• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Mitos dan Fakta Mengenai Golongan Darah O

Ini 4 Mitos dan Fakta Mengenai Golongan Darah O

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini 4 Mitos dan Fakta Mengenai Golongan Darah O

“Ada banyak mitos dan anggapan yang beredar mengenai golongan darah O. Misalnya, soal kekebalan terhadap COVID-19 atau masalah kesuburan. Banyak yang percaya dengan berbagai mitos tersebut, padahal bukti ilmiahnya banyak yang belum jelas. ”

Halodoc, Jakarta – Golongan darah menjadi salah satu yang selalu menarik untuk dibahas. Berbagai mitos pun sering bermunculan dan mengaitkannya dengan tipe golongan darah tertentu, termasuk golongan darah O.

Golongan darah O menjadi salah satu jenis golongan darah yang paling umum ditemukan. Ingin tahu apa saja mitos dan fakta mengenai golongan darah ini? Berikut ini pembahasannya.

Baca juga: Ketahui Golongan Darah dari yang Umum Hingga yang Langka

Mitos dan Fakta Golongan Darah O

Berbagai mitos yang berhubungan dengan golongan darah sering kali dipercaya. Padahal, beberapa di antaranya tidak memiliki bukti ilmiah.

Berikut ini beberapa mitos seputar golongan darah O dan faktanya:

1. Golongan Darah O Lebih Disukai Nyamuk?

Penelitian pada 2004 yang dipublikasikan di Journal of Medical Entomology pernah membahas hal ini. Para peneliti menyatakan bahwa nyamuk lebih sering hinggap dan menggigit orang bergolongan darah O, jika dibandingkan dengan golongan darah lain.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan ilmiah mengapa nyamuk lebih tertarik menggigit orang dengan golongan darah O. Masih dibutuhkan banyak penelitian untuk hal ini.

2. Orang dengan Golongan Darah O Lebih Jarang Sakit?

Salah satu klaim yang sering dikatakan adalah bahwa pemilik golongan darah O lebih jarang sakit dibanding orang bergolongan darah lain. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah pasti untuk hal ini.

Pada dasarnya, apa pun golongan darahnya, kekebalan tubuh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Memiliki golongan darah tertentu tidak menjamin seseorang punya kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding yang lain.

Mudah sakit atau tidaknya seseorang tergantung pada gaya hidup yang dimiliki, genetik, dan faktor lainnya. Jadi, meski kamu memiliki golongan darah O, jangan lantas percaya bahwa kekebalan tubuh kamu lebih kuat, ya. Tetaplah jaga pola hidup sehat untuk mencegah berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: 3 Cara Diet Golongan Darah O

3. Golongan Darah O Kebal COVID-19?

Beberapa bulan terakhir, beredar klaim bahwa orang bergolongan darah O lebih kebal terhadap infeksi virus corona (COVID-19). Mengutip laman American Association of Retired Persons (AARP), para peneliti di Denmark menemukan bahwa di antara lebih dari 7.400 orang yang dites positif COVID-19, lebih sedikit orang yang memiliki golongan darah ini dibandingkan dengan golongan darah A.

Namun, faktanya kedua golongan darah tersebut menyumbang bagian populasi yang sama jika dibandingkan dengan golongan darah yang lebih besar.

Peneliti Kanada mencapai temuan serupa dalam studi retrospektif mereka yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.

Mereka menemukan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah untuk tertular virus corona (SARS-CoV-2) dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah A, B atau AB.

Mereka juga mengamati bahwa individu dengan bergolongan darah ini memiliki risiko yang sedikit lebih rendah untuk sakit parah atau meninggal akibat COVID-19 jika mereka terinfeksi.

Jadi, orang bergolongan darah O tidak bisa dibilang kebal COVID-19. Sebab, mereka masih bisa tertular virus atau jatuh sakit parah karenanya. Ada banyak faktor lain, seperti riwayat penyakit yang dimiliki, yang bisa jadi pemicu risiko keparahan gejala yang terjadi.

Anggapan bahwa orang bergolongan darah ini lebih kebal COVID-19 juga dikhawatirkan bisa menurunkan kehati-hatian.

Roy Silverstein, MD., profesor dan ketua kedokteran di Medical College of Wisconsin Division of Hematology and Oncology, mengungkapkan bahwa orang bergolongan darah O tetap harus pakai masker, cuci tangan, dan melakukan tindakan preventif lainnya.

4. Wanita Bergolongan Darah O Rentan Mengidap Masalah Kesuburan?

Anggapan yang satu ini masih jadi perdebatan hingga kini. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Yale University dan Albert Einstein College of Medicine, seperti dikutip dari laman MedicineNet, mencoba membuktikan hal ini.

Dengan melibatkan sekitar 560 berusia rata-rata 35 tahun, peneliti mengambil sampel darah peserta untuk diukur kadar FSH, salah satu hormon reproduksi wanita.

Diketahui bahwa wanita dengan golongan darah O dan B memiliki kadar FSH dua kali lebih besar daripada wanita dengan bergolongan darah A atau AB.

Artinya, mereka berisiko dua kali lebih besar mengalami penurunan cadangan ovarium daripada golongan darah lainnya. Perlu diketahui bahwa semakin sedikit cadangan ovariumnya, jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi akan semakin buruk.

Baca juga: Ketahui Risiko Penyakit Berdasarkan Golongan Darah

Namun, hasil penelitian ini masih jadi perdebatan karena kesuburan seseorang juga ditentukan oleh banyak faktor. Misalnya usia, gaya hidup, pola makan, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar golongan darah O yang penting untuk diketahui. Alih-alih termakan mitos, kamu bisa tanyakan kebenaran suatu mitos kesehatan pada dokter tepercaya di aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Journal of Medical Entomology. Diakses pada 2021. Landing Preference Of Aedes Albopictus (Diptera: Culicidae) On Human Skin Among Abo Blood Groups, Secretors Or Nonsecretors, And Abh Antigens.
American Association of Retired Persons (AARP). Diakses pada 2021. Does Blood Type Play a Role in COVID-19 Risk?
National Health Service Blood and Transplant UK. Diakses pada 2021. O Positive Blood Type.
WebMD. Diakses pada 2021. Blood Types: What to Know.
MedicineNet. Diakses pada 2021. Blood Type O Linked to Fertility Problems.