• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder

Ini 4 Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini 4 Pemicu Gangguan Mental Borderline Personality Disorder

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian sebenarnya memiliki beragam jenis, bukan cuma sebatas skizofrenia, OCD, atau narsistik saja. Ada pula yang namanya borderline personality disorder (BPD). BPD atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah dan perilaku yang impulsif. 

Pengidap borderline personality disorder memiliki cara pandang, pikir, dan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan orang lain kebanyakan. Nah, hal inilah yang nantinya akan menimbulkan masalah di kehidupan sehari-hari. Apalagi di saat menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan pekerjaan. 

Lantas, apa sih pemicu borderline personality disorder?

Baca juga: Waspada 5 Komplikasi dari Gangguan Kepribadian Ambang

Beragam Faktor Pemicunya 

Dalam kebanyakan kasus, borderline personality disorder biasanya muncul ketika menjelang masa dewasa dan bertahan saat usia dewasa. Pengidapnya bisa merasakan gejala, seperti kondisi mood atau suasana hati yang tak stabil, gangguan pola pikir dan persepsi, perilaku impulsif, hingga tak stabil dalam menjalin hubungan yang intens. Lalu, apa sih yang menyebabkan gangguan kepribadian ini? 

Sayangnya, hingga saat ini penyebab BPD belum diketahui pasti. Namun, setidaknya ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi ini, seperti: 

  1. Lingkungan. Faktor lingkungan yang negatif, diduga juga bisa menimbulkan BPD. Contohnya, riwayat penyiksaan atau pelecehan semasa kecil atau pula dicampakkan oleh orangtua.
  2. Kelainan pada otak. Pengidap BDP memiliki perubahan struktur pada fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Pengidapnya juga diduga mengalami kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi. 
  3. Ciri kepribadian tertentu. Beberapa tipe kepribadian lebih berisiko mengalami BPD, contohnya kepribadian agresif dan impulsif.
  4. Genetik. Borderline personality disorder diduga dapat diturunkan secara genetik. 

Hal yang perlu diingat, bukan berarti orang yang tak memiliki satupun faktor risiko di atas, tidak bisa mengalami BPD. Hal sebaliknya juga berlaku, bukan berarti mereka yang memiliki faktor risiko di atas akan mengalami BDP. 

Baca juga: Insomnia Bisa Buat Borderline Personality Disorder Makin Parah

Ketahui Metode Pengobatannya

Gangguan kepribadian yang umumnya muncul pada periode menjelang usia dewasa ini, untungnya dapat membaik seiring bertambahnya usia. Asalnya, cara menangani tepat dan efektif. Nah, berikut beberapa terapi psikologi untuk mengatasi BPD. 

1. Dialectical Behavior Therapy (DBT)

Terapi ini menggunakan pendekatan berbasis kemampuan dalam mengajari pengidap BPD mengatur emosi, mentoleransi tekanan jiwa, dan memperbaiki hubungan sosial. DBT bisa dilakukan sendiri atau di dalam sebuah grup konsultasi bersama seorang terapis.

2. Mentalization-Based Therapy (MBT)

Menitikberatkan metode berpikir sebelum bereaksi. MBT membantu pengidap BPD mengenali perasaan dan pikirannya sendiri. Caranya dengan menciptakan perspektif alternatif dari situasi yang tengah dihadapi.

3. Schema-Focused Therapy

Schema-Focused Therapy membantu penderita BPD mengenali kebutuhan yang tidak terpenuhi pada periode awal hidup, yang dapat memicu pola perilaku hidup negatif. Terapi ini akan memfokuskan pada usaha pemenuhan kebutuhan tersebut melalui cara yang lebih sehat agar terbangun pola perilaku hidup yang positif. Sama seperti terapi DBT, terapi ini dapat dilakukan secara perorangan maupun di dalam grup konsultasi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Diakses pada 2020. Personality Disorders. 
NIH. National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.
NHS Choices UK . Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.