• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Cara Sederhana untuk Mencegah Rabies
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Cara Sederhana untuk Mencegah Rabies

Ini 3 Cara Sederhana untuk Mencegah Rabies

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 September 2021
Ini 3 Cara Sederhana untuk Mencegah Rabies

“Rabies termasuk ke dalam salah satu penyakit mematikan yang ditularkan hewan ke manusia. Jika tidak ditangani dengan baik, pengidap yang terinfeksi akan berujung pada kehilangan nyawa. Lantas, adakah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah rabies?”

Halodoc, Jakarta – Sudah tak asing kan dengan penyakit bernama rabies? Rabies sendiri biasa diidentikkan dengan anjing atau gigitan anjing. Hati-hati, penyakit rabies yang dibiarkan tanpa penanganan bisa berujung fatal, bahkan menyebabkan kematian. Nah, kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan untuk mencegah rabies.

Baca juga: Apakah Hewan Peliharaan Perlu Vaksin Corona?

Ini yang Dimaksud dengan Rabies

Sebelum mengetahui bagaimana langkah mencegah rabies, sebaiknya kamu ketahui lebih lanjut maksud dari rabies itu sendiri. Rabies disebabkan oleh virus dari gigitan atau cakaran hewan yang sudah terinfeksi. Virusnya sendiri adalah RNA dari keluarga rhabdovirus, yang menyerang sistem saraf pusat manusia. Kemudian, virus secara langsung berpindah ke otak.

Ketika virus berada dalam sistem saraf, otak akan mengalami peradangan, yang dapat berujung pada koma atau kematian. Jika menyerang otot, virusnya dapat menggandakan diri, dan memicu kelumpuhan. Virus biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka, mata, atau mulut. Di Indonesia sendiri, hewan yang paling banyak menularkan virus rabies pada manusia adalah anjing.

Baca juga: Tak Hanya Anjing, Kucing Juga Bisa Alami Rabies

Langkah Sederhana Mencegah Rabies

Setelah terinfeksi, seseorang memiliki masa inkubasi virus antara 4-12 minggu. Setelah itu, mereka akan mengalami gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, otot melemah, kesemutan, atau sensasi rasa terbakar di area gigitan. Ketika virus sudah mencapai sistem saraf pusat, gejala ditandai dengan insomnia, kebingungan, halusinasi, serta produksi air liur berlebih. 

Meski sangat membahayakan jika sudah terinfeksi, rabies menjadi salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan menerapkan beberapa langkah sederhana. Berikut ini langkah sederhana untuk mencegah rabies:

1. Vaksin Hewan Peliharaan

Langkah pertama untuk mencegah rabies dapat dilakukan dengan memvaksin hewan peliharaan. Untuk hal wajib ini, sepertinya para pemelihara hewan, baik kucing atau anjing sudah mengetahuinya. Vaksin rabies wajib dilakukan saat peliharaan menginjak usia empat bulan. Vaksin umumnya perlu diulang sebanyak satu tahun sekali, sesuai anjuran dokter hewan.

2. Jangan Biarkan Hewan Peliharaan Berkeliaran

Hewan peliharaan memang berhak menghirup udara bebas dan berlarian di sekitar rumah. Namun, sebaiknya jangan biarkan ia berkeliaran sendiri di luar rumah. Pasalnya, jika ia bertemu hewan liar dan berinteraksi, risiko terkena rabies menjadi semakin tinggi. Bisa saja hewan peliharaan sudah terinfeksi rabies tanpa sepengetahuanmu. Oleh karena itu, selalu awasi ketika bermain, dan pastikan untuk divaksin, ya.

3. Jangan Pelihara Hewan Liar

Pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki rasa empati yang tinggi terhadap hewan liar. Ia juga tidak segan-segan untuk memelihara hewan liar, jika dirasa hewan tersebut membutuhkan tempat tinggal yang layak. Hal tersebut boleh saja dilakukan, asal periksakan hewan liar terlebih dulu ke vet untuk memastikan kesehatannya.

Baca juga: Apakah Anjing Butuh Vaksin Rabies Setiap Tahun?

Itulah beberapa langkah sederhana untuk mencegah rabies. Jika kamu memiliki sejumlah gejala yang telah disebutkan setelah bercengkrama (dijilat atau digigit) dengan hewan liar, silahkan buat janji temu dengan dokter di rumah sakit terdekat lewat aplikasi Halodoc untuk mengetahui penyebab munculnya gejala. Segera download di sini jika belum memiliki aplikasinya, ya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Rabies.
DC Health. Diakses pada 2021. Rabies Prevention.
CDC. Diakses pada 2021. Rabies Prevention.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What you need to know about rabies.