• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 9 Gangguan Psikotik yang Sering Didengar

Ini 9 Gangguan Psikotik yang Sering Didengar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Gangguan psikotik adalah sekelompok penyakit serius yang memengaruhi pikiran seseorang. Ada banyak jenis gangguan psikotik, di antaranya mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu karena sering kamu dengar. Yuk, cari tahu apa saja jenis gangguan psikotik di bawah ini.

Gangguan psikotik dapat menyulitkan pengidapnya untuk berpikir jernih, membuat penilaian yang baik, merespons secara emosional, berkomunikasi secara efektif, memahami kenyataan, dan berperilaku dengan tepat. Bila gejalanya sudah parah, orang dengan gangguan psikotik dapat mengalami kesulitan untuk tetap berhubungan dengan kenyataan dan seringkali tidak mampu menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, bahkan gangguan psikotik yang parah biasanya bisa diobati.

Jenis Gangguan Psikotik 

Berikut ini jenis-jenis gangguan psikotik:

1.Skizofrenia

Orang yang mengidap skizofrenia dapat mengalami perubahan perilaku dan gejala lainnya, seperti delusi dan halusinasi, yang dapat bertahan lebih dari 6 bulan. Penyakit ini biasanya memengaruhi pengidap di tempat kerja atau sekolah, serta dalam hubungan dengan orang lain.

2.Gangguan Skizoafektif 

Orang dengan gangguan ini memiliki gejala skizofrenia dan juga gangguan mood, seperti depresi atau gangguan bipolar.

Baca juga: Pengidap Skizofrenia Alami Kepribadian Ganda, Benarkah?

3.Gangguan Skizofreniform

Orang dengan gangguan ini mengalami gejala skizofrenia, tetapi berlangsung lebih singkat, antara 1–6 bulan.

4.Gangguan Psikotik Singkat

Orang dengan penyakit ini dapat secara tiba-tiba mengalami periode pendek perilaku psikotik yang seringkali sebagai respons terhadap peristiwa yang traumatis, seperti kematian anggota keluarga. Sesuai namanya, gangguan psikotik singkat seringkali dapat sembuh dengan cepat, biasanya kurang dari sebulan.

5.Gangguan Delusi

Gejala utama gangguan delusi adalah memiliki khayalan yang melibatkan situasi kehidupan nyata yang seolah-olah terjadi, tetapi kenyataannya tidak. Misalnya, merasa diikuti seseorang, dijadikan target incaran seseorang, atau memiliki penyakit. Khayalan tersebut berlangsung setidaknya selama 1 bulan.

6.Gangguan Psikotik Bersama

Gangguan psikotik bersama atau yang disebut juga folie à deux terjadi ketika seseorang memiliki khayalan berhubungan dengan orang lain yang mengadopsi khayalan tersebut juga.

7.Gangguan Psikotik yang Diinduksi Zat

Gangguan psikotik ini disebabkan oleh penggunaan atau penarikan obat-obatan, seperti halusinogen dan crack kokain, yang menyebabkan halusinasi, delusi, dan omongan yang membingungkan.

8.Gangguan Psikotik karena Kondisi Medis Lain

Halusinasi, delusi, atau gejala lain yang dialami seseorang disebabkan oleh penyakit lain yang memengaruhi fungsi otak, seperti cedera kepala atau tumor otak.

9.Parafrenia

Kondisi ini memiliki gejala yang mirip dengan skizofrenia, tetapibiasanya terjadi pada usia lanjut atau pada lansia.

Kenali Gejala Gangguan Psikotik

Meskipun ada berbagai jenis, tetapi umumnya gangguan psikotik memiliki gejala utama yaitu halusinasi, delusi, dan bentuk pemikiran yang tidak teratur:

  • Halusinasi, yaitu melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Misalnya, kamu melihat hal-hal, mendengar suara, mencium bau yang sebenarnya tidak ada, atau merasakan sensasi di kulit meskipun tidak ada yang menyentuhmu.
  • Delusi, yaitu keyakinan yang salah yang tidak akan berubah meskipun itu sudah terbukti salah. Misalnya, seseorang yang yakin makanannya beracun akan tetap menganggap itu beracun, bahkan setelah orang lain menunjukkan kepadanya bahwa makanan tersebut baik-baik saja. Hal ini karena ia memiliki khayalan.

Baca juga: Heboh Deklarasi Keraton Agung Sejagat, Mungkinkah Tanda Delusi?

Gejala lain yang mungkin juga ditunjukkan oleh pengidap gangguan psikotik, antara lain:

  • Omongan yang ngelantur.
  • Pikiran yang membingungkan.
  • Berperilaku aneh, mungkin sampai berbahaya.
  • Gerakannya lebih lambat atau tidak biasa.
  • Kehilangan minat pada kebersihan pribadi.
  • Hilangnya minat untuk beraktivitas sehari-hari.
  • Memiliki masalah di sekolah atau di tempat kerja, dan hubungan dengan orang lain.
  • Perubahan suasana hati atau gejala suasana hati lainnya, seperti depresi atau mania.

Bila kamu atau orang yang kamu kenal menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya periksakan diri ke ahli kesehatan mental, psikolog, atau psikiater.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Obat Antipsikotik untuk Menangani Psikosis

Nah, itulah jenis-jenis gangguan psikotik yang mungkin sudah sering didengar. Kamu juga bisa menghubungi psikolog dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa curhat dan minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is a Psychotic Disorder?