• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Penyebab Asfiksia yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Penyebab Asfiksia yang Perlu Diwaspadai

Ini 5 Penyebab Asfiksia yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 November 2022

“Ada banyak kemungkinan penyebab asfiksia yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah asfiksia kimia yang terjadi ketika seseorang menghirup zat yang memutus suplai oksigen tubuh.”

Ini 5 Penyebab Asfiksia yang Perlu DiwaspadaiIni 5 Penyebab Asfiksia yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Asfiksia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen untuk mencegah seseorang pingsan. Kondisi ini tidak dapat menjadi hal yang sepele, karena dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Sebab, tanpa penanganan segera, asfiksia dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, cedera otak, hingga kematian. 

Perlu diketahui, bahwa asfiksia dapat dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa atau bayi. Pada bayi, kondisi ini dikenal dengan istilah asfiksia neonatorum, yang terjadi ketika bayi tidak mendapatkan oksigen saat proses kelahiran. 

Mengingat dampaknya yang dapat berakibat fatal, penting untuk mengetahui kondisi ini secara lebih mendalam. Khususnya terkait penyebabnya. Karena itu, ketahuilah penyebab dari asfiksia yang perlu jadi waspada di sini!

Penyebab Asfiksia yang Perlu Diwaspadai 

Ada banyak kemungkinan penyebab asfiksia yang perlu diwaspadai. Beberapa penyebabnya karena oleh obstruksi saluran napas pada paru-paru, menghirup bahan kimia, atau kondisi medis tertentu. Berikut adalah penjabarannya: 

1. Tenggelam

Tenggelam dapat menyebabkan terjadinya asfiksia. Sebab, tubuh mereka tidak dapat mengirimkan oksigen ke jaringan dan organ mereka. Dalam banyak kasus, tenggelam terjadi dengan cepat. Berdasarkan usia, individu yang memiliki risiko tinggi tenggelam antara lain:

  • Anak-anak di bawah 5 tahun.
  • Remaja yang tidak bisa berenang. 
  • Lansia. 

2. Asfiksia kimia

Asfiksia kimia terjadi ketika seseorang menghirup zat yang memutus suplai oksigen tubuh. Zat tersebut dapat menggantikan oksigen di paru-paru atau mengganggu pengiriman oksigen dalam darah.

Zat kimia yang menyebabkan asfiksia disebut asphyxiant. Salah satu contohnya adalah karbon monoksida, yaitu gas tidak berbau dan tidak berwarna yang ditemukan dalam asap. Selain itu, menghirup karbon monoksida dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida.

Asfiksia kimia juga dapat terjadi jika seseorang menggunakan inhalasi tertentu. Zat ini sering dapat kita temui dalam produk rumah tangga biasa, dan memiliki asap kimiawi yang menyebabkan efek psikoaktif saat terhirup. Dalam jumlah yang tinggi, asap ini dapat menyebabkan sesak napas.

3. Anafilaksis

Anafilaksis merupakan reaksi alergi yang parah terhadap makanan, obat-obatan, atau sengatan serangga. Ketika seseorang mengalami anafilaksis, tubuh mengira zat tertentu sebagai zat berbahaya. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi, yang melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti pembengkakan, gatal-gatal, atau sesak napas.

4. Asma

Asfiksia juga dapat disebabkan oleh asma. Perlu diingat bahwa asma adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran udara. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti kesulitan bernapas dan mengi.

Selama serangan asma yang parah, saluran udara akan membengkak dan menyempit. Tanpa penanganan segera, saluran udara bisa menjadi terlalu sempit dan memutus suplai oksigen.

Serangan asma dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Zat alergen (seperti serbuk sari atau bulu binatang).
  • Iritasi kimia.
  • Bau yang kuat.
  • Peristiwa yang menegangkan sehingga memicu stres dan kecemasan. 
  • Infeksi pernapasan. 

5. Saluran udara tersumbat oleh benda asing

Penyebab asfiksia selanjutnya adalah saluran udara yang tersumbat benda asing atau tersedak. Akibatnya, seseorang yang tersedak akan sulit untuk menghirup oksigen. Sebagai contoh, tersedak dapat terjadi ketika seseorang salah menelan makanan. Selain itu, tersedak juga bisa terjadi karena overdosis alkohol. Jumlah alkohol yang tinggi dapat mengurangi refleks muntah seseorang, berpotensi menyebabkan mereka tersedak muntahnya sendiri.

Itulah beberapa penyebab asfiksia yang perlu kamu waspadai. Mulai dari tenggelam, asfiksia kimia, anafilaksis, asma, hingga tersedak. Penting untuk mewaspadai segala penyebab tersebut sebagai langkah pencegahan. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar asfiksia atau mengalami sesak napas, segeralah hubungi dokter. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Asphyxia?
Healthline. Diakses pada 2022. What is Asphyxiation?