• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Kelompok Orang yang Butuh Booster Kedua Vaksin COVID-19
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Kelompok Orang yang Butuh Booster Kedua Vaksin COVID-19

Ini 4 Kelompok Orang yang Butuh Booster Kedua Vaksin COVID-19

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Mei 2022

“Booster kedua vaksin COVID-19 direkomendasikan untuk beberapa kelompok. Termasuk tenaga medis dan lansia di atas 50 tahun.”

Ini 4 Kelompok Orang yang Butuh Booster Kedua Vaksin COVID-19

Halodoc, Jakarta – Antibodi dari vaksin COVID-19 seiring waktu dapat melemah. Ini membuat banyak dokter mengusulkan booster kedua vaksin COVID-19 untuk beberapa kelompok yang berisiko tinggi.

Misalnya, tenaga kesehatan yang rentan terpapar virus, lansia, dan orang dengan gangguan kekebalan yang berisiko tinggi terinfeksi. Simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Orang yang Butuh Booster Kedua Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 melatih sistem kekebalan tubuh untuk mendapatkan respons cepat terhadap virus corona jenis SARS-CoV-2. Ini dapat menginduksi respons imun yang melibatkan aktivasi sel B, yang membantu tubuh memproduksi antibodi terhadap protein spike SARS-CoV-2.

Tingkat antibodi yang lebih tinggi terhadap protein spike terkait dengan risiko lebih rendah tertular COVID-19. Vaksin COVID-19 juga menghasilkan produksi sel T, yang melindungi terhadap penyakit parah.

Beberapa bulan setelah menerima vaksin booster, beberapa kelompok orang dengan risiko tinggi kini direkomendasikan untuk mendapatkan booster kedua atau suntikan keempat vaksin COVID-19.

Berikut ini kelompok orang berisiko tinggi yang dimaksud:

  1. Tenaga Kesehatan

Melansir media daring nasional, dokter spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi. dari Junior Doctor Network Indonesia mengusulkan tenaga kesehatan untuk mendapat booster kedua vaksin COVID-19.

“Kita memang sudah memulai vaksinasi booster pertama pada sekitar Agustus tahun lalu dan menurut beberapa penelitian, angka antibodi terhadap COVID yang dipicu oleh vaksinasi itu sudah berkurang sekitar delapan bulan pasca pemberiannya. Ini adalah bulan Mei, di akhir bulan Mei. Maka sekitar 9-10 bulan lalu kita sudah mulai dengan vaksinasi booster pertama,” ujarnya.

Namun, ada juga pendapat yang bertentangan dari ahli lainnya. Termasuk dari Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K).

Menurutnya, pemberian vaksin booster kedua untuk tenaga kesehatan saat ini dianggap belum diperlukan. Hal ini karena kondisi pandemi COVID-19, terutama di Indonesia, sedang berada dalam status terkendali. 

Hingga artikel ini ditulis, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI belum mengeluarkan pernyataan atau rekomendasi apa pun mengenai booster kedua vaksin COVID-19.

  1. Lansia 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lansia adalah salah satu kelompok yang membutuhkan booster kedua vaksin COVID-19. Terutama yang berusia 50 tahun atau lebih dan mendapatkan booster pertama setidaknya 4 bulan yang lalu.

  1. Pengidap Gangguan Kekebalan Sedang atau Berat

Kelompok lain yang juga direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin booster kedua adalah orang yang berusia 12 tahun atau lebih, dan mengalami gangguan kekebalan sedang atau berat. Syarat lainnya adalah sudah mendapatkan booster pertama vaksin COVID-19 setidaknya 4 bulan yang lalu. 

  1. Orang Dewasa yang Menerima Vaksin J&J/Janssen

CDC juga merekomendasikan orang berusia 18 tahun atau lebih dan mendapat 2 dosis vaksin J&J/Janssen setidaknya 4 bulan yang lalu, untuk mendapatkan vaksin booster kedua.

Hal Lain yang Perlu Dipertimbangkan

Seperti dijelaskan di atas, pemberian vaksin booster COVID-19 bisa dilakukan jika kamu sudah mendapatkan booster pertama setidaknya 4 bulan yang lalu. Namun, ada hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan.

Menurut CDC, bahkan jika kamu memenuhi syarat untuk mendapatkan booster kedua, kamu perlu menunda untuk mendapatkannya jika:

  • Terinfeksi COVID-19 dalam 3 bulan terakhir.
  • Merasa bahwa mendapatkan booster kedua sekarang akan membuat kamu tidak ingin mendapatkan booster lagi di masa mendatang (jika vaksin baru untuk varian COVID-19 di masa mendatang tersedia).

Di Indonesia, karena kasus COVID-19 masih dalam status terkendali, Kemenkes RI belum mengeluarkan rekomendasi mengenai booster kedua. Sembari menunggu rekomendasi resmi dari Kemenkes, penting untuk tetap waspada akan penularan COVID-19. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, mendapatkan vaksinasi jika belum, dan menjalani gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat dapat membuat kekebalan tubuh tetap optimal, sehingga kamu tidak mudah sakit. Bila perlu, kamu bisa minum suplemen tambahan. Yuk download Halodoc sekarang untuk cek kebutuhan vitamin dan suplemen kamu dengan mudah!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Thinking About Getting a Second COVID-19 Vaccine Booster.
Detik. Diakses pada 2022. Antibodi Vaksin COVID-19 Menurun, Dokter Usul Booster Kedua untuk Nakes.
Liputan 6. Diakses pada 2022. Kata Ketua ITAGI Soal Ide Pemberian Vaksin Booster Kedua untuk Nakes.