• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Kelompok Orang yang Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Kelompok Orang yang Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru

Ini 4 Kelompok Orang yang Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 18 Januari 2022

“Sebaiknya jangan abaikan batuk yang tidak kunjung membaik. Apalagi jika disertai dengan munculnya darah pada dahak atau lendir. Kondisi tersebut bisa menandakan kanker paru. Kenali siapa saja yang berisiko besar terkena penyakit kanker paru-paru, mulai dari perokok aktif, perokok pasif, paparan zat kimia berbahaya, hingga orang dengan riwayat keluarga kanker paru.”

Ini 4 Kelompok Orang yang Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru

Halodoc, Jakarta – Kanker paru adalah jenis kanker yang berawal dari paru-paru. Penyakit ini terjadi ketika terjadi perubahan pada jaringan dalam paru yang memicu munculnya sel abnormal dan berkembang secara tidak terkendali. Umumnya, perubahan jaringan pada paru disebabkan oleh kebiasaan merokok. Namun, masih ada beberapa pemicu lainnya yang berisiko meningkatkan kanker paru-paru.

Lalu, siapa yang berisiko besar terkena penyakit kanker paru-paru? Bukan hanya perokok aktif yang berisiko besar mengalami kanker paru-paru. Kamu bisa cari tahu siapa saja yang berisiko besar terkena penyakit kanker paru-paru dalam artikel ini. Yuk, simak ulasannya, di sini!

Kelompok yang Berisiko Besar Mengalami Kanker Paru

Sebaiknya jangan abaikan jika kamu mengalami kondisi batuk yang tidak membaik selama beberapa minggu. Tidak ada salahnya untuk segera periksakan kondisi kesehatan di rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami.

Batuk yang tidak kunjung membaik bisa menjadi salah satu tanda penyakit kanker paru. Apalagi jika batuk disertai dengan gejala lainnya, seperti suara menjadi serak, munculnya darah pada lendir atau dahak, napas menjadi lebih pendek, nyeri dada, penurunan berat badan secara tiba-tiba, sakit kepala, nyeri tulang, dan kelelahan terus-menerus.

Risiko kanker paru bisa diturunkan dengan melakukan berbagai gaya hidup sehat apalagi jika kamu memiliki risiko mengidap penyakit ini. Lalu, siapa yang berisiko besar terkena kanker paru-paru? Berikut ini kelompok yang berisiko tinggi mengalami penyakit kanker paru, yaitu:

  1. Perokok Aktif

Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab utama seseorang mengalami kanker paru. Saat kamu menghirup asap rokok, berbagai kandungan kimia dalam rokok akan masuk ke dalam paru-paru dan memicu kerusakan jaringan.

Di awal kerusakan, tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak dengan sendirinya. Namun, jika kerusakan terjadi dalam waktu yang cukup lama dan berulang, hal ini membuat perubahan jaringan sehingga memicu munculnya sel abnormal yang tidak terkendali. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan munculnya sel kanker pada paru-paru.

  1. Perokok Pasif

Meskipun tidak langsung memiliki kebiasaan merokok, perokok pasif memiliki risiko sama besarnya dengan perokok aktif. Untuk itu, pastikan kamu selalu berada di lingkungan dengan udara yang bersih dan minim polusi udara. 

  1. Terpapar Zat Kimia

Orang-orang yang terpapar zat kimia di lingkungan kerja juga berisiko mengalami penyakit ini. Biasanya, pekerja yang bekerja di lingkungan tambang minyak bumi berisiko tinggi mengalami penyakit ini. Untuk itu, pastikan kamu selalu menggunakan perlengkapan keamanan kerja yang tepat untuk menurunkan risiko penyakit ini. 

Bukan hanya pekerja, seseorang yang tinggal di rumah yang rusak atau tua juga berisiko mengalami paparan zat kimia. Radon adalah gas radioaktif yang diproduksi secara alami ketika uranium dan radium terurai di tanah, bebatuan, hingga air. 

Radon dapat muncul pada bangunan melalui celah. Jenis rumah yang berisiko melepaskan radon adalah rumah tanpa sirkulasi udara dan rumah yang dibangun di atas tanah yang mengandung uranium dan radium.

  1. Memiliki Riwayat Keluarga dengan Kanker Paru

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru sebaiknya waspada terhadap kesehatan kamu. Hindari kebiasaan merokok, polusi udara, dan paparan zat kimia lainnya untuk menurunkan risiko kanker paru. 

Itulah yang berisiko besar terkena penyakit kanker paru-paru. Jangan ragu untuk bertanya langsung dengan dokter spesialis melalui Halodoc. Berikut rekomendasi dokter spesialisnya:

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Sandi Karsa Makassar. dr. Irwan Gunawan mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Hasanuddin.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Telogorejo Semarang, Columbia Asia Hospital Semarang. dr. Selamat Budijitno mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Mayapada Jakarta Selatan, RS Puri Cinere, dan RS Pondok Indah. dr. Ismairin mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Depok.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia bisa memberikan layanan Konsultasi, dan Tindakan terkait Bedah Onkologi (Kanker).

Kamu bisa menghubungi dokter yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan medis yang diperlukan melalui Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Referensi:

CDC. Diakses pada 2022. Lung Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Lung Cancer.
Respiratory and Critical Care Medicine. Diakses pada 2022. Who Is at High Risk for Lung Cancer? Population-Level and Individual-Level Perspectives.
American Lung Association. Diakses pada 2022. Lung Cancer Causes and Risk Factors.