran atau sayur tumis.

  1. Jangan Ragu Bertanya

Jika kamu sedang menghadiri acara makan di restoran atau tempat lainnya, hal ini kadang akan menyulitkan kamu yang baru menerapkan pola makan vegetarian. Oleh sebab itu, kamu jangan ragu untuk bertanya. Misalnya, terdapat pilihan mie, maka mintalah mencampurnya dengan sayuran. Selain itu, kamu juga bisa meminta sajian biasa tapi dengan perlakukan khusus. Contoh, tidak menyertakan daging atau produk-produk lain yang kamu hindari.

  1.  Pintar Memilih Pengganti Daging

Karena kamu enggak lagi memakan daging, sudah semestinya kamu harus mencari alternatifnya. Tujuannya jelas, demi kebutuhan protein tubuhmu  terpenuhi. Cobalah buat satu resep favorit. Contoh, perbanyak jenis sayuran dan kacang-kacangan pada hidangan sup, dibandingkan menambahkan ayam atau daging. Kamu bisa juga menyajikan tempe atau tahu goreng sebagai asupan protein.

  1. Rajin Mencari Resep Baru

Karena kamu baru memulai pola hidup vegan, ada baiknya kamu mencari menu dan resep vegetarian melalui internet atau buku.  Makin banyak jenis makanan yang kamu konsumsi, makin besar kemungkinan asupan nutrisi dapat terpenuhi.

Bagaimana, tertarik untuk menerapkan pola vegetarian? Nah, agar manfaat vegetarian untuk kesehatan bisa kamu dapatkan, kamu mesti memahami nilai-nilai gizi dalam makanan yang kamu konsumsi. Kamu perlu menyeimbangkan pilihan makanan untuk mendapatkan asupan gizi yang tepat agar kesehatan tubuh kamu tetap terjaga dan makin sehat.

Nah, agar enggak salah kaprah dalam menerapkan hidup vegetarian, kamu bisa lho berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya mengenai masalah iniYuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.