• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Tanda Bayi Siap Digendong Menghadap Depan

Ini 4 Tanda Bayi Siap Digendong Menghadap Depan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menggendong menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh orangtua. Tidak hanya untuk meningkatkan hubungan emosional antara orangtua dan anak, menggendong bayi ternyata mampu membantu perkembangan otak dan tubuh bayi menjadi lebih baik. Berbagai cara bisa ibu lakukan untuk menggendong Si Kecil, salah satunya menggendong bayi menghadap ke depan.

Baca juga: 4 Cara Menggendong Bayi yang Perlu Orangtua Ketahui

Menggendong bayi ke depan dinilai dapat memberikan stimulasi pada bayi. Namun, apakah setiap bayi bisa untuk digendong menghadap ke depan? Tidak ada salahnya ibu kenali lebih banyak beberapa tanda yang menandakan bahwa bayi sudah siap untuk digendong menghadap ke depan. Dengan begitu, bayi maupun ibu akan sama-sama merasa nyaman.

Ibu, Inilah Tanda Bayi Siap Digendong ke Depan

Saat bayi memasuki usia 3–6 bulan, biasanya bayi akan lebih senang mengeksplorasi lingkungan yang ada di sekitarnya. Pada usia ini, bayi juga sudah memiliki otot leher yang kuat dan penglihatan yang lebih baik, sehingga lingkungan di sekitarnya akan benar-benar menarik untuk bayi di usia ini.

Salah satu cara yang bisa membantu bayi untuk mengenali lingkungannya dengan menggendong bayi menghadap ke depan. Namun, sebelum melakukan ini, tidak ada salahnya kenali dulu beberapa tanda yang mengisyaratkan bahwa bayi siap digendong menghadap ke depan:

1.Mampu Mengangkat Leher dengan Baik

Saat akan menggendong bayi menghadap ke depan, sebaiknya ibu pastikan bahwa bayi mampu mengangkat kepala serta kontrol leher dengan baik. Hal ini untuk mencegah guncangan pada kepala bayi agar tidak terjatuh ketika ibu berjalan. Umumnya, kemampuan ini dimiliki bayi dengan usia 56 bulan.

2.Pastikan Tinggi Bayi Cukup

Ibu juga harus memastikan tinggi bayi cukup untuk digendong menghadap ke depan. Jika ibu menggunakan baby carrier, pastikan dagu bayi sudah ada di atas gendongan. Hal ini dilakukan agar tidak menghambat pernapasan bayi.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Dibedong Terus, Bolehkah?

3.Terlihat Nyaman

Pastikan saat ibu menggendong bayi menghadap ke depan, bayi terlihat nyaman dan tertarik dengan apa yang ia lihat. Jika bayi rewel dan tidak terlihat nyaman, sebaiknya perhatikan lagi cara menggendong Si Kecil dan kembalikan posisi menghadap ibu agar ia tetap nyaman. 

Namun, jika anak rewel disertai dengan gejala lain, seperti demam atau muntah, tidak ada salahnya ibu gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter sebagai penanganan awal pada kesehatan anak. Ibu bisa download aplikasi Halodoc melalui App Store dan Google Play sekarang juga.

4.Duduk Tanpa Bantuan

Bayi yang sudah dapat duduk tanpa bantuan juga menandakan bahwa ia siap untuk digendong menghadap ke depan. Saat menggendong bayi ke depan, letakkan bagian bokong bayi berada di atas tangan ibu dan pastikan tangan ibu dalam posisi yang kuat. Gunakan tangan yang lain untuk menopang dan menjaga bayi pada bagian dada.

Perhatikan Hal Ini Saat Menggendong Bayi Menghadap Depan

Meskipun terlihat menyenangkan bagi bayi, tetapi sebaiknya perhatikan beberapa kondisi bayi saat ibu menggendong bayi ke depan. Terkadang menggendong bayi menghadap ke depan akan menyebabkan overstimulasi pada bayi akibat terlalu banyak yang ia lihat tanpa jeda atau istirahat. Kondisi ini ternyata dapat menyebabkan bayi kelelahan, lebih sering mengantuk, hingga menjadi lebih rewel. 

Baca juga: Pelukan Ayah pada Newborn Dapat Membangun Ikatan

Sebaiknya jangan terlalu lama menggendong bayi menghadap ke depan. Guncangan yang terjadi pada bagian kepala juga dapat menyebabkan anak tidak nyaman. Saat bayi tertidur, sebaiknya jangan gendong bayi menghadap ke depan karena dapat mengganggu pernapasan bayi. Kembalikan posisi bayi menghadap ibu agar bayi tetap nyaman. 

Menggendong bayi dengan posisi menghadap ibu juga dinilai mampu meningkatkan ikatan emosional antara anak dan ibu. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba gendong menghadap ibu agar interaksi antara ibu dan anak menjadi lebih berkualitas.

Referensi:
Wear My Baby. Diakses pada 2020. Facing Out In A Baby Carrier: What You Need to Know.
Mom Loves Best. Diakses pada 2020. When to Face Your Baby Forward in A Carrier.
Carifit. Diakses pada 2020. When Can My Baby Face Outwards in My Carrier.