• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Cara Mengatasi Mata Malas pada Anak-Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Cara Mengatasi Mata Malas pada Anak-Anak

Ini 5 Cara Mengatasi Mata Malas pada Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Desember 2020
Ini 5 Cara Mengatasi Mata Malas pada Anak-Anak

Halodoc, Jakarta - Masalah mata pada anak sebenarnya tidak hanya menyoal bintitan, konjungtivitis, mata minus atau plus saja. Apakah ibu pernah mendengar keluhan mata pada anak bernama mata malas (amblyopia)? Mata malas adalah gangguan penglihatan sebelah mata pada anak-anak, karena otak dan mata tak terhubung dengan baik sehingga mengakibatkan penglihatan menurun. 

Pada beberapa kasus, mata malas bisa menyebabkan kualitas atau fokus penglihatan yang dihasilkan oleh kedua mata berbeda. Kondisi ini menyebabkan otak hanya menerjemahkan penglihatan dari mata yang baik, dan mengabaikan penglihatan dari mata yang mengalami gangguan.  

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengatasi mata malas pada anak-anak? 

Baca juga: 9 Macam Tanda Kelainan Mata pada Anak

Dari Kacamata sampai Operasi

Terdapat beragam cara mengatasi mata malas pada anak-anak. Cara yang direkomendasikan dokter nantinya akan dipertimbangkan berdasarkan tingkat keparahan dan dampak pada penglihatan anak. Peluang kesembuhan mata malas pada anak akan semakin besar bila terdeteksi dan diatasi lebih dini. 

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengatasi mata malas pada anak? Meski anak-anak di usia 7 sampai 17 tahun dapat merespon pengobatan mata malas, tapi sebaiknya mata malas diatasi sebelum anak menginjak usia 7 tahun. 

Nah, berikut ini cara mengatasi mata malas pada anak yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. 

1.Kacamata

Kacamata bisa memperbaiki masalah mata seperti rabun jauh, rabun dekat atau astigmatisme yang bisa disebabkan oleh mata malas. Orangtua sebaiknya perlu mengingatkan anak untuk tetap mengenakan kacamata khusus mata malas agar pengobatan mata malas berjalan efektif. 

2.Tetes Mata 

Cara mengatasi mata malas pada anak juga bisa melalui obat tetes mata. Obat tetes mata atropin (Isopto Atropine) akan mengaburkan penglihatan pada mata yang lebih kuat secara sementara. 

Kondisi ini akan mendorong anak untuk menggunakan mata yang lebih lemah (mata malas). Pada beberapa kasus, obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti sensitivitas terhadap cahaya dan iritasi mata.

Baca juga: 3 Komplikasi yang Bisa Terjadi karena Mata Malas

3.Penutup Mata Khusus

Selain dua hal di atas, cara mengatasi mata malas juga bisa dengan menggunakan penutup mata khusus. Alat ini dipasangkan pada mata yang normal untuk merangsang mata yang malas.

Mata yang mengalami mata malas diharapkan mengalami perkembangan dalam melihat. Cara ini umumnya bekerja paling efektif pada balita yang mengidap mata malas. Penutup mata ini biasanya dipakai selama 2-6 jam perhari.

4.Filter Bangerter

Filter khusus ini ditempatkan pada lensa kacamata mata yang lebih kuat (normal). Filter ini akan mengaburkan mata yang lebih kuat, sama halnya seperti penutup mata, filter Bangerter bekerja untuk merangsang mata yang lebih lemah. Boleh dibilang, filter ini bekerja seperti penutup mata khusus atau obat tetes mata.

5.Prosedur Operasi

Cara mengatasi mata malas juga bisa melalui prosedur operasi. Si Kecil mungkin akan membutuhkan prosedur ini bila dirinya mengidap katarak atau mata juling yang menyebabkan mata malas. Meski tidak memperbaiki kemampuan visual mata secara sempurna, tapi prosedur operasi bisa membuat mata lebih sinkron, sehingga kinerjanya akan meningkat. 

Baca juga: Periksa Mata Sejak Dini, Kapan Sebaiknya Mulai Dilakukan?

Mau tahu lebih jauh mengenai cara mengatasi mata malas pada anak? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020.  Diseases and Conditions. Lazy Eye (Amblyopia).  
Kids Health. Diakses pada 2020. Amblyopia.  
WebMd. Diakses pada 2020. What is Amblyopia?