• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 8 Komplikasi pada Anak Akibat Terkena Campak

Ini 8 Komplikasi pada Anak Akibat Terkena Campak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini 8 Komplikasi pada Anak Akibat Terkena Campak

Halodoc, Jakarta - Sebaiknya jangan abaikan ketika anak mengalami ruam kemerahan yang disertai dengan demam. Kondisi ini bisa menjadi beberapa tanda penyakit campak yang rentan dialami oleh anak-anak. Campak merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus. 

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh Anak Saat Mengalami Campak

Penularan virus campak dapat terjadi melalui percikan air liur. Untuk itu, sangat penting memastikan kondisi kesehatan anak dengan mengetahui beberapa gejala penyakit campak. Tidak hanya itu, penyakit campak yang tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko komplikasi yang cukup berbahaya pada anak.

Ketahui Gejala Campak pada Anak

Bukan hanya orang dewasa, nyatanya penyakit campak juga rentan dialami oleh anak-anak. Penyakit ini menjadi penyakit yang sangat mudah menular dan disebabkan oleh virus. Penularan dapat terjadi melalui paparan air liur saat pengidap batuk, berbicara, hingga bersin. Bahkan, percikan air liur pengidap campak yang terpapar pada permukaan suatu objek pun dapat menjadi perantara penularan penyakit ini.

Umumnya, gejala campak pada anak akan muncul 7–14 hari setelah paparan virus. Gejala awal yang akan dialami oleh pengidap campak adalah demam, batuk, hidung berair atau pilek, dan mata yang memerah hingga mata berair.

Setelah muncul gejala awal, biasanya 2–3 hari kemudian, muncul gejala koplik spot pada anak. Koplik spot merupakan bintik-bintik putih yang muncul pada area mulut. Selanjutnya, gejala akan berkembang setelah 3–5 hari gejala lanjutan, berupa ruam kemerahan pada kulit. 

Ruam kemerahan akan berupa bintik merah yang berawal dari area wajah. Bintik kemerahan bisa menyebar ke leher, batang, lengan, tungkai, dan kaki. Saat ruam kemerahan muncul, biasanya kondisi ini bisa disertai dengan demam yang cukup tinggi.

Gejala batuk darah hingga sesak napas menjadi tanda bahwa kondisi anak membutuhkan penanganan medis. Segera kunjungi rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Baca juga: Anak Terserang Campak, Apa yang Harus Dilakukan?

Inilah Komplikasi yang Terjadi Akibat Campak

Ada beberapa kelompok usia yang cukup rentan mengalami komplikasi akibat campak. Mulai dari wanita hamil, lansia, hingga anak-anak. Ibu jangan abaikan kondisi anak yang mengalami gejala terkait penyakit campak. Penanganan lebih dini tentunya dapat menurunkan risiko komplikasi.

Berikut ini beberapa komplikasi yang rentan dialami anak akibat penyakit campak:

  1. Infeksi telinga;
  2. Diare;
  3. Pneumonia atau radang paru;
  4. Ensefalitis atau radang otak;
  5. Gangguan mata;
  6. Sariawan atau gangguan kesehatan mulut;
  7. Gizi buruk;
  8. Kematian pada anak.

Itulah beberapa komplikasi yang rentan dialami oleh anak-anak akibat penyakit campak. Sebaiknya lakukan pencegahan terhadap penyakit campak karena penyakit ini belum memiliki pengobatan secara langsung. Pencegahan yang cukup efektif untuk penyakit ini dengan memberikan vaksinasi campak pada anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan anak-anak usia 9 bulan, 15 bulan, hingga 5 tahun mendapatkan vaksinasi campak secara berkala. Dengan begitu, anak-anak dapat terhindar dari paparan virus campak yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan lebih buruk lagi.

Baca juga: Vaksin MR, Penting untuk Cegah Campak dan Rubella

Saat anak mengalami campak, pastikan ibu memberikan cairan yang cukup pada anak, memenuhi kebutuhan istirahat anak, dan hindari anak beraktivitas di luar ruangan bersama anak lain. Hal ini untuk menghindari penularan virus campak. 

Ibu juga bisa berikan makanan yang sehat dengan kandungan nutrisi tinggi. Perbanyak sayur dan buah untuk membantu meningkatkan imun tubuh anak dalam melawan virus campak. 

Selain itu, ibu bisa memberikan tambahan asupan vitamin untuk menambah imunitas anak. Pastikan ibu mendapatkan informasi seputar suplemen untuk anak melalui dokter anak terpercaya. Gunakan Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter dan beli vitamin yang tepat untuk anak di apotek terdekat melalui Halodoc

Tunggu apalagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Measles.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Measles (Rubeola).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Measles.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2021. Imunisasi Campak - Rubella.
World Health Organization. Diakses pada 2021. Treating Measles in Children.