• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Macam Posisi Bayi Jelang Persalinan

Ini 5 Macam Posisi Bayi Jelang Persalinan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sepanjang kehamilan bayi akan bergerak dan posisinya akan berubah-ubah di dalam rahim. Pada awal kehamilan, ukuran bayi yang masih kecil memungkinkannya untuk bergerak bebas. Namun, semakin bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi semakin besar, sehingga mulai membatasi pergerakannya. 

Mendekati kelahiran, normalnya bayi bergerak ke bagian bawah rahim untuk bersiap melewati jalan lahir. Pada kasus yang jarang, posisi bayi justru tidak berubah atau posisinya tidak sempurna. Ketika kondisi ini terjadi, ibu mungkin perlu melakukan upaya agar posisi Si Kecil sesuai dengan jalan lahir. Bila posisi bayi tidak kunjung berubah, ibu disarankan dokter untuk menjalani operasi caesar.

Baca juga: Lakukan Persalinan Normal, Siapkan 8 Hal Ini

Berbagai Macam Posisi Bayi Jelang Persalinan

Idealnya, posisi kepala bayi harus berada di bagian bawah rahim atau menghadap kebawah dekat dengan jalan lahir. Posisi ini disebut presentasi cephalic. Sebagian besar bayi menetap dengan posisi ini dalam 32 hingga 36 minggu kehamilan. Sayangnya, ada sebagian bayi yang tidak berada dalam posisi tersebut sebelum lahir.

Melansir dari Cleveland Clinic, berikut ini macam posisi bayi saat mendekati persalinan, yaitu:

  • Posisi posterior oksiput atau cephalic. Ini merupakan posisi yang sesuai untuk kelahiran normal. Posterior oksiput digambarkan dengan posisi kepala bayi menghadap ke bawah, kadang-kadang menghadap ke perut ibu. 

  • Frank breech. Frank breech atau bokong murni, yaitu ketika bokong bayi mengarah ke jalan lahir namun lututnya memanjang di depan perut. Posisi ini kemungkinan membentuk lingkaran tali pusat yang mendahului kepala melalui serviks. Posisi ini dapat dilahirkan secara normal, namun harus tetap berhati-hati.

  • Sungsang komplit. Pada posisi ini, bokong ada di bagian bawah rahim dengan kedua lutut yang menekuk. Sama seperti frank breech, posisi ini berisiko melukai bayi jika dilahirkan secara normal.

  • Transverse lie. Transverse lie digambarkan dengan posisi bayi yang berbaring melintang di dalam rahim. Posisi ini memungkinkan bahu bayi akan memasuki panggul terlebih dahulu. Sebagian besar bayi dalam posisi ini dilahirkan dengan operasi caesar.

  • Footling breech. Footling breech ditandai dengan satu atau kedua kaki bayi mengarah ke jalan lahir. Ini meningkatkan kemungkinan tali pusar turun ke mulut rahim dan memotong suplai darah ke bayi.

Baca juga: Ini 3 Fakta Doula sebagai Pendamping Persalinan

Mengapa Posisi Bayi saat Kelahiran Amat Penting?

Selama persalinan, tujuan utama dokter untuk melahirkan bayi dengan sehat dan aman. Jika bayi berada dalam posisi yang berbeda, tentunya bisa menyulitkan proses kelahiran dan berisiko melukai ibu serta sang bayi. Setiap posisi bayi punya tingkat kesulitan dan risikonya bervariasi. Maka dari itu, penting untuk rutin memeriksakan diri ke dokter selama kehamilan, terutama saat sudah mendekati hari perkiraan lahir.

Biasanya, bayi bergerak ke posisi untuk lahir pada trimester ketiga. Umumnya, ini terjadi dalam beberapa minggu terakhir kehamilan, seringkali antara minggu 32 dan 36. Dokter atau bidan akan memeriksa posisi bayi dengan menyentuh perut selama pertemuan. Untuk lebih akurat, dokter akan melakukan USG untuk memeriksa posisi bayi.

Baca juga: Keluar Lendir dan Darah di Miss V, Tanda-Tanda Melahirkan?

Kalau ibu punya pertanyaan lain mengenai posisi bayi, hubungi dokter Halodoc saja. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Fetal Positions for Birth.
Parents. Diakses pada 2020. Signs of Approaching Labor.