10 September 2018

Ini 6 Hal yang Mesti Ibu Lakukan setelah Dinyatakan Hamil

ibu hamil

Halodoc, Jakarta – Saat dokter memberitahu bahwa ibu positif hamil, ibu mungkin akan merasa senang bukan main dan rasanya ingin cepat-cepat memberitahu pasangan dan keluarga. Larut dalam kebahagiaan memang tidak salah sih, tetapi ibu juga perlu tahu apa langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah hamil. Dengan begitu, ibu bisa menjaga kesehatan agar pertumbuhan janin dapat berjalan dengan normal pada trimester pertama. Berikut daftar hal yang mesti ibu lakukan setelah dinyatakan hamil:

1. Hitung Haid Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Setelah bergembira melihat dua garis merah di test pack, coba ingat-ingat kembali kapan ibu terakhir kali mengalami haid. Dengan begitu, ibu bisa menghitung sendiri usia kandungan serta perkiraan tanggal kelahiran anak sebelum mendapat informasi resmi dari dokter. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Rumus Neagle.

Masukkan HPHT ibu ke dalam rumus berikut:

(Hari+7), (Bulan-3), (Tahun+1)

Contoh: HPHT 7 Agustus 2018

Maka perkiraan tanggal persalinannya adalah 14 Mei 2019

Sekarang juga sudah ada aplikasi di smartphone yang bisa ibu gunakan sebagai cara menghitung usia kehamilan.

2. Pilih Tenaga Kesehatan Terbaik

Mulailah diskusikan dengan pasangan mengenai tenaga medis yang akan dipilih untuk mendampingi ibu selama kehamilan dan persalinan, apakah bidan atau dokter kebidanan dan kandungan (obgin). Cek juga apakah rumah sakit atau tempat praktik dokter tersebut mudah dijangkau dari rumah atau kantor. Hal ini penting untuk memudahkan ibu melakukan pemeriksaan rutin dan bersalin. Tidak ada salahnya juga meminta rekomendasi dokter atau bidan dari saudara atau teman terdekat ibu.

Setelah menentukan dokter ‘pilihan’, segera periksakan kehamilan sejak dini agar ibu bisa mengetahui adanya kondisi yang perlu diwaspadai seperti tekanan darah tinggi dan sebagainya.

3. Cek Riwayat Kesehatan Keluarga

Hal lainnya yang juga penting untuk ibu lakukan begitu dinyatakan hamil adalah memeriksa riwayat kesehatan keluarga. Tanyakan apakah ibu, suami, atau anggota keluarga lain punya penyakit turunan? Menurut Akua Afriyie-Gray, MD, seorang asisten profesor di bidang obstetri dan ginekologi di Loyola Medical Center, Amerika Serikat, ibu juga perlu tahu adanya riwayat kesehatan keluarga yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan atau kelainan genetik seperti down syndrome. Hal-hal tersebut penting agar ibu dan suami tahu hal-hal apa saja yang mungkin bisa diturunkan ke janin dan potensi masalah sepanjang kehamilan sampai melahirkan nanti.

4. Mulai Membiasakan Pola Makan Sehat

Selain itu, ibu juga perlu mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Pasalnya, organ-organ penting janin sudah mulai berkembang sejak awal kehamilan. Salah satu nutrisi yang penting untuk ibu penuhi adalah asam folat. Folat berperan penting dalam menghasilkan sel darah merah serta membantu pertumbuhan otaknya. Ibu bisa mendapatkan asupan zat ini dengan mengonsumsi sayuran hijau, buah jeruk, atau minum suplemen folat.

5. Berhenti Minum Obat

Sejak hamil, ibu juga perlu berhati-hati bila ingin mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, obat yang ibu minum bisa tersalurkan ke janin melalui plasenta dan memengaruhi kondisi kesehatan janin. Oleh karena itu, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter bila ibu ingin mengonsumsi obat-obatan saat sakit. Dokter kandungan bisa memberikan resep obat yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil.

6. Hindari Makanan Pantangan untuk Ibu yang sedang Hamil

Enggak hanya mengonsumsi makanan sehat saja, ibu hamil juga perlu menghindari sejumlah jenis makanan yang tidak dianjurkan oleh dokter selama masa kehamilan. Misalnya seperti, makanan mentah atau setengah matang dan sayuran mentah yang tidak bersih yang bisa berbahaya bagi janin. Pasalnya, daging atau ikan yang kurang matang bisa mengandung parasit penyebab toksoplasmosis, yaitu infeksi berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan otak dan mata ke janin. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah makanan tersebut, bahkan sekalipun ibu ngidam, demi kesehatan janin.

Selama masa kehamilan, ibu juga bisa mendapatkan asupan nutrisi yang diperlukan dengan mengonsumsi suplemen. Beli suplemennya di Halodoc saja. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, ibu tinggal order lewat fitur Apotik Antar dan pesanan akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: