• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 12 Gejala Blefaritis, Peradangan pada Kelopak Mata
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 12 Gejala Blefaritis, Peradangan pada Kelopak Mata

Ini 12 Gejala Blefaritis, Peradangan pada Kelopak Mata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 April 2020
Ini 12 Gejala Blefaritis, Peradangan pada Kelopak Mata

Halodoc, Jakarta - Masalah mata tak hanya menyoal mata merah, iritasi, atau konjungtivitis saja. Meski kita sudah cukup rutin memeriksakan mata ke dokter, tetapi hal-hal aneh pada mata bisa saja muncul sebagai tanda yang mesti diwaspadai. Misalnya, pertumbuhan bulu mata yang tidak normal yang bisa menandai adanya blefaritis pada mata.

Blefaritis sendiri merupakan peradangan atau iritasi mata yang bisa berujung pada gatal di bagian mata atau timbulnya rasa seperti terbakar. Kondisi ini diakibatkan oleh bakteri atau hewan mikroskopik yang tinggal di kelopak mata. Misalnya, terdapat kutu pada bulu mata.

Tak cuma itu, beberapa ahli juga menduga kalau keluhan mata ini juga bisa dikarenakan kelainan pada kelenjar minyak dan efek samping pengunaan obat-obatan.

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala blefaritis yang umumnya terjadi pada pengidapnya? Selengkapnya, baca ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Kutu Mata Bisa Sebabkan Blefaritis

Dari Gatal sampai Tampak Kering

Berbicara gejala blefaritis sama halnya membicarakan banyak keluhan. Pasalnya, penyakit mata ini bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Dalam banyak kasus, biasanya blefaritis akan terjadi pada kedua mata.

Meski begitu, gejala yang timbul akan lebih parah pada salah satu kelopak mata. Di samping itu, gejala ini bisa saja semakin memburuk di pagi hari. Nah, berikut ini gejala blefaritis yang bisa terjadi:

  1. Timbul rasa gatal, nyeri, bengkak, dan kemerahan pada kelopak mata.

  2. Bulu mata berkerak atau berminyak.

  3. Sering mengedipkan mata.

  4. Mata terasa berpasir.

  5. Adanya sensasi panas pada kelopak mata.

  6. Hilangnya bulu mata pada kasus yang berat.

  7. Kelopak mata menjadi lengket.

  8. Mata menjadi lebih peka terhadap cahaya (fotofobia).

  9. Penglihatan menjadi buram.

  10. Terjadinya pengelupasan kulit di sekitar mata.

  11. Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.

  12. Mata tampak berair, bisa juga tampak kering.

Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas, segerala temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Mirip Jerawat di Kelopak Mata Disebut Blefaritis

Tips Mengatasi Gejalanya

Setidaknya ada beberapa cara alami yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi keluhan ini di stadium awal. Berikut cara merawat dan membersihkan kelopak mata.

  1. Kompres

Caranya simpel kok. Gunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air hangat. Setelah itu, peras dan tempelkan ke mata selama lima menit. Pastikan mata dalam kondisi sedang tertutup saat mengompres. Kata ahli, cara ini bisa melunakkan kotoran mata yang mengering dan mengeras (krusta), sekaligus membersihkan kotoran berminyak yang menempel di bulu mata. 

2. Bersihkan Kotoran

Setelah mengompres mata, selanjutnya bersihkanlah kotoran yang menempel di pangkal bulu mata dengan kain bersih. Namun, pastikan kain tersebut sudah dibasahi dengan air hangat, setidaknya selama 30 detik di sela-sela pengompresan. Setelah itu, lakukan pemijatan pada pangkal bulu mata. Tujuannya, untuk mendorong kotoran yang menyumbat saluran minyak pada kelopak mata.

Baca juga: 4 Penyakit Mata yang Bisa Dialami Pengidap Diabetes

  1. Hindari Menggunakan Make Up

Bila dirimu telah mengidap blefaritis di stadium awal, sebaiknya hindarilah penggunaan make up di sekitar mata untuk mencegah iritasi agar tak semakin parah. Bila mata sudah sembuh, gunakanlah produk make up baru bila ingin memakai make up. Pasalnya, make up yang lama mungkin telah terkontaminasi. Jangan pula lupa untuk membersihkan make up di sekitar mata secara rutin. Misalnya, setelah menggunakan eyeliner, eyeshadow, maskara, dan sebagainya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Blepharitis.
Mayo Clinic Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Blepharitis.
Web MD. Diakses pada 2020. Blepharitis.