• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Jenis Pengobatan untuk Pedofilia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Jenis Pengobatan untuk Pedofilia

Ini 4 Jenis Pengobatan untuk Pedofilia

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 September 2022

“Pengobatan pedofilia berfokus untuk mengurangi dorongan seksual yang tidak pantas dan kemampuan untuk menahan dorongan tersebut. Kombinasi terapi perilaku dan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati pedofilia.”

Ini 4 Jenis Pengobatan untuk PedofiliaIni 4 Jenis Pengobatan untuk Pedofilia

Halodoc, Jakarta – Pedofilia adalah ketertarikan seksual yang berkelanjutan yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak-anak atau anak remaja, yang umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda. Kondisi yang bisa dianggap sebagai kelainan atau gangguan ini, biasanya diidap oleh pria yang bisa tertarik pada anak perempuan atau laki-laki, atau keduanya.

Pedofilia adalah bentuk paraphilia, suatu kondisi di mana gairah dan kepuasan seksual seseorang bergantung pada objek, aktivitas, atau bahkan situasi yang dianggap tidak biasa. Kelainan seksual ini biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti keluarga yang disfungsional di mana sering terjadi konflik dalam rumah tangga, atau pengalaman pelecehan seksual saat masih anak-anak. 

Namun, pedofilia bisa diatasi dengan beberapa jenis pengobatan. Simak cara mengobati pedofilia di sini.

Pilihan Pengobatan untuk Pedofilia

Pengobatan untuk pedofilia biasanya berfokus untuk mengurangi dorongan seksual yang tidak pantas, dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk menahan dorongan tersebut ketika hal itu terjadi.

Jenis pengobatan utama untuk kelainan seksual tersebut, yaitu terapi perilaku kognitif dan farmakoterapi (obat-obatan untuk menekan napsu seksual), atau kombinasi keduanya. Selain itu, psikoterapi baik secara individu atau kelompok juga bisa mengobati pedofilia.

Berikut penjelasan beberapa jenis pengobatan pedofilia:

1. Terapi perilaku kognitif 

Dalam mengobati pedofilia, terapi perilaku kognitif atau cognitive behaviour therapy (CBT) bisa memengaruhi proses kognitif pengidap sebelum perilaku menyimpang seksual terjadi. Terapi pencegahan kekambuhan (relapse prevention) dan terapi pengkondisian keengganan (aversion conditioning therapy), adalah dua pendekatan umum yang digunakan dalam CBT.

Terapi pencegahan kekambuhan melibatkan membantu pengidap untuk mengenali situasi berisiko tinggi, di mana ia cenderung merasakan atau bertindak atas dorongan seksual yang tidak pantas dan menghindari situasi tersebut. 

Sedangkan terapi pengkondisian keengganan dilakukan dengan memasangkan dorongan seksual yang menyimpang dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti bau busuk. Dengan begitu, pelaku akan mengasosiasikan perilaku menyimpang dengan sesuatu yang buruk. Hal itu kemudian diikuti dengan memasangkan dorongan seksual yang sesuai atau pantas, dengan sesuatu yang menyenangkan untuk memperkuat asosiasi yang diinginkan.

2. Farmakoterapi

Farmakoterapi berfokus pada tujuan untuk mengurangi dorongan seks dengan menurunkan kadar testosteron, yang akan mengurangi frekuensi dan intensitas dorongan seksual yang menyimpang. Medroxyprogesterone acetate (MPA) dan leuprolide acetate (LA) adalah dua obat yang bisa membantu mengobati pedofilia. Keduanya bekerja dengan cara menghentikan kelenjar pituitari untuk memberi sinyal ke testis untuk menghasilkan testosteron. 

Dengan begitu, mereka mengurangi kadar testosteron dan dorongan seks. Antidepresan yang disebut inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) juga bisa digunakan. Obat ini bisa mengendalikan dorongan dan fantasi seksual. SSRI juga menurunkan gairah seks dan bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Banyak peneliti setuju bahwa kombinasi CBT dan farmakoterapi adalah cara mengobati pedofilia yang sangat efektif. 

3. Psikoterapi

Meskipun psikoterapi bukanlah bentuk pengobatan yang paling efektif untuk pedofilia, tapi tetap penting untuk mengajari para pedofil apa yang menjadi akar masalah mereka.

Paul Knuckman, psikolog klinis dan konselor pelaku seksual di University of Wisconsin, Amerika Serikat, mengatakan bahwa masalah mereka (pengidap kelainan seksual) lebih besar daripada kontak khusus dengan korban. Hal itu berkaitan dengan bagaimana mereka mengatur hidup mereka, bagaimana mereka memenuhi kebutuhan mereka selain kebutuhan seks. 

Pasalnya, banyak pedofil menganggap bahwa kontak seksual dengan seorang anak adalah cara untuk merasa kompeten, berkuasa, dan bahwa mereka memiliki kendali atas hidupnya.

4. Terapi Anti-androgenik atau kebiri kimia

Terapi anti-androgenik adalah pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk mengurangi hormon pria dalam sistem pedofilia, terutama hormon testosteron. Dalam istilah yang lebih sederhana, terapi ini disebut juga kebiri kimia. 

Meskipun belum terbukti bahwa pedofil memiliki konsentrasi testosteron tinggi yang tidak normal, terapi antiandrogenik dianggap bisa mengurangi dorongan seksual pengidap kelainan seksual tersebut.

Terapi obat ini pada dasarnya menekan aksi androgen pada tingkat reseptor, sehingga produksi testosteron akan sangat berkurang. Obat anti androgen termasuk Cyproterone Acetate (CPA) dan Medroxyprogesterone Acetate (MPA).

Penelitian sudah menunjukkan bahwa pengobatan fisik (terapi hormon dan pengebirian) pada semua jenis parafilia terbukti lebih efektif daripada terapi psikososial. Lagi pula, terapi hormon ini juga bisa memberi efek samping baik. Begitu impuls seksual pedofilia berkurang dengan terapi hormon, pengidap lebih bersedia untuk berpartisipasi dalam psikoterapi.

Bila kamu memiliki masalah fungsi seksual yang mengganggu kehidupan seksualmu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter ya. Kamu bisa buat janji di rumah sakit pilihanmu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Texas A&M University Central Texas. Diakses pada 2022. Pedophilia.
Psychology Today. Diakses pada 2022. Pedophilia.
Psych Central. Diakses pada 2022. Treating Pedophilia.
MSD Manual. Diakses pada 2022. Treating Pedophilia.