• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Hal Penyebab Menstruasi Jadi Tidak Teratur

Ini 5 Hal Penyebab Menstruasi Jadi Tidak Teratur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 5 Hal Penyebab Menstruasi Jadi Tidak Teratur

Halodoc, Jakarta - Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah salah satu gangguan menstruasi yang umum dialami wanita. Biasanya, siklus menstruasi berjalan sekitar empat minggu, terhitung sejak dimulainya hari pertama menstruasi, sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Namun, pada wanita yang siklusnya tidak teratur, hitung-hitungan empat minggu itu tidak lagi berlaku. 

Pertanyaannya, apa sih penyebab menstruasi tidak teratur? Yuk, simak ulasannya di bawah ini. 

Baca juga: 7 Tanda menstruasi Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai 

1.Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS boleh dibilang menjadi salah satu penyebab menstruasi tidak teratur yang perlu diwaspadai. PCOS adalah adanya kelainan pada hormon dan sistem metabolisme tubuh sehingga fungsi indung telur terganggu. Nah, kondisi ini yang ujung-ujungnya bisa membuat periode menstruasi tidak teratur. 

Selain meningkatnya jumlah kista kecil di ovarium, menurut National Institutes of Health salah gejala yang umumnya dialami pengidap PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Hingga kini, para ahli belum mengetahui secara persis penyebab PCOS. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan sindrom metabolik, resistensi insulin, dan faktor genetik.

2.Gangguan Tiroid

Penyebab menstruasi tidak teratur juga bisa dipicu oleh gangguan tiroid. Di dalam tubuh kelenjar ini berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Namun, jika kelenjar tiroid terganggu dan tak bekerja dengan baik, salah satu imbasnya siklus menstruasi juga akan terganggu. 

Seseorang yang kelenjar tiroidnya terganggu bisa mengalami beragam gejala. Mulai dari mudah lelah, berat badan naik atau turun secara drastis, kerontokan rambut, hingga menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. 

Baca juga: Wanita Perlu Tahu, Ini 2 Jenis Gangguan Menstruasi

3.Ketidakseimbangan Hormon

Selain dua hal di atas, penyebab menstruasi tidak teratur lainnya adalah ketidakseimbangan hormon. Setidaknya ada dua hormon yang berkaitan erat dengan menstruasi, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen memengaruhi kesuburan dan siklus menstruasi. Sedangkan hormon progesteron membantu mengatur sistem reproduksi dalam mempersiapkan terjadinya kehamilan, termasuk siklus menstruasi. 

Nah, andaikan salah satu dari kedua hormon tersebut bermasalah, maka siklus menstruasi dan kesuburan pun akan ikut terpengaruh. Hal yang perlu diingat, terdapat beragam hal yang bisa memicu kedua hormon tersebut tidak seimbang. Contohnya seperti stres, kegemukan, terlalu kurus, atau kondisi medis lainnya. 

4.Pemakaian Alat Kontrasepsi

Penyebab haid tidak teratur juga bisa disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi. Contohnya, IUD (spiral) atau pil KB. Kedua alat kontrasepsi ini bisa mengakibatkan perubahan berupa flek di antara siklus menstruasi. Pada beberapa kasus, penggunaan spiral bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak ketimbang saat menstruasi.

5.Pola Hidup Sehari-hari

Pola hidup sehari-hari juga bisa menjadi penyebab menstruasi tidak teratur Contohnya, jika seseorang melakukan olahraga yang berlebihan atau mengalami penurunan berat badan yang drastis, hal ini bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Penyebab menstruasi tidak teratur juga bisa dipicu oleh obesitas, stres, hingga kurang tidur akibat pola hidup yang keliru. 

Baca juga: Inilah 4 Fase yang Terjadi saat Menstruasi

Mau tahu lebih jauh mengenai penyebab menstruasi tidak teratur dan cara mengatasinya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Why Is My Period Late: 8 Possible Reasons. 
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Menstruation 
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Polycystic ovary syndrome
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Menstrual cycle: What's normal, what's not.