• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Cara Mencegah Cedera Kepala saat Olahraga
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Cara Mencegah Cedera Kepala saat Olahraga

Ini 3 Cara Mencegah Cedera Kepala saat Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Oktober 2020
Ini 3 Cara Mencegah Cedera Kepala saat Olahraga

Halodoc, Jakarta – Berolahraga secara rutin baik dilakukan karena dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, kamu juga perlu berhati-hati, karena cedera kepala paling sering terjadi saat berolahraga. Kepala adalah bagian tubuh penting yang perlu dilindungi karena di dalamnya terdapat otak, organ yang vital dan rapuh.

Beberapa olahraga tertentu sangat memungkinkan terjadinya pukulan atau hantaman yang sangat keras pada kepala, sehingga menyebabkan cedera kepala. Itulah penting untuk melindungi kepala saat berolahraga agar tidak terjadi cedera kepala. 

Baca juga: 9 Cedera Olahraga yang Sering Terjadi

Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera kepala saat berolahraga:

1.Gunakan Helm atau Pelindung Kepala

Beli dan gunakan helm atau pelindung kepala yang sudah disetujui oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Helm yang disetujui oleh SNI memiliki stempel yang menunjukkan hal tersebut. Stempel tersebut menunjukkan helm sudah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah, sehingga aman untuk digunakan.

Selain itu, helm dan pelindung kepala untuk olahraga juga tersedia dalam berbagai ukuran dan model untuk berbagai jenis olahraga. Nah, pilih helm yang sesuai dengan jenis olahraga dan ukuran kepala, sehingga memberikan perlindungan maksimal terhadap cedera kepala.

Helm atau pelindung kepala harus dipakai selama kamu melakukan jenis olahraga berikut: 

  • Bersepeda;
  • Hoki;
  • Baseball;
  • Berkuda
  • Skateboards;
  • Ski;
  • Gulat.

Baca juga: Gerakan dan Alat Olahraga yang Memicu Cedera

2.Kenakan Pakaian dan Perlengkapan Olahraga yang Baik 

Selain menggunakan helm atau pelindung kepala, kenakan juga pakaian yang sesuai untuk jenis olahraga yang kamu lakukan. Jangan mengenakan pakaian atau aksesori yang menghalangi penglihatan kamu saat berolahraga. Buang dan ganti alat olahraga atau alat pelindung yang rusak.

3.Perhatikan Keamanan Diri Sendiri saat Berolahraga

Saat melakukan olahraga tertentu, seperti berenang, misalnya, pastikan kamu mematuhi semua aturan dan tanda peringatan di kolam berenang maupun di pantai umum. Jangan menyelam di air dengan kedalaman kurang dari 12 kaki. Periksa terlebih dahulu kedalaman dan puing-puing yang mungkin ada di dalam air sebelum menyelam.

Begitu juga saat bersepeda atau bermain skateboard, patuhi semua rambu lalu lintas dan selalu berhati-hati saat melakukan olahraga tersebut. Kamu juga dianjurkan untuk menghindari permukaan aspal yang tidak rata atau tidak beraspal.

Bagi orangtua, selalu awasi anak-anak dan jangan biarkan mereka menggunakan peralatan atau bermain olahraga yang tidak sesuai dengan usia mereka. Sebaiknya jangan biarkan anak bermain di arena bermain dengan permukaan tanah yang keras.

Nah, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga agar dapat terhindar dari cedera kepala. Selain itu, kamu dianjurkan untuk tidak berolahraga saat sedang sakit atau kelelahan. Kamu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk minta tips-tips aman berolahraga atau mendiskusikan jenis olahraga yang sesuai untuk kamu.

Bila kamu melihat ada orang yang mengalami cedera kepala saat berolahraga, berikut pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisinya semakin parah: 

  • Jaga Orang Itu agar Tetap Diam

Sampai bantuan medis tiba, biarkan orang yang terluka berbaring dan diam, dengan kepala dan bahu sedikit diangkat. Jangan menggerakkan orang tersebut kecuali bila diperlukan, dan hindari menggerakkan leher orang tersebut. Bila orang tersebut memakai helm, jangan lepaskan.

  • Hentikan Perdarahan

Berikan tekanan yang kuat pada luka dengan kain kasa steril atau kain bersih untuk menghentikan perdarahan. Namun, jangan menekan langsung pada luka bila kamu mencurigai adanya patah tulang tengkorak.

  • Perhatikan Perubahan Pernapasan dan Kesadaran Orang yang Cedera

Bila orang yang cedera tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sirkulasi, seperti tidak ada pernapasan, batuk atau gerakan, mulailah melakukan CPR. Setelah itu, segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Itulah hal-hal penting yang perlu diketahui tentang cara mencegah cedera kepala saat berolahraga. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk menolong kamu menjaga kesehatan sehari-hari.

Referensi:
Brainline. Diakses pada 2020. Head Injury Prevention Tips.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Head trauma: First aid.