• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Kondisi yang Bisa Memengaruhi Laju Endap Darah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Kondisi yang Bisa Memengaruhi Laju Endap Darah

Ini 7 Kondisi yang Bisa Memengaruhi Laju Endap Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 November 2021
Ini 7 Kondisi yang Bisa Memengaruhi Laju Endap Darah

“Setiap orang memiliki nilai laju endap yang normal. Nilai laju endap darah dapat terlihat ketika melakukan pemeriksaan laju endap darah. Ada beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hasil laju endap darah yang normal, seperti hamil, menstruasi, usia lanjut, hingga memiliki riwayat anemia.”

Halodoc, Jakarta – Melakukan pemeriksaan rutin kesehatan menjadi hal baik yang bisa dilakukan untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan. Selain itu, saat mengalami keluhan kesehatan beberapa tim medis akan menyarankan kamu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi penyebab keluhan yang kamu alami. Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah tes laju endap darah.

Tes laju endap darah adalah salah satu jenis pemeriksaan yang digunakan untuk memastikan adanya peradangan atau inflamasi dalam tubuh. Laju endap darah sendiri merupakan bagian dari tes hematologi untuk mengukur berapa lama sel darah merah menggumpal atau mengendap pada alat pemeriksaan.

Tidak ada salahnya simak lebih banyak siapa saja yang perlu melakukan tes laju endap darah dan kondisi apa saja yang bisa memengaruhi laju endap darah!

Gejala yang Memerlukan Tes Laju Endap Darah

Tes laju endap darah dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat darah menggumpal dan jatuh ke dasar tabung yang menjadi alat periksa. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya peradangan atau inflamasi dalam tubuh. 

Saat tubuh mengalami peradangan kondisi ini akan membentuk protein yang membuat sel darah merah jatuh lebih cepat ke dasar tabung. Tidak sembarangan melakukan pemeriksaan, biasanya dokter atau tim medis akan menyarankan kamu melakukan tes laju endap darah jika kamu memiliki beberapa gejala, seperti:

  • Sakit kepala yang terjadi terus menerus dan tidak kunjung membaik.
  • Persendian menjadi kaku, nyeri, hingga bengkak.
  • Nyeri pada bahu, leher, atau panggul.
  • Kehilangan nafsu makan yang akan disertai dengan penurunan berat badan.
  • Mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, darah pada feses, dan nyeri perut.

Selain itu, tes laju endap darah juga akan dilakukan oleh seseorang yang mengalami penyakit tertentu, seperti infeksi khususnya pada tulang, kanker, peradangan pada pembuluh darah, hingga penyakit autoimun.

Kondisi yang Memengaruhi Laju Endap Darah

Tidak perlu khawatir mengenai proses pemeriksaannya. Tes laju endap darah dilakukan seperti pemeriksaan darah pada umumnya. 

Sebaiknya berikan informasi mengenai riwayat kesehatan hingga obat-obatan yang kamu konsumsi pada dokter sebelum melakukan tes laju endap darah. Setelah tim medis mengambil sampel darah, maka tes akan dilakukan dalam laboratorium selama 1 – 2 jam hingga hasilnya selesai. 

Hasilnya, jika kamu mengalami peradangan pada tubuh, maka protein abnormal dalam darah menyebabkan darah menggumpal sehingga gumpalan darah akan jatuh ke dalam dasar tabung (alat pemeriksaan) lebih cepat dibandingkan sel darah tunggal. Semakin cepat darah mengendap di bawah tabung, semakin banyak atau parah peradangan yang terjadi dalam tubuh.

Berikut ini adalah nilai laju endap darah yang normal, seperti:

  • Wanita di bawah usia 50 tahun: 0 – 20 mm/hr (milimeter per jam).
  • Pria di bawah usia 50 tahun: 0 – 15 mm/hr.
  • Wanita di atas usia 50 tahun: 0 – 30 mm/hr.
  • Pria di atas usia 50 tahun: 0 – 20 mm/hr.
  • Anak: 0 – 10 mm/hr.

Lalu, adakah kondisi yang memengaruhi laju endap darah yang normal? Nyatanya, laju endap darah dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi kesehatan, seperti:

  • Riwayat mengidap anemia.
  • Usia lanjut.
  • Pernah mengalami gangguan ginjal.
  • Memiliki penyakit tiroid.
  • Sedang hamil atau menstruasi.
  • Obesitas.
  • Mengonsumsi obat-obatan salah satunya pil KB.

Itulah kondisi yang dapat memengaruhi laju endap darah. Sebaiknya selalu pastikan kondisi kesehatan dalam keadaan optimal. Kamu bisa mengonsumsi berbagai makanan sehat agar kebutuhan nutrisi dan gizi terpenuhi dengan baik. 

Selain makanan, kamu juga bisa memenuhi vitamin menggunakan suplemen. Yuk, beli obat dan vitamin di Toko Kesehatan Halodoc agar kebutuhan yang kamu perlukan langsung diantar ke rumah. Praktis kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store dan Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2021. What Is Your Sedimentation Rate?
Healthline. Diakses pada 2021. Erythrocyte Sedimentation Rate Test (ESR Test).