Ini 4 Penularan HIV dan Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 4 Penularan HIV dan Tips Mencegahnya

Halodoc, Jakarta - HIV dan AIDS bukan nama penyakit secara keseluruhan. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah jenis virus yang menyebabkan terjadinya penyakit AIDS. Virus ini menyerang kekebalan tubuh, sehingga memudahkan tubuh terserang infeksi. Seseorang bisa hidup antara sembilan hingga 11 tahun tanpa pengobatan setelah tubuh terpapar virus. 

Sayangnya, penyakit AIDS bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Tidak hanya satu, ada beberapa cara penularan virus HIV yang bisa terjadi. Kebanyakan orang mengira penularan virus HIV menjadi penyakit AIDS pada seseorang terjadi melalui cipratan keringat, air liur gigitan nyamuk, kontak atau sentuhan langsung, bahkan penggunaan toilet bersamaan. Padahal, bukan itu yang menjadi cara penularannya. Lalu, apa saja?

  • Melalui Pemakaian Jarum Suntik

Membicarakan kesehatan, sebaiknya kamu mencari informasi yang benar dan akurat, supaya diagnosis dan penanganannya juga tepat. Jangan asal percaya sumber dari internet, lebih baik kamu bertanya langsung pada dokter. Tidak perlu mengantre atau datang ke klinik, kamu bisa memanfaatkan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc.

Baca juga: Harus Tahu, HIV dan AIDS Itu Berbeda

Nah, penularan yang sering terjadi melalui jarum suntik. Tentu saja, melalui penggunaan jarum suntiknya yang bergantian. Tidak hanya di rumah sakit, jarum suntik bisa kamu temukan di pelayanan akupuntur atau tato. Jadi, kamu harus memastikan bahwa jarum suntik yang kamu pakai adalah bersih dan steril. Supaya tidak tertular, jangan sampai menggunakan sembarang jarum suntik, terlebih jarum suntik bekas.

  • Hubungan Seks Bebas

Seks bebas menjadi penularan HIV yang turut berisiko. Ini terjadi ketika seorang pengidap melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman. Penyebaran mudah terjadi dan meluas jika pengidap sering berganti pasangan. Oleh karena itu, untuk menghindari penularan dengan cara ini, jangan sampai kamu melakukan berganti-ganti pasangan dan sebaiknya gunakan pengaman. 

Baca juga: Cari Tahu 5 Hal Mengenai HIV AIDS

  • ASI Ibu ke Bayi

Penularan juga bisa terjadi melalui ibu kepada bayinya, tentu saja dari ASI yang ibu berikan kepada sang buah hati. Sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV dan AIDS secara pasti, jadi sebaiknya lakukan deteksi dan pemeriksaan dini, sehingga risiko penularan dari ibu kepada bayinya bisa dicegah. Tidak hanya itu, pemeriksaan kehamilan rutin bisa mencegah terjadinya komplikasi kehamilan lainnya, termasuk preeklampsia dan bayi sungsang. 

  • Transfusi Darah

Selain penggunaan jarum suntik bekas dan bergantian, HIV dan AIDS ditemukan melalui transfusi darah. Namun, penularan dengan cara ini lebih mudah dicegah, karena sebelum mendonorkan darah, tentu kamu menjalani serangkaian pemeriksaan kelayakan untuk menentukan apakah kamu boleh menyumbangkan darahmu. Dengan begitu, lebih mudah diketahui apabila kamu memiliki risiko penyakit tertentu. 

Baca juga: Benarkah HPV Lebih Berbahaya Ketimbang HIV?

Memang menakutkan, tetapi HIV dan AIDS bisa dicegah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Hindari hal yang meningkatkan risiko terjadinya penularan, jauhi obat terlarang, apa pun jenisnya kenakan pengaman ketika berhubungan intim, juga pemeriksaan diri atau cek kesehatan rutin. Khusus untuk laki-laki, sunat juga menjadi alternatif yang bisa dipilih untuk mengurangi tingginya penularan. Tentu saja, mencegah jauh lebih baik daripada harus mengobati. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases & Conditions. HIV/AIDS.
Healthline. Diakses pada 2019. Busting HIV Transmission Myths.
AIDS. Diakses pada 2019. How is HIV Transmitted?