• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Pola Asuh yang Bisa Membentuk Karakter Remaja

Ini 5 Pola Asuh yang Bisa Membentuk Karakter Remaja

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Membesarkan dan mendidik anak bukan hal yang mudah, karena tidak ada sekolah untuk melatih menjadi orangtua. Pola asuh yang salah dan sering diterapkan akan membentuk anak memiliki karakter yang menyebalkan saat dewasa nanti. Untuk mencegah hal tersebut, orangtua harus membentuk karakter anak sedari dini, agar ia memiliki kepribadian yang baik. Lantas, bagaimana pola asuh pembentuk karakter yang baik? Ibu bisa lakukan beberapa langkah ini.

Baca juga: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Pola Asuh Pembentuk Karakter yang Baik

Pola asuh yang tepat akan membuat anak memiliki kejujuran, kemandirian, serta rasa peduli terhadap sesama makhluk hidup. Bukan itu saja, pola asuh yang baik juga dapat mencegah anak dari rasa cemas, depresi, pergaulan bebas, konsumsi alkohol berlebihan, serta penggunaan obat-obatan terlarang. Berikut ini beberapa langkah yang dapat ibu lakukan guna membentuk karakter anak:

1.Jangan Memanjakan Anak

Pola asuh pembentuk karakter yang pertama dapat dilakukan dengan tidak terlalu memanjakan anak. Jangan selalu menuruti kemauannya, meskipun ia menangis atau tantrum. Mendisiplinkan anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang. Cara ini dapat membentuk anak menjadi pribadi yang baik di kemudian hari. Jika anak salah, tegur dengan lembut dan jangan sesekali memukulnya.

2.Ajarkan Anak Mandiri

Mengajarkan anak mandiri bisa ibu terapkan dengan memberi mereka kepercayaan, kesempatan, dan juga apresiasi. Ajarkan ia untuk membereskan kamar atau mainannya sendiri. Saat remaja, ibu bisa mendukungnya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Belajar mandiri memang bukan perkara mudah, tetapi mungkin untuk dilakukan.

Baca juga: Dampak pada Anak dengan Pola Asuh Helicopter Parenting

3.Menjadi Contoh yang Baik

Menjadi contoh yang baik bagi anak bisa menjadi pola asuh pembentuk karakter baik saat ia dewasa. Saat kecil, anak cenderung akan meniru apapun yang dilakukan oleh kedua orangtua. Agar kelak memiliki karakter yang baik, ibu bisa memberikan contoh untuk selalu berkata jujur dan sopan, berperilaku santun, serta membantu orang lain yang membutuhkan.

4.Terapkan Batasan untuk Anak

Menerapkan batasan dapat membantu anak belajar mengendalikan diri dan mampu membedakan mana hal baik dan buruk. Jangan lupa juga untuk menjelaskan kenapa alasan tersebut dibuat. Pastikan orangtua untuk selalu konsisten dalam menerapkan aturan. Jika tidak, anak akan merasa kebingungan, dan berujung menyepelekan peraturan yang ibu buat.

5.Luangkan Waktu untuk Anak

Orangtua yang sangat sibuk membuat anak menjadi kurang perhatian. Hal tersebut bisa saja menjadi pemicu anak untuk berbuat buruk guna mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya. Jadi, sesibuk apapun orangtua, ibu harus selalu menyempatkan waktu untuk melakukan quality time bersama anak. Jika hari Senin sampai Jumat ibu sudah sibuk di kantor, usahakan untuk meluangkan waktu saat weekend.

Baca juga: Anak Sering Membangkang, Dampak dari Pola Asuh yang Salah

Konsisten dalam menjalankan pola asuh pembentuk karakter seperti yang telah disebutkan memang bukan perkara mudah. Dalam praktiknya, tidak semudah yang dibayangkan. Setiap orangtua pasti memiliki keterbatasan, baik soal waktu, maupun kesabaran. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu bisa memilih hal-hal mana yang seharusnya menjadi prioritas.

Jika ibu mengalami kesulitan dalam menerapkan pola asuh yang telah disebutkan atau anak selalu membangkang atas hal-hal yang telah ibu terapkan, silahkan diskusikan hal ini dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Jika ibu membutuhkan saran ahli terkait dengan pola asuh yang tepat, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter Halodoc.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2020. 5 Parenting Tips to Help You Raise Happy Children.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Top 10 Parenting Tips.
Royal College of Psychiatrists UK. Diakses pada 2020. Good Parenting: Information.