• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 6 Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling Berlebihan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 6 Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling Berlebihan

Ini 6 Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling Berlebihan

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Sering melakukan styling rambut bisa menyebabkan rambut rusak, rapuh, patah, atau sulit diatur. Untungnya, ada beberapa cara merawat rambut rusak yang bisa dilakukan, seperti menurunkan suhu alat, menggunakan masker rambut, hingga mendapatkan perawatan profesional.”

Ini 6 Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling BerlebihanIni 6 Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling Berlebihan

Halodoc, Jakarta – Agar penampilan terlihat lebih menarik, banyak wanita suka menata rambutnya. Mulai dari dicat warna-warni, dicatok, dibuat bergelombang, dan masih banyak lagi.

Namun, sering menata rambut dengan menggunakan alat pemanas rambut dan obat-obatan kimia bisa menyebabkan rambut rusak. Kerusakan yang terjadi bisa lebih dari sekadar ujung yang bercabang, tapi rambut juga bisa patah, terlihat kusam, kusut dan sulit diatur. 

Hal itu malah bisa membuat penampilan rambut kurang indah untuk dilihat. Namun, jangan khawatir, ada beberapa cara merawat rambut rusak yang bisa kamu coba. 

Cara Merawat Rambut Rusak Akibat Styling Berlebihan

Bila kamu termasuk salah satu orang yang gemar menata rambut, berikut adalah tips-tips yang bisa kamu coba untuk mencegah atau merawat rambut rusak akibat styling berlebihan:

1. Menurunkan suhu alat penata rambut

Alat penata rambut, seperti hair-dryer, alat catok, pengeriting rambut, dan lain-lain, merupakan alat yang bisa mengubah rambut yang terlihat biasa menjadi bergelombang dengan indah, atau membuat rambut yang tipis dan lepek menjadi mengembang dan tampak bervolume. Namun, suhu panas yang dikeluarkan dari alat tersebut bisa membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan kusut.

Nah, salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat menata rambut yang berperan pada kerusakan rambut adalah mengatur suhu terlalu tinggi saat menggunakan alat dengan panas. Jadi, kecuali bila kamu memiliki rambut yang sangat tebal dan sangat sulit diatur, aturlah suhu alat penata rambut jangan terlalu tinggi, tapi pada suhu yang sedang. Kalau memungkinkan, hindari terlalu sering menata rambut dengan alat  penata rambut yang menggunakan panas.

2. Perlakukan rambut basah dengan hati-hati

Rambut jenis apa pun paling rentan saat masih basah, dan potensi kerusakan benar-benar meningkat bila rambut basah kamu tipis, keriting atau rapuh. Jadi, perlakukan rambut basah kamu dengan hati-hati. Jangan pernah menyisir rambut saat rambut masih basah. Sebagian besar profesional rambut merekomendasikan penggunaan sisir bergigi besar untuk menyisir rambut basah. 

Hindari juga menggosok rambut dengan kencang saat mengeringkannya. Sebaliknya, keringkan rambut kamu dengan handuk lembut, atau lebih baik lagi, dengan kain mikrofiber yang lembut. Hindari juga mengikat rambut saat masih basah.

3. Gunakan masker rambut secara berkala

Cara merawat rambut rusak lain yang juga tidak kalah efektif adalah penggunaan masker rambut. Produk perawatan rambut ini biasanya mengandung bahan reparatif dan berbagai pelembab berkonsentrasi tinggi, seperti vitamin, minyak, dan bahan alami lainnya. 

Masker rambut juga lebih tebal dari kondisioner biasa, jadi ketika kamu mengaplikasikannya pada rambut yang lembab, produk ini bisa bertahan lebih lama. Hal itu memberi waktu bagi formula untuk menembus lebih dalam ke permukaan rambut dan memperbaiki, serta memperkuat rambut yang rusak. Produk ini tetap bekerja bahkan setelah kamu membilasnya.

Gunakan masker rambut yang sesuai dengan jenis rambut kamu dua kali seminggu atau lebih, secara rutin. Dan jangan terburu-buru membilasnya. Semakin lama kamu membiarkannya, akan semakin efektif.

4. Gunakan sampo dengan bijak

Pilihlah sampo bebas sulfat yang diformulasikan untuk rambut rusak. Sampo yang mengandung bahan alami akan membantu memperbaiki rambut rusak kamu.

Selain itu, cobalah untuk tidak terlalu sering keramas. Bila rambut dan kulit kepala kamu perlu disegarkan, cobalah menggunakan sampo kering. Lalu, selesaikan proses keramas dengan air dingin. Air dingin bisa membantu rambut rusak dengan menutup kutikula rambut dan membuat batang rambut rata. Hasilnya, rambut lebih berkilau dan halus.

5. Jaga kelembaban rambut

Kulit yang kering bisa tampak pecah-pecah dan kusam. Itulah mengapa kamu tidak boleh melewatkan pelembab kulit. Nah, begitu juga dengan rambut yang kering. Itu adalah penyebab kerusakan dan kerontokan rambut nomor satu, karena bila rambut tidak mendapatkan cukup hidrasi, maka bisa menjadi rapuh sama seperti kulit.

Jadi, bila kamu rentan mengalami rambut kering akibat di-styling, gunakan rangkaian produk pelembab rambut yang mencakup sampo yang menghidrasi, kondisioner, masker, dan produk tanpa bilas. 

6. Dapatkan perawatan dari profesional

Terkadang perawatan rumah tidak cukup untuk mengatasi rambut yang sangat rusak. Inilah saatnya kamu perlu mendapatkan perawatan dari profesional. Perawatan rambut profesional di salon mengandung konsentrasi bahan aktif yang tinggi. Perawatan rambut tersebut menargetkan semua jenis kerusakan rambut, mulai dari helai rambut yang lemah hingga rambut yang membutuhkan kelembaban tinggi. Formula produk salon sangat terkonsentrasi, sehingga kamu bisa melihat transformasinya segera mungkin.

Itulah beberapa cara merawat rambut rusak akibat styling berlebihan. Bila kamu sakit atau mengalami gejala kesehatan tertentu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Kamu bisa memeriksakan kesehatanmu dengan buat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Matrix. Diakses pada 2022. 9 Ways to Repair, Treat & Fix Damaged Hair.
Healthline. Diakses pada 2022. How to Repair Damaged Hair