• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Ini 5 Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 5 Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

“Kemoterapi seringkali menimbulkan efek samping. Hal ini bisa terjadi karena kekuatan obat yang digunakan saat kemoterapi terlalu kuat, sehingga sel tubuh yang sehat ikut rusak. Beberapa efek samping kemoterapi bisa dikelola. Misalnya dengan olahraga, tidur yang cukup, mengenakan cooling cap, hingga rajin cuci tangan.”

Halodoc, Jakarta – Kemoterapi bekerja dengan membunuh sel kanker yang tumbuh cepat. Namun,  obat kemoterapi terlalu kuat untuk menghancurkan sel kanker, sehingga juga mengganggu sel-sel sehat. Misalnya saja kerusakan pada folikel rambut, saluran pencernaan, mulut, dan sumsum tulang. 

Kekuatan obat kemoterapi seringkali menimbulkan efek samping seperti  mual, kelelahan, dan rambut rontok. Efek samping apa yang dialami dan seberapa parahnya akan tergantung pada obat dan bagaimana tubuh bereaksi pada kemoterapi. Lantas, bisakah efek samping kemoterapi diatasi?

Baca juga:  Jalani Kemoterapi, Begini Cara Atur Pola Makan yang Tepat

Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Seiring majunya ilmu pengetahuan tentang kanker, ilmu untuk mengelola dan mengurangi efek samping kemoterapi juga bertambah. Berikut beberapa efek samping umum kemoterapi dan cara mengelolanya:

  1. Atasi Kelelahan Akibat Kemoterapi dengan Olahraga

Kelelahan mungkin merupakan efek samping paling umum dari kemoterapi. Meskipun terdengar berlawanan, tapi salah satu cara terbaik untuk mengurangi kelelahan akibat kemoterapi yaitu dengan berolahraga. Tidak harus ke gym, cukup berjalan kaki sudah cukup membantu. 

Cara lainnya yaitu dengan tidur siang singkat atau istirahat selama kurang dari 30 menit di siang hari. Terapkan jadwal tidur dan bangun yang teratur. Konsumsi juga makanan seimbang yang mencakup protein, serta minum 8 hingga 10 gelas air (1,5 – 2 liter) setiap hari.

  1. Minum Obat untuk Mengatasi Mual dan Muntah

Salah satu efek samping umum kemoterapi yaitu mual dan muntah. Untuk mengatasi hal ini dokter biasanya memberikan obat antimual yang dikenal sebagai antiemetik. 

Baca juga: Ini Metode Pengobatan untuk Pengidap Kanker

  1. Kenakan Cooling Cap untuk Meminimalkan Rambut Rontok

Beberapa obat kemoterapi membunuh sel-sel di folikel rambut. Itulah yang menyebabkan rambut rontok dan menipis. Jika obat kemoterapi yang diberikan menyebabkan rambut rontok, tanyakan pada dokter apakah boleh mengenakan cooling cap selama kemoterapi. Cara ini bisa mengurangi risiko rambut rontok.

Cooling cap bekerja dengan mendinginkan kulit kepala. Teorinya, suhu dingin bisa menyempitkan pembuluh darah di kulit kepala, sehingga mengurangi jumlah obat kemoterapi mencapai sel-sel folikel rambut. 

  1. Atasi Sariawan dengan Es

Obat kemoterapi terkadang merusak sel-sel sehat di lapisan mulut, yang menyebabkan luka di bibir atau sariawan. Belum ada cara pasti untuk mencegah efek samping ini, tapi menghisap batu es selama perawatan bisa mengurangi risiko. 

  1. Rajin Cuci Tangan untuk Menghindari Infeksi

Kemoterapi bisa menekan fungsi kekebalan tubuh, dengan menurunkan jumlah sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sel-sel ini berperan penting melawan virus dan bakteri. Untuk mengurangi sakit selama perawatan, sebaiknya lebih rajin dalam mencuci tangan. Terutama sebelum dan sesudah makan, serta sebelum menyentuh mata, hidung atau mulut.

Baca juga: Kemoterapi Bisa Memicu Terjadinya Kanker Darah

Biasanya efek samping kemoterapi hilang dalam waktu cepat. Namun, beberapa efek samping mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk hilang sepenuhnya. Ada juga orang yang mengalami efek samping kemoterapi seumur hidup. Misalnya efek kemoterapi yang menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung, paru-paru, ginjal, atau organ reproduksi. 

Umumnya pengidap kanker menjadi putus asa mengenai jangka waktu pengobatan atau efek samping yang dialami. Jika kamu juga merasa seperti ini, tidak ada salahnya untuk berbicara dengan tim dokter yang merawat kanker. Kamu mungkin bisa mengubah pengobatan atau jadwal pengobatan. Dokter juga mungkin menyarankan cara untuk mengurangi rasa sakit akibat efek samping.

Jika diperlukan, buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

Everyday Health. Diakses pada 2021. How to Manage the Side Effects of Chemotherapy

WebMD. Diakses pada 2021. Tips for Managing Chemotherapy Side Effects

Cancer. Diakses pada 2021. Chemotherapy Side Effects

Elsevier Journal. Diakses pada 2020. ESPEN guidelines on nutrition in cancer patients.