Ingusan Susah Sembuh Saat Musim Hujan, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ingusan Susah Sembuh Saat Musim Hujan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Pilek terjadi akibat infeksi virus pada hidung dan pernapasan yang menyerang tubuh saat sistem imun rendah. Kondisi ini rentan terjadi saat musim hujan karena suhu dinginnya memengaruhi daya tahan tubuh. Gejala pilek umumnya berupa hidung meler atau dikenal dengan istilah ingusan. Lantas, benarkah ingusan susah sembuh waktu musim hujan? Berikut faktanya.

  1. Mitos: Dilarang Bepergian Ketika Pilek

Saat terserang pilek, kebanyakan orang menetap di rumah agar tidak bertambah parah. Kondisi ini wajar saja dilakukan karena virus pilek mudah menular. Namun, bukan berarti pengidap pilek dilarang bepergian ke luar rumah karena sebenarnya, paparan sinar matahari bisa memicu aktifnya sel darah putih yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus pilek. Hanya saja, pastikan kamu menggunakan masker agar tidak menularkan virus pilek ke orang lain.

Baca Juga: Musim Hujan Bisa Menyebabkan Pilek? Hoax atau Fakta?

  1. Fakta: Dilarang Berenang dan Berada di Ruangan Ber-AC

Virus flu lebih stabil pada suhu dingin. Sehingga saat kamu mengidap pilek, hindari aktivitas berenang atau berada di ruangan ber-AC karena virus pilek cenderung bertahan lebih lama (kebal) pada suhu dingin. Jika dibiasakan, virus pilek justru rentan menular ke orang lain.

  1. Mitos: Dilarang Minum Susu

Anggapan lain yang salah adalah, dilarang minum susu saat pilek. Orang beranggapan bahwa minum susu dapat memperbanyak lendir di tenggorokan. Padahal, hal tersebut tidak benar. Susu tidak akan memberi efek negatif pada tubuh. Kamu justru dianjurkan minum susu hangat saat pilek untuk meredakan sakit tenggorokan atau lidah yang pahit.

  1. Mitos: Obat Flu Dapat Menyembuhkan Pilek

Banyak orang yang beranggapan pilek harus diatasi dengan minum obat agar cepat sembuh. Padahal, minum obat untuk menyembuhkan pilek tidak sepenuhnya benar. Pilek umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari, sehingga tidak perlu mendapatkan penanganan medis khusus. Obat pilek tidak menyembuhkan pilek, melainkan meredakan gejala pilek yang muncul.

Baca Juga: Musim Hujan Bisa Menyebabkan Pilek? Hoax atau Fakta?

  1. Mitos: Antibiotik Menyembuhkan Pilek

Mengonsumsi antibiotik tidak akan menyembuhkan pilek. Antibiotik hanya berfungsi melawan bakteri, sehingga tidak akan ampuh untuk melawan virus penyebab pilek. Jika terus-menerus dikonsumsi untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus, lama-kelamaan antibiotik menjadi tidak efektif dalam melawan bakteri jahat dan mengalami resistensi (semakin kuat melawan efek obat).

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar pilek yang perlu diketahui. Agar tidak terserang pilek, kamu dianjurkan rajin mencuci tangan dan memakai masker ketika bepergian atau sedang berada di tengah kerumunan orang. Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin secara rutin agar daya tahan tubuh kuat. Kamu bisa membeli vitamin menggunakan fitur Apotik Antar yang ada di Halodoc. Tinggal pesan vitamin atau obat yang dibutuhkan, lalu pesanan akan diantar ke tempat kamu. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!