11 October 2018

Ini 2 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Anak Autis

Ini 2 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Anak Autis

Halodoc, Jakarta - Merawat anak autis memang tidak mudah dan orang tua harus lebih ekstra dalam mengurusnya. Anak autis punya kesulitan dalam berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial namun bukan berarti mereka memiliki keterbatasan dalam beraktivitas. Mereka tetap dapat bermain dan ikut dalam tim olahraga agar tubuhnya tetap bugar. Olahraga juga wajib dilakukan oleh anak autis agar tubuhnya terhindar dari beragam masalah kesehatan fisik.

Orang tua harus bijak dalam memilih olahraga untuk anak yang disesuaikan dengan kondisi anak dan menyadari tidak semua olahraga cocok untuknya.

Seorang anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi, maka jenis olahraga yang dapat dipilih adalah olahraga individual. Selain itu, anak autis lebih mudah dilatih dengan olahraga yang menggunakan gerakan berulang-ulang dan bukan dengan ucapan verbal. Nah, berikut ini beberapa jenis olahraga yang cocok dilakukan dan diajarkan berdasarkan tipe autismenya:

Olahraga Tipe Autis Aktif

Anak autis pasif biasanya memiliki energi yang cenderung aktif dan dapat dikatakan hiperaktif. Mereka senang bergerak, ingin menjadi pusat perhatian, bahkan sulit diajak diam. Orang tua dapat memilih olahraga yang melatih ketangkasannya sehingga dapat menyalurkan energi dengan cara yang tepat. Beberapa olahraga yang dapat menjadi pilihan antara lain:

Sepak Bola

Olahraga semacam ini dapat menguras energi anak dengan cara yang baik dan menyenangkan. Saat bermain sepak bola, anak akan aktif bergerak berlari-lari, menggiring, dan menendang bola. Otot-otot kaki anak terlatih dan semakin kuat sehingga baik untuk pertumbuhan.

Basket

Sama seperti sepak bola, basket akan membuat anak aktif bergerak menggiring dan melempar bola ke ring basket. Selain itu, olahraga ini melatih anak autis untuk belajar berkonsentrasi dan berpikir cerdas dalam memasukkan bola ke dalam ring.

Lari atau Jogging

Berlari atau jogging adalah pilihan tepat olahraga lainnya yang dapat diajarkan kepada anak autis. Olahraga ini dinilai dapat mengurangi hiperaktivitas, meningkatkan daya tahan otot, dan kemampuan sosial anak autis. Rajin melakukan olahraga ini akan meningkatkan kesadaran sosial, kemampuan kognitif, dan kemampuan berkomunikasinya seperti yang dipaparkan dalam The  Academy of Pediatric Physical Therapy’s Section on Pediatric 2016 Annual Conference.

Olahraga Autis Pasif

Berbeda dengan tipe autis aktif, anak yang memiliki tipe autis pasif cenderung lebih pendiam. Pemilihan olahraga yang tepat wajib dilakukan sebab jika tidak sesuai anak bisa trauma atau enggan melakukannya lagi. Nah, jenis olahraga autis pasif yang dapat dilakukan sebagai berikut:

Renang

Olahraga renang ini dapat membuat tubuh sehat karena seluruh tubuh anak bergerak dengan bebas dan meluapkan emosinya. Rajin berenang dapat melatih setiap otot tubuh anak dan ia akan belajar bersosialisasi dengan orang-orang yang ia temui di kolam. Orang tua dapat menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak tidak cepat bosan.

Bowling

Kebanyakan anak autis biasanya mengalami gangguan pada motorik kasar dan halus, sehingga aktivitasnya cenderung terbatas. Untuk itu, olahraga bowling disarankan karena olahraga ini akan melibatkan seluruh tubuh anak. Sebuah penelitian juga mendukung hal ini, sebab permainan bowling mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak autis.

Jika ibu sudah tahu autis tipe apa yang anak alami, maka segera ajak anak untuk berolahraga. Apabila ibu punya pertanyaan lain seputar olahraga untuk anak autis atau keluhan kesehatan yang Si Kecil rasakan, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat bertanya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: