• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Cara Merawat Lansia dengan Osteoporosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Cara Merawat Lansia dengan Osteoporosis

Ini 5 Cara Merawat Lansia dengan Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 November 2021
Ini 5 Cara Merawat Lansia dengan Osteoporosis

“Terdapat beberapa cara merawat lansia yang mengidap osteoporosis. Salah satunya adalah mengajak lansia untuk berolahraga secara rutin atau menjalani terapi fisik. Sebab, kurang berolahraga dapat melemahkan tulang secara keseluruhan. Namun, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum melakukan aktivitas fisik tersebut.”

Halodoc, Jakarta – Mereka yang sudah memasuki usia lanjut atau lansia rentan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah osteoporosis yaitu kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh. Osteoporosis berkaitan dengan kepadatan tulang, sementara kepadatan tulang akan semakin mudah menurun seiring berjalannya penuaannya. 

Osteoporosis tidak dapat disembuhkan, tapi keparahannya dapat dikendalikan dengan beberapa perawatan yang tepat. Apabila ada anggota keluargamu mengidap osteoporosis, tentu kamu harus mengetahui bagaimana cara merawatnya. 

Yuk, ketahui lebih lengkap infonya di sini!

Cara Efektif Merawat Lansia dengan Osteoporosis

Perlu diingat bahwa perawatan osteoporosis tidak bertujuan untuk menyembuhkannya, melainkan membantu meringankan gejalanya. Perawatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepadatan tulang  dan melambatkan proses pengeroposan. 

Nah, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat lansia yang mengidap osteoporosis.

  1. Olahraga dan Terapi Fisik

Kurang olahraga dapat membuat tulang melemah, sehingga olahraga secara rutin sangatlah penting bagi pengidap osteoporosis yang sudah lansia. Kamu dapat mengajak orangtua untuk berjemur dan berolahraga ringan seperti jalan kaki selama sekitar 30 menit.

Namun, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu pada dokter spesialis apakah aman untuk berolahraga serta jenis olahraga apa yang sesuai. Selain itu, hindari olahraga yang terlalu berat seperti sit up karena berpotensi untuk membahayakan kesehatan tulang mereka.  Sebab kondisi fisik lansia sudah tidak sebugar dibandingkan dengan mereka yang masih berusia muda.

Dokter spesialis geriatri juga mungkin dapat menganjurkan pengidap osteoporosis untuk menjalani fisioterapi. Tujuannya untuk meningkatkan dan menjaga kelenturan, keseimbangan, serta kemampuan gerak.

  1. Pastikan Lansia Minum Obat yang diresepkan

Kamu harus memastikan lansia yang mengidap osteoporosis mengonsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur. Baik obat-obatan non hormonal maupun non hormonal. Obat pengidap osteoporosis yang diresepkan oleh dokter bertujuan untuk memperkuat tulang dan sendi mereka. Di samping itu, kamu juga perlu memperhatikan apakah penggunaan obat-obatan atau suplemen yang diresepkan berdampak pada tulang atau tidak. 

  1. Penerapan Pola Makan Sehat

Dilansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pengidap osteoporosis yang sudah berusia lanjut perlu mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang cukup. 

Contohnya seperti ikan salmon, tahu, sayuran hijau berdaun gelap, kaldu tulang, serta susu atau yoghurt yang diperkaya dengan vitamin D. Maka dari itu, kamu perlu memberitahu mereka pola makan yang sehat dan jenis makanan apa yang wajib dikonsumsi.

  1. Berhenti Merokok

Para lansia yang masih memiliki kebiasaan merokok perlu diberikan pemahaman,  bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Termasuk memicu gejala osteoporosis yang semakin parah hingga penyakit kanker. 

Selain itu, berhentilah merokok bila kamu juga memiliki kebiasaan ini. Sebab, merokok dapat mengurangi pertumbuhan tulang baru, sementara bagi wanita, merokok dapat menurunkan kadar estrogen.  

  1. Mengurangi Risiko Lansia terjatuh

Pengeroposan tulang akibat osteoporosis membuat tulang pengidapnya sangat mudah patah. Apabila orangtua ingin keluar rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat mengurangi risiko terjatuh, antara lain:

  • Pastikan orangtua atau lansia mengenakan sepatu hak rendah dengan sol karet agar pijakannya lebih kokoh.
  • Bila ingin naik dan turun tangga, ingatkan lansia untuk menggunakan pegangan tangan.
  • Kamu perlu mengatur letak perabotan rumah dengan baik untuk mengurangi risiko terjatuh akibat menabrak perabotan.
  • Bersihkan area sekitar teras atau jalan masuk pada rumah secara rutin. Sebab, dedaunan, sampah, maupun bercak lumpur dapat meningkatkan risiko lansia terjatuh akibat terpeleset.
  • Memasang pegangan dinding, memasang karpet, atau menggunakan sandal khusus untuk mencegah terjatuh di kamar mandi.
  • Pastikan bahwa orang tua menggunakan alat bantu jalan atau tongkat sesuai kebutuhannya, baik di dalam rumah, maupun saat keluar rumah. 

Nah, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan guna merawat lansia yang mengidap osteoporosis. Mulai dari mengajaknya untuk berolahraga atau melakukan terapi fisik, hingga mengurangi risiko lansia untuk terjatuh saat dirinya beraktivitas. 

Osteoporosis tidak dapat disembuhkan dan seringkali terjadi tanpa disadari. Maka dari itu, bagi kamu yang masih berusia muda, pastikan untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang sedari dini. Salah satu caranya adalah memenuhi asupan kalsium dan vitamin D melalui konsumsi makanan sehat dan suplemen. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen sesuai kebutuhanmu. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantri berlama-lama di apotek. Jadi tunggu apa lagi? Segera download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about osteoporosis
Health in Aging. Diakses pada 2021. Osteoporosis
CDC. Diakses pada 2021. Does Osteoporosis Run in Your Family?
Bone Health and Osteoporosis Foundation. Diakses pada 2021. Preventing Fractures and Falls