• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Jenis Filler yang Paling Digemari Kaum Hawa

Ini 4 Jenis Filler yang Paling Digemari Kaum Hawa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk tampil cantik. Termasuk dengan menjalani aneka prosedur medis, yang memang bertujuan untuk mempercantik tampilan fisik. Salah satu prosedur medis yang cukup digandrungi adalah filler. 

Prosedur yang dilakukan dengan menyuntikkan bahan khusus ini menawarkan banyak manfaat, seperti mempertebal bibir, menonjolkan tulang pipi, dan menyamarkan garis halus dan kerutan, sehingga tampak awet muda. Dari sekian banyak jenis bahan yang digunakan, berikut 4 jenis filler yang paling digemari kaum hawa:

1. Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid atau asam hialuronat adalah senyawa alami yang terdapat pada lapisan bening mata, kulit, dan jaringan ikat persendian. Seiring bertambahnya usia, kadar hyaluronic acid pada kulit akan berkurang, sehingga garis-garis halus pun muncul pada kulit.

Baca juga: Kenali Tren Kecantikan Suntik Filler Wajah

Prosedur filler dengan menggunakan hyaluronic acid dapat merangsang produksi kolagen alami dalam tubuh. Manfaat yang akan didapatkan adalah melembapkan kulit, mencegah tersumbatnya pori-pori oleh minyak, dan menyamarkan garis halus dan kerutan pada kulit wajah.

Hyaluronic acid tersedia dalam bentuk alami dan sintetik. Dalam prosedur filler, jenis hyaluronic acid yang sering digunakan adalah HylaForm, Juvederm Voluma XC, XC Juvederm, Juvederm Ultra XC, Juvederm Volbella XC, dan Restylane. Suntik filler dengan bahan ini dapat dilakukan di berbagai area seperti sudut kanan atau kiri mulut, mengisi bibir, dan mengisi cekungan di bawah mata. 

Umumnya, filler yang menggunakan hyaluronic acid bisa bertahan selama 6-12 bulan, tergantung berapa kali suntik dilakukan. Jika pada akhirnya hasil filler yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan, jangan khawatir. Sebab, hal ini bisa dinetralkan dengan suntikan enzim hialuronidase.

Suntik filler dengan menggunakan hyaluronic acid biasanya memiliki risiko efek samping yang tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan jenis filler lainnya. Filler jenis ini juga jarang menimbulkan reaksi alergi. Namun, jika cairannya mengalami kebocoran, akan timbul benjolan di bawah kulit. 

2. Kolagen

Merupakan jenis filler paling baik dari yang lainnya, cairan kolagen yang digunakan dalam suntik filler umumnya diekstrak dari kolagen sapi. Namun, ada juga 2 jenis kolagen yang diperoleh dari sel manusia, sehingga tes alergi tidak perlu dijalani seperti pada penggunaan kolagen dari sapi.

Berbagai jenis filler kolagen yang kerap digunakan dalam dunia kecantikan adalah Cosmoderm, Evolusi, Fibrel, Zyderm, dan Zyplast. Kelebihan dari filler kolagen adalah hasilnya yang terlihat lebih alami. Namun, hasil filler jenis ini cenderung tidak tahan lama. Filler perlu kembali dilakukan setelah 3-6 bulan, setelah suntikan pertama. 

Baca juga: Bibir Lebih Berisi dengan Filler, Perhatikan Hal Ini

3. Silikon

Filler silikon memiliki konsistensi yang kental, seperti oli motor. Ketika cairan ini disuntikkan, sistem imun tubuh akan meresponsnya dengan cara membungkusnya dengan kolagen alami tubuh. Bungkusan kolagen itulah yang membuat kulit menjadi lebih tebal, dan hasilnya pun bisa bertahan seumur hidup. Jenis cairan silikon yang umum digunakan adalah Bellafil, Radiesse, Sculptra, dan Silikon.

Sayangnya, filler jenis ini masih menjadi kontroversi dalam bidang bedah estetika. Hal ini karena efek samping yang ditimbulkan dapat bersifat permanen, meski terbilang jarang terjadi. Efek samping yang dapat terjadi setelah melakukan filler silikon adalah munculnya benjolan di bawah kulit, hingga pembentukan granuloma. 

Efek samping tersebut dapat terjadi jika zat silikon yang disuntikkan mengalami kebocoran pada jaringan tubuh dan menghasilkan peradangan. Tak hanya itu, jika suntikan filler silikon dilakukan pada area yang salah, hal ini dapat menyebabkan kerusakan wajah.

4. Lemak Tubuh

Filler jenis ini dilakukan dengan menggunakan jaringan lemak yang berasal dari tubuh sang pasien. Lemak yang digunakan biasanya diambil dari area perut, paha, atau bokong. Hasil filler yang menggunakan lemak tubuh ini bersifat semi permanen. Jenis filler ini jarang sekali menyebabkan alergi, karena bahan yang digunakan diambil dari dalam tubuh sendiri. 

Meski begitu, efek samping tetap dapat terjadi, seperti bengkak kemerahan pada area yang disuntik. Tak hanya itu, jenis filler ini juga masih menjadi kontroversi di kalangan dokter. Hal ini karena memindahkan lemak dari satu anggota tubuh ke bagian tubuh lain dapat berisiko menimbulkan bahaya laten.

Itulah 4 jenis filler yang banyak digemari para wanita. Perlu diketahui bahwa masing-masing jenis filler tersebut memiliki kelebihan dan risiko efek sampingnya masing-masing. Jadi, sebelum memutuskan untuk menjalaninya, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau buat janji dengan dokter spesialis kulit di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut.

Baca juga: Mau Mencoba Filler? Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Bagaimana Meminimalisir Efek Samping Filler

Sebelum memutuskan untuk mencoba salah satu dari 4 jenis filler tersebut, kamu perlu mempelajari terlebih dahulu kekurangan dan kelebihan, serta berkonsultasi dengan dokter. Nah, agar risiko efek samping dari filler bisa dihindari, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Jangan Asal Pilih Tempat Perawatan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah tempat perawatan yang menyediakan layanan suntik filler. Kamu tidak boleh asal memilih klinik kecantikan jika ingin mencoba perawatan ini, ya. Pilihlah klinik atau rumah sakit yang resmi, tepercaya, dan memiliki peralatan yang aman dan steril.

2. Pastikan Dokter atau Praktisi Memiliki Sertifikat

Selain klinik atau rumah sakitnya, kamu juga perlu memastikan dokter atau praktisi yang menanganimu memiliki sertifikat dan bahkan pengalaman yang cukup di bidangnya. 

3. Hati-Hati dalam Memilih Produk

Sekarang ini ada juga filler yang dijual di pasaran dan mudah didapatkan. Namun, sebaiknya hindari hal ini jika kamu tidak yakin dengan jenis filler yang cocok bagi kulitmu. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What You Should Know About Wrinkle Fillers.
Healthline. Diakses pada 2019. Every Type of Wrinkle Filler for Your Face and Body Explained.