• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 2 Efek Samping Paracetamol dari Ringan hingga Berat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 2 Efek Samping Paracetamol dari Ringan hingga Berat

Ini 2 Efek Samping Paracetamol dari Ringan hingga Berat

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Desember 2022

“Paracetamol jarang menimbulkan efek samping bila digunakan dengan benar. Namun, bila digunakan melebihi dosis, ada berbagai efek samping paracetamol yang bisa terjadi, mulai dari ringan hingga berat.”

Ini 2 Efek Samping Paracetamol dari Ringan hingga BeratIni 2 Efek Samping Paracetamol dari Ringan hingga Berat

Halodoc, Jakarta – Paracetamol merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi rasa nyeri. Misalnya, sakit kepala, menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, atau nyeri saat pilek atau flu. Selain itu, obat ini juga bisa menurunkan demam.

Meski efektif untuk mengatasi rasa nyeri, kamu dianjurkan untuk menggunakan paracetamol secara bijak. Pasalnya, sama seperti obat pada umumnya, paracetamol juga bisa menimbulkan efek samping. Nah, berikut berbagai efek samping dari penggunaan paracetamol yang perlu diketahui.

Efek Samping Paracetamol

Paracetamol sebenarnya jarang menimbulkan efek samping bila kamu mengonsumsinya dengan dosis yang tepat. Namun, tiap orang bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap obat-obatan tertentu. Selain itu, acetaminophen (bahan aktif yang terkandung dalam paracetamol) bisa menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Bila kamu mengalami efek samping paracetamol, sebaiknya segera hubungi dokter.

Efek samping paracetamol bisa berkisar mulai dari ringan hingga serius:

1. Efek samping yang ringan

Reaksi alergi merupakan salah satu efek samping paracetamol yang paling umum. Efek samping ini juga bisa ringan maupun serius. Umumnya, reaksi alergi yang menjadi efek samping parasetamol adalah ruam, gatal-gatal atau bengkak. 

Segera temui dokter bila kamu mengalami reaksi alergi parah, seperti pusing parah dan sesak napas. Selain itu, efek samping paracetamol yang ringan yang juga bisa terjadi, yaitu demam ringan, sakit tenggorokan, sariawan, dan kelelahan.

2. Efek samping yang parah

Salah satu efek samping paracetamol yang parah adalah kerusakan hati dan ginjal. Hal itu bisa terjadi bila obat tersebut digunakan secara berlebihan, sehingga menyebabkan overdosis. Selain itu, efek samping berupa kemerahan, tekanan darah rendah, dan detak jantung meningkat ketika parasetamol diberikan langsung ke pembuluh darah di lengan. 

Efek samping paracetamol lainnya yang parah adalah kelainan darah, seperti trombositopenia (jumlah sel trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah).  

Bila kamu mengalami efek samping berikut, sebaiknya segera temui dokter untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan:

  • Kotoran berdarah atau hitam.
  • Urine berdarah atau berwarna keruh.
  • Nyeri di punggung bawah dan atau samping yang parah.
  • Penurunan tiba-tiba dalam jumlah urine.
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.
  • Mata atau kulit kuning.

Aturan Menggunakan Paracetamol

Agar terhindar dari efek samping di atas, kamu perlu menggunakan paracetamol  sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan produk. Ada banyak merek dan bentuk paracetamol yang tersedia. Baca petunjuk dosis dengan hati-hati untuk setiap produk, karena jumlah acetaminophen mungkin berbeda pada tiap produk. Dan jangan mengonsumsi acetaminophen lebih dari yang direkomendasikan.

Dosis parasetamol yang dianjurkan untuk orang dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas tidak lebih dari 1 gram setiap 4-6 jam hingga total 4 gram setiap hari. Dosis maksimum untuk anak-anak tergantung pada berat badan mereka. Baca kemasan produk untuk petunjuk mengenai dosis yang lebih jelas. Perlu diketahui, mengonsumsi paracetamol lebih dari dosis yang dianjurkan bisa berbahaya, karena bisa merusak hati dan berakibat fatal.

Jangan minum paracetamol untuk demam lebih dari 3 hari kecuali dianjurkan oleh dokter. Untuk orang dewasa, jangan gunakan obat ini untuk nyeri lebih dari 10 hari (5 hari pada anak-anak) kecuali diarahkan oleh dokter. Jika anak sakit tenggorokan (terutama disertai demam tinggi, sakit kepala, atau mual/muntah), segera konsultasikan ke dokter.

Beri tahu dokter juga jika kondisi kamu berlanjut atau memburuk atau jika kamu mengalami gejala baru. Kamu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami melalui aplikasi Halodoc.Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa kamu bisa tanya dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2022. Paracetamol Side Effects.
WebMD. Diakses pada 2022. Paracetamol Tablet – Uses, Side Effects, and More.
NHS Inform. Diakses pada 2022. Paracetamol.
Health Direct. Diakses pada 2022. Paracetamol.