• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Obat BAB Berdarah Berdasar Penyebabnya

Ini 3 Obat BAB Berdarah Berdasar Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini 3 Obat BAB Berdarah Berdasar Penyebabnya

“BAB berdarah bukanlah kondisi yang bisa disepelekan begitu saja. Langkah penanganan  tepat harus dilakukan sesuai penyebab, agar komplikasi dapat dicegah. Pasalnya, BAB berdarah bisa bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada pencernaan manusia. Begini langkah mengatasi BAB berdarah”

Halodoc, Jakarta – Feses yang mengandung darah merupakan pertanda jika terdapat pendarahan di saluran pencernaan, khususnya saluran pencernaan bagian bawah, yaitu usus besar, rektum, dan anus. Jika sudah begitu, perlu upaya lebih untuk mengatasinya agar tidak terjadi komplikasi yang membahayakan. Pengobatannya sendiri disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Berikut ini beberapa tips mengatasi BAB berdarah.

Baca juga: Berbagai Obat Diare yang Ampuh dan Aman untuk Anak

Gangguan Kesehatan Menurut Warna BAB Berdarah

Sebelum mengetahui apa saja langkah yang dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah, sebaiknya kamu lebih dulu mengetahui karakteristik warna BAB berdarah. Pasalnya, warna feses tersebut menjadi pertanda gangguan kesehatan yang kamu alami. Berikut ini gangguan kesehatan yang dialami menurut warna BAB berdarah:

1. Merah Cerah

Jika terdapat kandungan darah segar berwarna merah cerah di permukaan feses, kondisi tersebut menandakan adanya pendarahan di area anus, usus besar, atau rektum. Beberapa gangguan kesehatan yang terjadi jika ditemukan pendarahan di area tersebut, di antaranya:

  • Kelainan pada pembuluh darah usus.
  • Mengidap penyakit seksual menular. 
  • Wasir, yaitu pembengkakan pembuluh darah di area rektum atau anus.
  • Fisura ani, yaitu robekan pada anus. 
  • Polip usus, yaitu benjolan kecil pada bagian dalam usus besar (kolon).
  • Infeksi usus, yaitu peradangan pada usus kecil atau besar. 
  • Penyakit Crohn, yaitu radang usus kronis yang memengaruhi lapisan saluran pencernaan.
  • Kolitis ulseratif, yaitu radang usus kronis yang memicu peradangan di saluran pencernaan.
  • Divertikulitis, yaitu peradangan pada satu atau lebih kantong kecil di saluran pencernaan.

2. Merah Tua

Jika terdapat kandungan darah berwarna tua yang bercampur dengan feses, kondisi tersebut menandakan adanya pendarahan di usus kecil atau besar. Beberapa gangguan kesehatan yang terjadi jika ditemukan pendarahan di area tersebut, di antaranya peradangan pada usus besar, divertikular (pembengkakan kantong kecil di saluran pencernaan), atau tumor usus.

3. Hitam

Jika terdapat kandungan darah berwarna hitam yang bercampur dengan feses, kondisi tersebut menandakan adanya pendarahan di area kerongkongan, usus dua belas jari atau lambung. Beberapa gangguan kesehatan yang terjadi jika ditemukan pendarahan di area tersebut, di antaranya:

  • Gastritis, yaitu peradangan lapisan dalam perut.
  • Tukak lambung, yaitu luka pada lapisan lambung.
  • Usus tidak mendapat pasokan darah yang cukup.
  • Sirosis hati yang memicu varises di area kerongkongan dan perut.
  • Kanker pada kerongkongan.
  • Kanker pada lambung.
  • Kanker pada usus dua belas jari.

Baca juga: 7 Obat Diare Anak dari Bahan Alami yang Aman Dikonsumsi

Langkah Mengatasi BAB Berdarah 

Langkah pengobatan akan disesuaikan berdasarkan penyebab yang mendasari. Untuk menentukan penyebabnya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik, yang diikuti dengan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan, di antaranya:

  • Foto Rontgen
  • CT scan.

Kedua pemeriksaan tersebut dilakukan di area saluran pencernaan. Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat dalam mengatasi BAB berdarah. Berikut ini beberapa langkah penanganan yang biasa dilakukan:

1. Pemberian Obat

Pemberian obat biasanya dilakukan jika kasus terjadi dalam intensitas ringan. Beberapa jenis obat yang diberikan, seperti:

  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.
  • Antiradang untuk mengatasi peradangan.
  • Obat wasir untuk mengatasi wasir.
  • Kemoterapi untuk mengatasi kanker.

2. Prosedur Operasi

Jika gangguan dirasa memerlukan penanganan lebih, prosedur operasi dapat dilakukan. Biasanya, prosedur operasi dilakukan untuk menghilangkan benjolan di bagian usus besar, kanker, radang, atau divertikulitis.

3. Barengi dengan Pola Hidup Sehat

Sejumlah langkah mengatasi BAB berdarah tersebut perlu diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, serta perbanyak minum air putih. Hindari makanan yang dapat menjadi pemicu BAB berdarah, seperti makanan pedas, makanan olahan, makanan berminyak, juga makanan siap saji.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Langkah Awal Mengatasi Anak Diare

Itulah beberapa tips mengatasi BAB berdarah. Jika kamu mengalami kondisi ini dalam intensitas yang parah, silahkan membuat janji dengan dokter di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc untuk melakukan pemeriksaan. Kasus BAB berdarah yang cepat mendapat penanganan akan mencegah kamu dari komplikasi membahayakan.

Referensi:
Health Direct. Diakses pada 2021. Blood in Stool.
MedicineNet. Diakses pada 2021. Stool Color, Changes in Color, Texture, and Form.
Patient. Diakses pada 2021. Rectal Bleeding, Blood in Stool.
WebMD. Diakses pada 2021. Blood in Stool.