• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 6 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Catat, Ini 6 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kita semua tentu tak asing dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), apalagi di musim penghujan saat ini. Mau tahu berapa banyaknya jumlah pasien DBD pada 2020? Menurut data dari Kementerian Kesehatan, DBD di Indonesia telah mencapai 16 ribu kasus pada periode Januari sampai Awal Maret 2020. Dari angkat tersebut, setidaknya 100 jiwa telah meninggal dunia. Cukup menghawatirkan, bukan?

Nah, berikut beberapa fakta penting mengenai demam beradarah yang perlu kita ketahui.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Alasan Demam Berdarah Bisa Berakibat Fatal

1. Gejala Khas Demam Berdarah

Beberapa orang ketika mengidap demam berdarah tidak menunjukkan gejala apapun. Walau begitu, empat sampai 10 hari setelah digigit, seseorang akan mengalami demam hingga 40 derajat Celsius. Demam tersebut bersamaan dengan sakit kepala parah, serta nyeri otot, sendi, dan area di belakang mata.

Selain itu, demam berdarah memiliki gejala khas. Pada kulit pengidap demam berdarah akan muncul ruam atau bintik merah yang terjadi akibat pendarahan. Bila ditekan, bintik ini tak akan pudar. Bintik merah ini biasanya muncul sekitar 2-5 hari setelah demam. Selain itu, pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi. 

  1. Demamnya Tak Bisa Dibedakan

Pada dasarnya, demam memang menjadi tanda awal dari DBD. Namun sayangnya, masih banyak orang yang sering terkecoh dengan demam flu biasa yang terjadi di musim hujan seperti saat ini. Lalu, bagaimana sih cara membedakan demam pada DBD dan flu?

Hmm, jawabannya sih simpel. Enggak bisa dibedakan! Oleh sebab itu, bila pada hari ketiga demam tak menghilang, di hari keempat pengidapnya mesti melakukan tes darah. Pasalnya, demam yang tak kunjung turun mesti diwaspadai. Hal ini bisa saja menandai dari penyakit flu, DBD, atau tifus.

Baca juga: Lakukan Hal Ini Untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

3. Fase-Fase dalam Demam Berdarah

Terdapat tiga tahapan yang akan terjadi ketika seseorang mengidap demam berdarah, yaitu:

  • Fase demam. Fase ketika kehadiran virus dalam aliran darah dapat menyebabkan demam tinggi. Tingkat demam dan viremia akan saling berkesinambungan satu sama lain. Pada saat ini, demam pertama akan muncul sekitar tiga atau empat hari setelah gigitan.
  • Fase kritis. Pada fase ini, terdapat berbagai kebocoran plasma secara tiba-tiba di dalam perut. Pengidap demam berdarah akan menunjukkan tanda-tanda penyempitan intravaskuler atau pendarahan berat dan harus segera dirujuk ke rumah sakit.
  • Fase penyembuhan. Pada fase terakhir ini, kebocoran plasma akan berhenti sejalan dengan reabsorpsi plasma dan cairan. Tanda-tanda yang menunjukkan masuknya fase penyembuhan, yaitu kembalinya nafsu makan, stabilnya denyut nadi, meningkatnya urine, dan pemulihan ruam karena virus dengue.

4. Memasuki Fase Kritis

Demam berdarah mungkin akan menghilang dalam kurun waktu 24 jam ke depan ketika ada tanda-tanda seperti rendahnya jumlah sel darah putih. Dalam kondisi tersebut, leukosit hanya akan memiliki WBC<5.000 sel/mm3 dibandingkan dengan leukosit normal, yaitu WBC 5.000-10.000 sel/mm3 atau biasa disebut new-onset leukopenia.

Lalu, tanda yang lainnya adalah terjadinya limfositosis artinya peningkatan limfosit. Terakhir, yaitu peningkatan limfosit atipik, yang berarti limfosit plasma biru meningkat. Dengan menghilangnya demam, menandakan bahwa pengidap DBD sedang masuk pada fase kritis.

  1. Bisa Berujung Komplikasi

Komplikasi yang  mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan perdarahan. Demam berdarah yangt tak cepat mendapatkan penanganan, bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari kejang, kerusakan hati, jantung, otak, paru-paru, syok, hingga gegagalan sistem organ yang berujung pada kematian.

Baca juga: Catat, 6 Makanan untuk Menyembuhkan Demam Berdarah

  1. Bisa Dicegah

Terdapat beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah demam beradarah. Langkah ini dikenal dengan 3M, yaitu:

  • Menguras tempat penampuan air.

  • Menutup tempat penampungan air.

  • Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti (nyamuk pembawa virus DBD).

Selain 3M, ada pula beberapa langkah lain yang perlu kita lakukan. Misalnya, memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah, mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, menanan tumbuhan pengusir naymuk, hingga menamburkan bubuk abate pada penampungan air yang sulit dikuras.

Mau tahu lebih jauh mengenai demam berdarah? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Dengue fever.
Healthline. Diakses pada November 2019. Dengue Fever.  
WebMD. Diakses pada November 2019. Dengue Fever.
Tirto.id. Diakses pada 2020. Wabah DBD Indonesia 2020: Sudah 16 Ribu Kasus, 100 Jiwa Meninggal.