Ini 3 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Ini 3 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Popok memang identik dengan bayi. Popok berfungsi untuk menampung urine dan tinja yang dikeluarkan oleh bayi. Walau begitu, popok dapat menyebabkan ruam pada bokong hingga selangkangan. Ruam popok bayi terjadi ketika kulit bayi mengalami peradangan pada area yang terkena popok.

Area-area yang mengalami peradangan akan terlihat seperti bintik-bintik merah. Ruam popok bayi terjadi karena kulit yang bereaksi akibat sering bersinggungan dengan urine dan tinja di dalam popok. Ruam yang terjadi pada bayi yang menggunakan popok adalah hal yang lumrah. Walau begitu, ruam popok pada bayi dapat membuat bayi kerap menangis, karena merasa tidak nyaman.

Penyebab Ruam Popok Bayi

Ruam popok pada bayi umumnya tidak terjadi pada bayi yang baru lahir. Kebanyakan bayi yang mengalami ruam ketika usianya sekitar 9 hingga 12 bulan. Beberapa hal dapat menjadi penyebab ruam pada bayi yang menggunakan popok. Penyebab hal tersebut terjadi adalah:

  • Terlalu lama bersentuhan dengan urine dan tinja.

  • Kulit banyak bergesekan dan mengalami lecet.

  • Kulit bayi yang sensitif memiliki risiko lebih besar mengalami ruam.

  • Tidak cocok dengan produk bayi yang digunakan.

  • Pengaruh dari makanan yang baru dicoba juga dapat membuat bayi mengalami ruam.

  • Popok yang berudara lembap dapat menimbulkan infeksi bakteri atau jamur.

Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Terdapat beberapa cara yang dapat ibu lakukan untuk mencegah atau mengatasi ruam popok pada bayi. Cara-cara tersebut antara lain:

  1. Biasakan Mengecek Popok Bayi

Cara mengatasi ruam popok bayi yang dapat menyerang anak ibu adalah dengan membiasakan diri untuk mengecek popok bayi. Pengecekan tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah popok tersebut sudah terisi oleh urine atau tinja. Selalu pastikan tangan ibu bersih sebelum mengganti popok bayi dengan yang baru.

Sebelum memakaikan popok pada bayi, bersihkan terlebih dahulu kulit yang akan tertutup oleh kain popok. Pastikan memakai tisu basah yang tidak mengandung alkohol atau pewangi, karena dapat berbahaya bagi kulit bayi. Ibu juga bisa menggunakan tisu kering lalu basahkan sedikit. Setelah itu, barulah bersihkan kulit bayi dengan lembut.

  1. Mengganti Popok secara Rutin

Mengganti popok bayi secara rutin dapat membuat bayi terhindar dari ruam popok. Dengan selalu mengganti popok bayi yang sudah basah, ruam pasti dapat dihindari. Umumnya, popok harus diganti setiap dua hingga tiga jam sekali. Kulit yang lembap dapat menyebabkan ruam. Jika ruam terjadi terlalu lama, iritasi yang terjadi akan semakin parah.

Selalu pastikan popok yang digunakan bayi tidak terlalu ketat, karena dapat membuat kulit bayi bernapas lebih lega. Dengan begitu, kelembapan pada kulit pun dapat dihindari. Sebelum popok baru dikenakan, pastikan kulit bayi telah kering. Ketika kulit bayi masih basah, kelembapan kulit akan naik, sehingga memicu terjadinya ruam.

  1. Kenakan Pakaian yang Sesuai

Pilihlah baju yang tepat agar dapat meredakan ruam pada bayi. Dengan memakaikan baju yang ketat, kulit bayi akan menjadi lembap karena keringat bayi. Dengan begitu pun, risiko ruam akan meningkat. Selain itu, jika cuaca sedang panas, pilihlah bahan pakain yang dapat menyerap keringat. Bayi yang sedikit berkeringat akan meminimalisir terjadinya ruam.

Itulah 3 cara mengatasi ruam popok bayi. Jika ibu mempunyai pertanyaan perihal ruam pada bayi, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, ibu juga dapat membeli obat yang sedang dibutuhkan dan pesanan akan langsung di antar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: