• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Cara Penularan Kutu Kelamin yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Cara Penularan Kutu Kelamin yang Perlu Diwaspadai

Ini 4 Cara Penularan Kutu Kelamin yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 26 Oktober 2020
Ini 4 Cara Penularan Kutu Kelamin yang Perlu DiwaspadaiIni 4 Cara Penularan Kutu Kelamin yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Meski ukurannya yang terbilang kecil, tapi kutu sering kali menyebabkan masalah kesehatan yang mengganggu. Misalnya kutu kelamin yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada selangkangan. Pada kebanyakan kasus, kutu kelamin atau Phthirus pubis ini menyerang pada malam hari, dan menimbulkan gatal yang tak tertahankan. 

Parasit kecil ini menempati area rambut di tubuh kita, termasuk rambut di area kemaluan. Hewan kecil ini hidup dengan cara menghisap darah melalui kulit. Hal ini yang menimbulkan rasa gatal pada area yang tedampak. Hal yang bikin resah, kutu kelamin ini bisa menular dari pengidapnya ke orang lain.

Pertanyaannya, bagaimana cara penularan kutu kelamin ke orang lain? Lalu, seperti apa gejala-gejala yang dapat dialami pengidapnya? 

Baca juga: Cukur Rambut Kemaluan Bisa Cegah Kutu Kelamin, Ini Faktanya

Dari Pakaian sampai Kontak Seksual

Kutu kemaluan adalah serangga kecil tak bersayap yang menginfeksi area rambut kemaluan dan bertelur di sana. Selain bagian rambut kemaluan, kutu ini bisa ditemukan pada bulu ketiak, alis, kumis, jenggot, sekitar anus, dan bulu mata (pada anak-anak). 

Hati-hati, hewan nakal ini bisa berpindah ke orang lain lho, alias menular. Penularan kutu kelamin bisa melalui beragam cara, antara lain: 

  1. Pakaian Kutu kelamin ini juga bisa menyebar melalui penggunaan pakaian, seprai, atau handuk pengidapnya yang digunakan oleh orang lain.
  2. Kasur. Pada anak-anak, cara penularan kutu kelamin bisa terjadi ketika anak tidur di atas kasur yang sudah terpapar parasit ini dari orang dewasa yang terinfeksi. 
  3. Pelecehan seksual. Penularan kutu kelamin pada anak-anak juga bisa menandakan adanya kemungkinan pelecehan seksual. Oleh sebab itu, orangtua perlu menyelidiki lebih lanjut. 
  4. Kontak seksual. Penularan kutu kelamin yang paling banyak terjadi disebabkan oleh kontak seksual (termasuk seks oral), baik menggunakan alat kontrasepsi atau tidak. 

Cara penularannya sudah, bagaimana dengan gejalanya?

Baca juga: Kutu Kelamin Dapat Muncul di Ketiak, Apa Penyebabnya?

Gatal sampai Bercak Hitam di Celana Dalam

Seseorang yang mengalami kutu kelamin akan mengalami beragam gejala, bukan hanya gatal-gatal pada area selangkangannya saja. Nah, gejala kutu kelamin yang beragam ini umumnya muncul setelah 1-3 minggu kutu hinggap di area kelamin.

Nah, berikut ini gejala kutu kelamin lainnya: 

  • Gatal-gatal pada area kelamin terutama saat berkeringat.
  • Rasa gatal pada kulit akibat reaksi, dan memburuk saat malam hari. 
  • Demam.
  • Peradangan dan iritasi akibat digaruk.
  • Terlihat telur kutu atau kutu pada rambut-rambut kemaluan.
  • Bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan. 
  • Bercak merah abu-abu atau kebiruan yang dapat meluas ke daerah lain.
  • Terdapat bintik cokelat pada pakaian dalam, yang menjadi kotoran kutu kelamin.
  • Bercak hitam di celana dalam yang merupakan darah kering akibat gigitan kutu ini

Hal yang perlu ditegaskan, bisa saja pengidap kutu kelamin tak mengalami gejala-gejala di atas. Alhasil, mereka bisa menyebarkan kutu kemaluan pada orang lain tanpa disadarinya.

Baca juga: Selangkangan Sering Gatal, Hati-Hati Kutu Kelamin

Mau tahu lebih jauh mengenai kutu kelamin? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:

National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Pubic lice. 
Healthline. Diakses pada 2020. Pubic Lice Infestation
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pubic lice